
"Mas...?"Rengganis menyentuh dada bidang Arya dengan gerakan lembut,keduanya kini masih berada di satu selimut dengan tubuh yang masih sama_sama polos.
Tadi setelah selesai sarapan,Mama Anggi tiba_tiba datang dan mengatakan ingin membawa Kay jalan_jalan sebentar ke taman.
Tentu saja Rengganis tidak bisa menolak,karena memang mertuanya ini sangat dekat sekali dengan anaknya.Ia hanya perlu menyiapkan perlengkapan baby Kay dan memasukkan nya dalam tas perlengkapan bayi.
Di dampingi oleh baby sitter,Mama Anggi membawa Baby Kay jalan_jalan ke arah taman untuk menghirup udara segar.Memang akhir pekan seperti ini biasanya taman akan ramai di penuhi oleh anak_anak yang tengah menghabiskan masa liburnya bersama para orang tua.
Arya yang memang setiap pekan libur,tentu saja memanfaatkan momen itu untuk bisa berduaan dengan istrinya.Ia bersyukur mempunyai orang tua yang pengertian dan tau kebutuhan anaknya.
Setelah mereka berangkat,Arya langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar.Tanpa menunggu lama,ia melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh Rengganis dan menikmati pemandangan indah yang sudah lama tidak ia lihat.
Rengganis hanya bisa pasrah menerima setiap perlakuan Arya,jujur ia juga sangat merindukan momen seperti ini.
Arya lantas membenamkan c**** pada b**** istrinya,membuat sang pemilik memejamkan mata menikmati geleyar indah di dalam dadanya.
Tidak sampai di situ,tangan Arya bergerak aktif memegang apa pun yang ia inginkan,hingga c***** itu turun ke bawah,Arya menghentikan sejenak kegiatannya,menatap wajah sang istri yang terlihat sayu.
Lalu Arya melanjutkan lagi dengan menggigit kecil,memberikan tanda kepemilikan di leher wanita itu.
Rengganis semakin m****** saat tangan Arya bergerak aktif di p**** i*** tubuhnya,ia tidak bisa lagi menahan untuk tidak bisa m***** karena memang ini s****** n******.
Saat keduanya sama_sama siap,Arya mulai melakukan penyatuan.Keduanya terus bergerak saling memberikan ke*****.
Hingga kedua nya mencapai p***** k*****,mereka saling meneriakkan nama masing_masing.
Arya mengecup kening istrinya lembut,menyeka keringat yang membanjiri wajah ayu wanita itu akibat pergumulan panas mereka.Lantas menggulingkan tubuh di samping istrinya,mencoba mengatur napasnya yang masih memburu.
"Mas...?Apa kita akan mengunjungi Elisa?"tanya Rengganis setelah kegiatan panas mereka selesai.
"Menurutmu,apa kita perlu ke sana...?"tanya Arya kembali.
"Aku rasa tidak masalah jika kita pergi ke sana."Rengganis meyakinkan diri untuk bisa melawan ketakutannya selama ini.Ia masih takut gadis itu akan merebut Arya dari pelukannya.
"Apa kamu yakin...?"Arya menatap wajah Rengganis lekat_lekat,mencoba mencari alasan yang masuk akal,kenapa istrinya itu sekarang meminta bertemu dengan Elisa.Padahal ia sangat tau kalau Rengganis masih tidak menyukai gadis itu.
Rengganis mengangguk,baginya tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan,sekarang yang perlu ia pikirkan hanya lah bagaimana cara agar hubungan nya dengan gadis itu membaik.
"Baik lah,kita akan pergi ke sana besok."Arya tersenyum lalu kembali membawa tubuh Rengganis ke dalam pelukannya,menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajah istrinya itu,lantas mengecup kening Rengganis sekali lagi.
__ADS_1
"Apa kamu tidak takut lagi...?"tanya Arya menatap wajah istrinya.
"Takut...?Apa?"Rengganis pura_pura bingung,padahal ia tau maksud dari perkataan suaminya itu.
"Elisa kembali menggoda ku."
"Coba saja..."Wanita itu masih terlihat biasa saja,namun nada bicaranya terlihat sedikit kesal,membuat Arya menyunggingkan senyuman.
"Kalau dia benar_benar menggodaku,bagaimana?"tanya Arya sekali lagi,ia ingin tau jawaban apa yang akan Rengganis katakan.
"Apa kamu juga akan tergoda...?"Rengganis balik bertanya daripada menjawab pertanyaan suaminya,membuat laki_laki itu mengernyit heran.
"Mungkin saja..."Jawabnya santai.
Rengganis semakin kesal mendengar jawaban Arya yang tidak jelas,mungkin saja apa maksudnya?Apa dia akan tergoda kalau Elisa benar_benar kembali menggodanya.
