Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Anak Ke Dua


__ADS_3

9 Bulan berlalu...


"Bagaimana Nak,apa Rengganis sudah akan melahirkan?"Mama Anggi yang baru saja tiba langsung menanyakan kondisi menantunya pada Arya yang terlihat keluar ruangan.


"Mungkin sebentar lagi,Bu...?Kata Dokter sudah bukaan delapan."Jawab Arya sambil matanya melirik kesana_kemari mencari seseorang.


"Bukaan delapan?Lalu kenapa kamu masih di sini,cepat temani istrimu sana...!"Sembur Mama Anggi murka,karena melihat Arya malah di luar bukannya menemani Rengganis yang tengah berjuang.


"Rengganis minta Bu Siti untuk menemaninya,Ma?Tapi____?"


Arya terus mengedarkan pandangannya ke segala arah,berharap ia segera menemukan mertuanya dan bisa mengajaknya masuk.


"Bu Siti tidak ada di sini,Nak?Dia menjaga Kay di rumah."


Mama Anggi menjadi cemas karena tadi memang Bu Siti sendiri yang meminta menjaga cucunya di rumah.


Arya mengusap wajahnya kasar,ia bingung harus bagaimana.Jika ia harus pulang dan menjemput Bu Siti,itu akan memakan waktu yang cukup lama,sedangkan sebentar lagi Rengganis akan melahirkan.


"Sudah sana kamu masuk,biar Mama yang suruh Supir untuk menjemput Bu Siti kemari."Mama Anggi langsung menghubungi sang Supir yang masih berada di loby rumah sakit agar segera menjemput wanita paruh baya itu.


*****


Di dalam ruangan...


"Ibu mana,Mas?"Rengganis meringis menahan sakit yang sesekali datang,ia menatap sekitar mencari wanita paruh baya yang telah melahirkannya.


"Maaf...?"Arya mengecup kening wanita itu,lantas memeluknya erat."Kamu tenang ya,Ibu pasti akan datang sebentar lagi."


Arya menenangkan istrinya yang masih saja mencari_cari keberadaan ibunya.


"Kenapa lama sekali...?"


Arya hanya diam sambil terus menggenggam tangan wanita itu,ingatannya kembali pada kejadian setahun yang lalu.Dimana di tempat ini juga dulu ia menemani Rengganis berjuang melahirkan anak pertama mereka dan hari ini ia kembali berada di sini untuk menantikan kelahiran anaknya yang ke dua.


"Mas...?Auw....sakit...."Rengganis mencengkeram pinggiran ranjang saat sakit itu kembali datang.


"Kamu bisa sayang."Arya terus memberinya semangat pada wanita itu,sedangkan matanya tak lepas melirik pintu,dan berharap Bu Siti segera datang.


Bu Siti berjalan tergesa melewati koridor rumah sakit sambil sesekali menatap Kay yang tengah tertidur pulas dalam gendongannya.


Wanita paruh baya itu terlihat cemas saat Mama Anggi menghubungi dan memberitahunya kalau Rengganis terus mencarinya.


Tanpa pikir panjang Bu Siti segera berangkat menuju rumah sakit bersama supir yang menjemputnya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Rengganis,Bu...?"Bu Siti langsung menghampiri Mama Anggi yang sedang duduk di depan ruangan persalinan menantunya.


"Sebaiknya Bu Siti segera masuk karena Rengganis dari tadi sudah menunggu,biar Kay saya yang menjaganya."


Bu Siti segera melangkah masuk,membuka pintu perlahan ia melihat Dokter dan beberapa orang perawat yang sudah siap membantu persalinan putrinya.


"Ayo Nona,sekarang saatnya."Ucap sang Dokter memberi aba_aba.


Rengganis mengangguk dan mulai bersiap mengambil napas,kini keadaanya tidak setegang waktu pertama kali melahirkan,bahkan ia terlihat sangat tenang.


ceklek,


Dokter keluar dari ruang persalinan,di ikuti salah satu perawat yang mendampinginya.Mama Anggi beserta yang lain langsung beranjak dan menghampiri sang Dokter karena ingin tau bagaimana keadaan di dalam.


"Dokter,bagaimana persalinan menantu saya?"Mama Anggi langsung ke depan menghadang sang Dokter karena dari tadi ia sibuk dengan Kay yang sedikit rewel.


"Nona Rengganis baik_baik saja Nyonya,dan proses persalinan sudah selesai."Ucap sang Dokter memberi penjelasan.


"Selesai...?"Ulang wanita itu,karena setau nya dari tadi ia sama sekali tidak mendengar tangisan bayi.


"Iya Nyonya,kondisi keduanya juga baik."Ucap Dokter kemudian.


"Syukurlah..."


Semua tampak lega setelah mendengar kondisi Rengganis dan anaknya yang baik_baik saja.


