
"Sayang,ka_kamu____...?"
Mama Anggi masih terpaku menatap lembaran kertas putih yang tengah ia pegang,di bacanya berulang kali tulisan yang ada di dalam kertas itu.Lantas kembali mendongak,menatap wajah Rengganis yang tersenyum ke arahnya.
"Aku hamil,Ma...?"Ucap wanita itu pelan,kini tatapan matanya mengarah pada Arya yang juga tengah tersenyum menatapnya.
"Ka_mu,beneran ha_mil...?"Tanya Mama Anggi sekali lagi,wanita itu seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Rengganis mengangguk,membenarkan ucapannya tadi.
Membuat raut wajah Mama Anggi berbinar senang,wanita itu langsung menghampiri Rengganis dan memeluknya erat.
"Kamu benar_benar hamil?Kalian tidak sedang mengerjai Mama 'kan...?"Wanita itu masih saja tidak percaya,padahal jelas_jelas ia sudah melihat sendiri kertas hasil pemeriksaan tadi.
"Iya,Ma?Aku beneran hamil lagi."Rengganis membalas ucapan mertua nya dengan tenang,padahal dalam hatinya masih berperang antara bahagia dan cemas.
Bahagia karena akan mempunyai anak lagi,namun ia juga mencemaskan Baby Kay yang masih kecil.
Ia takut anak sulungnya nanti akan kekurangan kasih sayang darinya.
"Ya Tuhan,jadi aku akan punya cucu lagi?"Wanita itu heboh sendiri,hingga tanpa sadar mengguncang bahu Rengganis beberapa kali.
Arya yang melihat tingkah laku mamanya hanya bisa menggeleng tak percaya,lantas ia segera mendekati Rengganis dan mengajaknya untuk beristirahat.
"Kamu istirahat saja,biar Kay Mama yang jaga."Ucap Mama Anggi,lantas memeluk tubuh Rengganis dan mencium pipi wanita itu.
"Makasih?Makasih karena bersedia melahirkan cucu_cucu Mama."Ucap Mama Anggi sekali lagi sebelum membiarkan Arya membawa Rengganis menuju kamarnya.
Mama Anggi masih memandang Arya bersama Rengganis yang tengah menaiki anak tangga,rasanya baru kemarin ia meminta pada mereka untuk merencanakan punya anak lagi.Tapi hari ini,ia telah mendengar kabar bahagia itu sendiri.wanita itu begitu terharu sampai meneteskan air mata tanpa ia sadar.
"Kamu tidak ke kantor,Mas?"Tanya Rengganis,sambil mendaratkan tubuhnya pelan di tepian ranjang.Ia melepas sepatu yang ia kenakan,lantas menggantinya dengan sandal rumahan.
"Hari ini aku akan menemani mu di rumah."Jawab Arya seraya melepaskan ikatan dasi di leher dan meletakkan nya di meja rias.
__ADS_1
Laki_laki itu lalu menyusul istrinya duduk di tepian tempat tidur,setelah ia melepas jas yang ia kenakan tadi pagi.
"Aku sudah merasa lebih baik,kalau kamu mau berangkat kerja juga tidak apa_apa."Ucap Rengganis lagi,kali ini ia memasang wajah tersenyum,agar Arya percaya kalau dirinya sudah baik_baik saja.
"Jangan ngenyel."Arya mencubit hidung istrinya gemas,membuat wanita itu mencebik sambil memanyunkan sedikit bibirnya.
"Aku cuma hamil,bukan pesakitan."Jawab wanita sekali lagi,Rengganis lantas membaringkan tubuhnya membelakangi Arya.
"Apa kamu tidak senang aku temani?"tanya Arya tiba_tiba,sepertinya laki_laki itu sedikit kecewa dengan ucapan Rengganis baru saja.
"Bu_bukan seperti itu,tapi_....?"Rengganis memutar otak mencari jawaban yang cocok untuk Arya,agar laki_laki itu tidak merasa tersinggung.
"Tapi,apa...?"
"Tapi,kamu banyak kerjaan 'kan...?Bagaimana kalau Papa tau,kalau hari ini kamu tidak masuk kantor."
"Memangnya kenapa kalau Papa tau?Papa juga pasti lebih senang mendengar kabar ini,di banding semua urusan kantor."Arya merebahkan tubuhnya di samping Rengganis,lantas memeluk tubuh wanita itu dari belakang.
"Em...baiklah,"Rengganis menjawab pasrah,dan membiarkan Arya terus memeluknya.
"Kenapa...?"Arya pura_pura tidak tau,padahal dari tadi tangannya sudah asik bermain_main di bagian tubuh istrinya.
