Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Kecemburuan


__ADS_3

Rengganis berlari cepat menuju arah kamarnya setelah ia sampai di rumah itu dan menyuruh sang perawat menemani Kay bermain lebih dulu,sedangkan Baby Haidar masih bersama Bi Lastri di rumah Mama Anggi dari tadi pagi.


"Mas....?"Rengganis menghentikan langkahnya,saat melihat Arya yang sudah menghadangnya di depan pintu kamar.Laki_laki itu terlihat dingin dan sedikit tidak bersahabat.


"Masuk...!"Ucap Arya dengan suara datar,ia terus menatap wajah Rengganis yang masih terlihat panik.


Tidak ingin membuat suaminya semakin kesal,Rengganis langsung masuk tanpa berkata sepatah kata 'pun,di ikuti Arya yang berjalan di belakangnya setelah tadi sempat mengunci pintu kamar mereka.


"Mas...?"Ucapan Rengganis menggantung saat tiba_tiba Arya mendorongnya menuju tempat tidur.Kini tubuh wanita itu terjerambah dengan posisi Arya yang berada di atasnya.


"Sudah puas bernostalgia dengan MANTAN."Arya berkata dengan menatap wajah wanita itu dalam_dalam.Membuat Rengganis merasa tidak nyaman karena jarak wajah mereka terlalu dekat,bahkan wanita itu bisa merasakan deru napas suaminya.


"Ti_tidak..."Rengganis mencoba memalingkan wajahnya yang sudah memerah,namun Arya malah semakin mendekatkan wajahnya ke arah wanita itu.


"Ma_maaf,Mas?Aku tidak bermaksud_____...?"


Arya langsung membenamkan ciumannya pada bibir wanita itu,tidak memberinya waktu sama sekali untuk berbicara,hingga keduanya mulai tersengal karena kehabisan napas.


"Apa kau sengaja ingin menemuinya?"Tanya Arya kembali.


"Tidak...!"Jawab Rengganis cepat,memang kenyataannya ia sama sekali tidak merencanakan pertemuan itu,dan semuanya serba kebetulan.Ia juga tidak menyangka akan di pertemukan kembali dengan laki_laki bernama Rangga,setelah keduanya sama_sama tidak ada kabar.


"Lalu,apa selama ini dia memang memata_mataimu?"Arya mulai menunjukkan kecemburuannya,saat ia mengetahui kalau istrinya tadi sempat mengobrol berdua dengan mantan kekasihnya.


Rengganis menggeleng cepat,ia bingung harus menjelaskan darimana.Lagian untuk apa Rangga memata_matainya,toh dia juga sudah memiliki istri dan anak sekarang.


"Katakan...?"Arya masih dengan posisi semula,berada di atas tubuh Rengganis dengan posisi yang sangat dekat.


"Katakan,kenapa kau diam saja."Suaranya terdengar semakin kesal.


"Ta_tadi Kay tidak sengaja menemukan dompet laki_laki itu."Rengganis menjelaskan pelan dengan tidak menyebut nama Rangga di depan suaminya,karena ia tau Arya pasti tidak akan suka jika mendengar ia menyebut nama laki_laki itu.


"Lantas kalian bisa mengobrol seenaknya?"Arya masih saja kesal,padahal Rengganis sudah mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Maaf Mas,aku tidak sengaja.Maaf,maaf,maaf...?"Rengganis tersenyum ke arah suaminya yang masih berada di posisinya tadi.


Kenapa dia jadi menggemaskan,aku 'kan jadi luluh kalau begini...


Tapi Arya tidak bisa memaafkan begitu saja perbuatan Rengganis tadi,ia masih ingin memberinya sedikit hukuman pada wanita itu.


Rengganis masih menatap wajah suaminya yang masih diam,sambil menunggu jawaban dari laki_laki itu.


"Mas...?"Tangannya terulur membelai wajah Arya,membuat laki_laki itu reflek memejamkan matanya,menikmati belaian lembut dari sang istri.


Rengganis tersenyum melihat wajah Arya yang terlihat menikmati sentuhannya,wanita itu menurunkan tangannya ke arah dada laki_laki itu dan bermain_main sedikit di tempat itu.


Arya yang merasa terbuai seketika membuka matanya,mencekal pergelangan tangan wanita itu yang sedari tadi asik bermain di bagian tubuhnya.