Hingga tanpa sadar wanita itu melepaskan tangan Arya yang masih memeluknya erat."Jadi,beneran kamu akan tergoda...?"Kali ini wanita itu terlihat benar_benar kesal.
Arya tersenyum samar sambil mengecup pipi wanita itu."Mungkin saja,jika aku tidak memiliki istri sehebat dirimu."Ucapnya kemudian.
Ujung bibir wanita itu tertarik hingga membentuk sebuah senyuman setelah mendengar pengakuan dari Arya baru saja.Tapi ia bisa kembali menguasai dirinya sebelum Arya menyadari.
"Tentu saja."Arya tersenyum menyeringai,menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh arti.
"Apa...?"Rengganis merasa gelagat tidak biasa saat melihat senyuman suaminya itu.
"Tentu saja?Apa maksud_.....?"Arya langsung membenamkan ci**** pada b**** wanita itu,tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara lagi,sedangkan satu tangannya sudah mendarat sempurna di sebuah benda favorit miliknya.
"Kau memang hebat."Ucap Arya sekali lagi.
"Tapi aku butuh bukti,jika kau benar_benar hebat."Arya melanjutkan lagi kegiatan menjelajahi t**** istrinya,membuat Rengganis begitu terkejut karena merasa ia telah di bodohi oleh suaminya sendiri.
Hei...hentikan!Bagaimana kalau tiba_tiba Mama datang.
Arya tidak menghiraukan lagi perkataan istrinya yang memintanya terus berhenti dan menyudahi kegiatan panas mereka.Ia malah terlihat asik melanjutkan petualangannya hingga waktu menjelang siang.
*****
Arya dan Rengganis melangkah menuruni anak tangga saat jam menunjukkan pukul 10 pagi.Sedangkan di bawah sana terlihat Mama Anggi yang sudah pulang dari taman bermain,tengah asik mengobrol dengan Bi Lastri,sesekali terdengar tawa dari dua wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Ck.ck..kalian ya,benar_benar...?"Mama Anggi hanya menggeleng melihat keduanya yang turun dengan rambut yang masih sama_sama basah.
"Mama sudah pulang?"Arya melangkah santai menuju tempat Mama Anggi duduk lalu mendaratkan tubuhnya di samping wanita itu.
"Lihat Bi,jam berapa sekarang?Mereka pikir kita akan pergi kemana hingga harus berlama_lama."
Rengganis hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah terlihat memerah,ia tidak tau lagi se'malu apa ia sekarang.
Itu semua karena Arya yang terus mengajaknya bermain,hingga ia melupakan Mama Anggi yang hanya berpamitan membawa anaknya sebentar.
"Maaf,Ma...?Ini semua karena_....?"Ucapan Rengganis terhenti saat tiba_tiba Mama Anggi kembali membuka suara.
"Kapan kalian merencanakan punya anak lagi...?"
Seketika keduanya saling diam dan menatap,tanpa ada satu pun dari mereka yang menjawab.
"Ma....?"
"Mumpung kalian masih muda lho?Dan Mama masih bisa bergantian menjaganya saat di perlukan seperti_____..tadi."Mama Anggi tersenyum ke arah ke duanya,membuat Rengganis menjadi salah tingkah sendiri.
"Tapi Kay masih terlalu kecil,Ma...?"Rengganis merasa belum siap jika harus menambah anak lagi,mengingat usia Kay yang baru menginjak 3 bulan.
"Kalian 'kan bisa merencanakan dulu,untuk waktunya itu terserah kalian."Jawab Mama Anggi lagi,wanita itu berharap Rengganis mau melahirkan banyak keturunan untuknya,mengingat Arya adalah penerus satu_satunya dari keluarga Pratama.
"Kami akan memikirkannya dulu,dan Mama tidak perlu khawatir.Kami akan memberikan Mama banyak cucu yang lucu_lucu."Arya memilih mengiyakan saja permintaan mamanya itu,daripada harus lama_lama berdebat dan membuang waktu.
"Mas...?"Rengganis melotot ke arah suaminya.Apa_apaan!Mungkin itu arti tatapan dari istrinya.
"Sayang,kamu mau 'kan kita memiliki banyak anak?"Arya melangkah menuju tempat Rengganis duduk,lantas memeluk tubuh istrinya.Mencium pipi wanita itu,hingga membuat Rengganis tersipu.
Lagi_lagi Mama Anggi menggeleng melihat kelakuan anaknya yang tidak kenal tempat.Bahkan di sana masih ada Bi Lastri yang langsung menunduk saat melihat adegan mesra keduanya.
AGAK HOROR BENERAN KALO PAS NULIS PART YANG KEK GINI????HIHI...
LIKE
KOMEN
BACA JUGA "RAKSA...CINTA MASA LALU KU" YA MAN_TEMAN....
__ADS_1