"Ingat pesan Dokter tadi."Ucap wanita itu memperingatkan.
"Sedikit....?"Arya menjawab santai,padahal ia ingat betul pesan Dokter tadi yang melarangnya berhubungan badan dengan istrinya untuk sementara waktu.Membuatnya sedikit frustasi,karena di larang menyentuh Rengganis sampai keadaan wanita itu membaik.
"Berapa lama...?"Arya bertanya pada Rengganis,membuat wanita itu mendengus kesal karena harus membahas masalah se intim itu.
"Tiga bulan...?"Jawabnya asal.
"Tiga bulan?Kenapa lama sekali."Laki_laki itu kesal sendiri,karena harus menunggu waktu sampai tiga bulan baru bisa menyentuh istrinya lagi.Padahal saat kehamilan Rengganis yang pertama,ia ingat tidak sampai selama itu.
"Itu karena dulu kamu terlalu sibuk dengan El_____...?"Rengganis menghentikan ucapannya,saat merasakan tangan Arya yang tengah meremasnya kuat di bawah sana.
__ADS_1
"Jangan menyebut nama wanita itu lagi."Ucap Arya tidak suka.
"Kenapa...?Bukan kah benar apa yang aku katakan."Tuh kan,Rengganis jadi membicarakan masalah yang sudah berlalu,yang seharusnya tidak ia ungkit.Namun itu lah kenyataan.
Saat hamil anak pertama memang Arya terlalu sibuk,hingga ia sangat jarang punya waktu berdua dengan istrinya.
Hingga masalah itu terjadi dan menggoncang rumah tangganya,Rengganis yang terlalu sakit hati hingga pendarahan dan sampai masuk rumah sakit.Beruntung kandungannya masih bisa di selamatkan,dan Arya berhasil membuktikan kalau dirinya tidak bersalah.
"Aku tidak suka,kamu membahas wanita itu lagi."Ucap Arya kemudian.
"Siapa...?Maksudmu,Elisa...?"Seakan Rengganis menantang laki_laki itu untuk berbuat lebih padanya.Padahal ia sendiri tidak suka membahas nama itu lagi.
Arya yang mendengar Rengganis terus menyebut nama Elisa dengan nada mengejek menjadi sedikit panas,ia segera membalikkan tubuh istrinya itu,lantas mencium bibir Rengganis dengan kasar.
Melu___t dan menye___nya begitu lama.
Membuat Rengganis terkejut setengah mati,ia sampai menarik kaos yang tengah Arya kenakan,dan memukul dada laki_laki itu berulang kali.
"Kamu apa_apa sih Mas?Kamu mau bunuh aku."Napas wanita itu tersengal seiring tautan bibir mereka yang terlepas.
Arya hanya tersenyum sambil mengusap bibir wanita itu yang terlihat memerah akibat gigitannya tadi."Aku sudah bilang,jangan sebut nama wanita itu lagi.Kenapa kamu masih membahasnya?Apa kamu ingin anak kita yang ada di dalam sini mendengarnya."Arya mengusap perut Rengganis yang masih rata,lalu menunduk memberikan satu kecupan lembut di perut wanita itu.
"Maaf...?Aku tidak bermaksud seperti itu."Rengganis merasa bersalah karena mengungkit kembali masalah mereka yang sudah berlalu.
"Aku hanya takut dia kembali menggoda mu,dan akhirnya kamu_____?"
Arya menggeleng,meminta agar Rengganis tidak melanjutkan lagi ucapannya.Baginya ketakutan wanita itu terlalu konyol,untuk sekedar memikirkan hal yang mustahil terjadi.
"Aku sudah katakan berulang kali,kalau aku tidak akan meninggalkanmu.Apalagi sekarang ada Kay,dan juga dia yang ada di sini."Arya kembali menatap wajah Rengganis dan memegang perut wanita itu lembut.
"Jadi,hilangkan semua ketakutan yang ada di hatimu."Menunjuk dada wanita pelan,lantas menariknya ke dalam pelukan.
"Apa kau bersedia...?"tanya Arya sekali lagi,masih dengan keadaan memeluk tubuh wanita itu.
__ADS_1
Rengganis mendongak,menatap wajah Arya yang berada tepat di depannya.Tatapan keduanya bertemu dan saling mengunci,Rengganis bisa melihat ketulusan yang terpancar dari sorot mata laki_laki itu.Ia lalu tersenyum dan mengangguk membalas ucapan Arya baru saja.
SELAMAT MOLOR PEMIRSAH,AKU NGANTUK....