Di situ juga ada Bu Siti yang tadi sudah keluar dari ruang persalinan karena Dokter menyarankan pasien untuk istirahat.


"Bagaimana Bi,apa Rengganis baik_baik saja."Tanya Mama Rani sembari mengatur napasnya yang masih tidak beraturan.


"Alhamdulillah Bu,keadaan Rengganis dan bayinya baik."


Mama Rani menghela napas lega,tidak sia_sia ia meninggalkan pekerjaannya di kantor dan langsung berangkat ke rumah sakit tadi.


Ia jadi tidak sabar ingin melihat bayi Rengganis secepatnya.


*****


Di dalam ruangan tampak Rengganis yang tengah menyusui bayi kecilnya dengan di bantu oleh salah satu perawat,sedangkan di sebelahnya Arya menggendong Kay yang sedari tadi merengek karena ingin ikut sang Mama.


Meski Arya sedikit kewalahan dengan tingkah gadis kecil itu,tapi ia begitu bahagia karena sekarang keluarga mereka bertambah dengan hadirnya bayi laki_laki yang tampan yang baru saja lahir ke dunia.


"Sayang....?"Mama Rani masuk ke ruangan rawat Rengganis di ikuti yang lain di belakangnya.

__ADS_1


"Ma...?"Gadis itu tersenyum,lantas meletakkan kembali bayi kecil itu ke dalam box bayi yang ada di sebelahnya,dan membalas pelukan dari Mama Rani.


"Hai...cucu nenek yang tampan?"Mama Anggi langsung menuju box bayi,melihat bayi mungil itu yang sedang tertidur pulas.


"Apa kalian sudah memberinya nama?"Papa Pratama langsung maju ke depan,menyela para ibu_ibu yang sedari tadi sibuk sendiri.


Laki_laki itu juga tidak ingin ketinggalan menyambut cucu laki_lakinya yang baru lahir.


"Kami sudah menyiapkannya Pa,iya 'kan sayang?"Arya menatap ke arah istrinya sembari tersenyum.


Rengganis hanya mengangguk,mengiyakan ucapan dari suaminya itu.


"Arya akan menamainya Haidar,Pa?Haidar Sayhan Pratama."Ucap Arya kemudian.


"Nama yang cocok untuk bayi tampan sepertimu."Mama Rani mencubit pelan pipi mungil bayi itu,lantas memberinya ciuman lembut di kedua pipinya.


"Eh lihat dia mirip Arya waktu bayi 'kan,Pa?"Mama Anggi mendekat ke arah suaminya sambil memamerkan wajah sang cucu di hadapan laki_laki itu.


"Tentu saja,memang mau mirip siapa lagi?"Arya bergumam pelan,tapi masih bisa di dengar oleh Rengganis yang ada di sampingnya.


Membuat wanita itu menahan tawanya geli.


Kay yang sedari tadi merasa di acuhkan,langsung memberontak minta turun dari gendongan sang Ayah.Gadis kecil itu berlari menghampiri Rengganis yang tengah duduk di atas ranjang.


"Hai,anak Mama?"Rengganis mengajak Kay dan membawanya duduk di sebelah,gadis kecil itu hanya menurut sambil memasang wajah yang cemberut.


"Anak Mama kenapa?"Rengganis membelai rambut putri kecilnya,melihat dengan seksama wajah mungil itu yang sudah mulai berkaca_kaca.


"Huaaa.......?"Tangis Kay pecah,membuat semua orang yang ada di ruangan itu seketika diam dan menatap ke arahnya.


"Kay sayang,sini ikut Ayah ya?"Arya menghampiri putrinya yang sekarang ada di dekapan sang Mama,tapi gadis itu menggeleng cepat dan menolak ajakan dari sang Ayah.


"Kay kenapa Mas?"Tanya Rengganis bingung,karena dari tadi ia melihat sang anak dengan Arya kemudian tiba_tiba menangis.


"Aku juga tidak tau,kenapa tiba_tiba Kay menangis."


Arya juga bingung karena tadi Kay baik_baik saja saat bersamanya.


"Ayo Nak,ikut Ayah?"Arya kembali mengulurkan tangannya ke arah Kay,tapi gadis kecil itu kembali menolak.


"Kay pingin itut Mama."Teriak gadis kecil itu dengan suara nyaring.


"Tapi Mama harus istirahat,sayang."Arya mencoba membujuk Kay sekali lagi,berharap gadis kecil itu mau ikut bersamanya.

__ADS_1


""Ndak auw,huaaaaa....?"Kay kembali menangis kencang,membuat Baby Haidar yang tadi tertidur merasa terusik dan bangun.


"Sini sayang,ikut nenek."Bu Siti mencoba menawarkan diri,berharap gadis kecil itu mau ikut bersamanya,dan benar saja Kay langsung diam saat ada dalam dekapan wanita itu.


__ADS_2