"Maaf mu di terima,tapi setelah ini."Arya tersenyum smrik,sambil menarik tangan istrinya ke atas agar ia bisa leluasa menikmati bagian tubuh dari wanita itu.


Ia menjelajah sesuka hati,sedangkan sebelah tangannya melepas apapun yang melekat di tubuh mereka.


Rengganis hanya pasrah menerima perlakuan Arya kali ini,ia memejamkan kedua matanya ikut menikmati sentuhan lembut dari suaminya itu.


Arya menggulingkan tubuhnya ke samping dan mulai memejamkan matanya yang terasa berat.Sedangkan Rengganis beranjak menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


*****


2 jam sebelumnya...


"Halo Sayang...?"Arya mencoba menghubungi Rengganis yang sudah hampir 3 jam berangkat berbelanja tapi belum juga pulang sampai sekarang,padahal wanita itu hanya berpamitan sebentar padanya tadi.


"Maaf,Tuan...?"Mbak Ani sang perawat terpaksa mengangkat panggilan majikannya karena sedari tadi melihat Rengganis yang masih asik ngobrol bersama laki_laki yang katanya teman lamanya.


"Lho,Mbak Ani?Dimana istriku Mbak?"Tanya Arya di seberang sana.


"Maaf Tuan,handphone Nona Rengganis di titipkan ke saya."

__ADS_1


"Kemana istriku Mbak?"Arya terdengar mulai kesal.


"Nona Rengganis sedang berbincang dengan temannya,Tuan."Ucap Mbak Ani lagi.


"Teman?Siapa?"Arya mengernyit bingung,karena setaunya Rengganis tidak memiliki teman selain Hasan.Pemuda yang pernah terlibat perkelahian dengannya dulu.


"Saya tidak tau namanya,Tuan."Ucap Mbak Ani lagi.


"Tolong kamu foto kan lebih dulu Mbak?Terus kirimkan ke saya."Perintah Arya cepat pada wanita itu.


"Baik,Tuan."Ani segera mengambil posisi yang pas dan memfoto Rengganis yang tengah berbincang dengan Rangga di salah satu bangku taman.


"Kurang Ajar!!!!"


Arya meremas handphone yang ia pegang saat melihat foto istrinya yang baru saja di kirim oleh Mbak Ani tadi.Laki_laki itu terlihat begitu cemburu saat mengetahui siapa Pria yang sedang duduk bersama Rengganis dan terlihat begitu akrab.


"Berikan handphone itu pada istriku Mbak?"Suara Arya terdengar semakin meninggi,membuat Mbak Ani langsung gemetar dan berlari ketakutan ke arah Rengganis.


"Ada apa,Mbak?"Rengganis menoleh saat melihat sang perawat sudah berdiri di sampingnya.


"Maaf Nona,Tuan Arya telepon."Mbak Ani langsung menyerahkan handphone itu kemudian ia memilih kembali ke tempat ia menunggu majikannya tadi.


Entah apa yang mereka bicarakan,Mbak Ani hanya melihat wajah majikannya itu seketika pucat,Rengganis langsung berpamitan pada Rangga dan bergegas menggandeng Kay menuju parkiran dan meminta Pak Supri untuk segera melajukan mobilnya.


"Mbak,apa tadi Mas Arya bertanya sesuatu?"Rengganis menyeka keringat yang mulai membanjiri keningnya,ia terlihat begitu cemas karena mendengar perkataan Arya tadi yang sepertinya sangat marah.


"Maaf,Nona."Ani hanya menunduk sambil meremas jari_jemarinya sendiri,ia merasa bersalah karena sudah lancang ikut campur masalah pribadi majikannya itu.


Rengganis hanya menghela napas panjang,sambil sesekali memijit pelipisnya yang tiba_tiba berdenyut.Ia tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Mbak Ani,karena di sini dia lah sebenarnya yang bersalah.


Kenapa coba aku harus lupa waktu...


Bagaimana kalau Mas Arya benar_benar marah?

__ADS_1


Kejadian hilangnya Kay tadi benar_benar membuat wanita itu tidak fokus dan membatalkan acara belanjanya.


Tapi Rengganis masih merasa beruntung karena ia tadi sempat menyuruh Mbak Ani berbelanja sendiri sebelum mereka memutuskan untuk pulang.


__ADS_2