Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Teman Lama


__ADS_3

"Rengganis Ayudia, benarkah ini kamu?" sapa seorang pria yang yang tiba-tiba datang mendekat. Rengganis nampak berpikir dan mengingat siapa laki-laki yang memanggil namanya. Senyum terbit di bibir Rengganis. Sambil mengusap sisa-sisa air mata Rengganis menghampiri laki-laki itu.


"Kak Hasan, kenapa Kakak ada di sini?" Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Rengganis melihat sahabatnya ada di sini.


Hasan adalah sahabat Rengganis dari desa. Saat lulus kuliah pemuda itu merantau ke kota untuk mencari pekerjaan dan meninggalkan kampung halaman. Terhitung kini sudah hampir 5 tahun mereka sudah tidak pernah bertemu. Kini pemuda itu telah sukses terlihat dari penampilannya yang berbeda, hingga Rengganis awalnya tidak mengenali.


*****


Siang tadi saat Hasan melewati sebuah taman. Ia tak sengaja melihat seorang wanita tengah duduk sendirian. Awalnya Hasan tak peduli, namun saat di perhatikan ternyata ia mengenali siapa wanita itu.


Meski sudah lama tak bertemu, Hasan tidak akan lupa pada sosok wanita cantik yang pernah singgah di hatinya. Meskipun Rengganis hanya menganggapnya hanya sebagai sahabat, namun Hasan tak masalah asal masih bisa berteman dengannya.


Disini lah dua sahabat lama tak sengaja bertemu. Di sebuah bangku taman mereka bercerita kehidupan masing-masing. Hasan yang memang pemuda cerdas kini tengah membangun perusahaan di bidang produksi.


Berbeda dengan Rengganis yang hanya bisa sekolah sampai SMP. Rengganis memutuskan ikut ibunya bekerja di kota dan di akhirnya di angkat anak oleh sang majikan.


"Jadi, kamu sudah menikah?" Hasan nampak kecewa dengan status Rengganis sekarang yang ternyata telah menikah.


"Iya, kak, aku menikah beberapa bulan yang lalu," jawab Rengganis sendu.

__ADS_1


"Tapi, kenapa kamu terlihat tak bahagia, apa suamimu memperlakukanmu dengan baik?" tanya Hasan penuh selidik. Ia bisa melihat kesedihan di mata Rengganis, walaupun gadis itu berkata baik-baik saja.


"Iya, suamiku sa–ngat .... " Belum sempat Rengganis menyelesaikan kalimatnya sebuah suara tiba-tiba mengejutkan mereka.


"Ayo pulang!" ucap Arya tegas dengan suara bariton. Arya tak rela jika sang istri berduaan dengan lelaki lain. Apalagi mereka terlihat mengobrol sangat akrab.


"Anda siapa? Jangan kasar pada wanita." Hasan mencoba melepas cekalan tangan Arya pada lengan Rengganis.


"Aku suamiya. Aku lebih berhak terhadapnya!" jawab Arya tegas sambil menarik tangan sang istri masuk ke mobil.


Arya sangat marah tadi saat melihat Rengganis duduk berduaan dengan seorang pria. Arya pikir Rengganis tengah duduk sendiri dan menangis karena melihatnya bermesraan dengan Elisa, tapi nyatanya Rengganis sedang tertawa-tawa dengan orang yang tidak di kenal.


Arya mengendarai mobildengan kecepatan penuh meninggalkan taman. Sampai di rumah Arya langsung menarik Rengganis masuk ke dalam kamar. Di hempasnya dengan kasar Rengganis hingga terjatuh di atas ranjang. Dengan kasar Arya ******* bibir sang istri tanpa memberikan waktu untuk bernapas. Hingga saat napas kedua sama-sama habis Arya baru melepas ciumannya .


"Lepaskan!" Mencoba memberontak tapi sia-sia kini keduanya malah terjatuh dengan posisi tubuh yang sangat dekat. Keduanya saling tatap hingga suara Rengganis memecah keheningan.


"Aku tidak lupa apa statusku. Aku istrimu, tapi kamu tega mengkhianatiku. Kamu bermesraan dengan wanita lain. Lebih parahnya wanita itu adik sepupuku sendiri." Rengganis sudah tak bisa menahan air mata yang sejak tadi sebenarnya ingin ia tumpah. Hatinya begitu sakit mendapati Arya tengah bermesraan dengan Elisa.


Senyum terbit di bibir Arya yang membuat Rengganis semakin bingung.Ada apa sebenar nya dengan suamiku ini.

__ADS_1


"Apa arti nya kau cemburu?" tanya Arya menatap Rengganis.


Cih cemburu.


"Cemburu atau tidak tapi aku istri mu, kamu wajib menghormatiku, bukan?" jawab Rengganis mengelak.


"Kalau kau tidak cemburu, artinya aku boleh melakukannya dengan wanita manapun."


"Ehmmm ... tidak boleh, kau suamiku!" Wajah Rengganis memerah mendengar kalimat yang keluar dari bibirnya.


"Maaf, aku hanya ..." Belum sempat Rengganis menyelesaikan ucapannya, Arya sudah lebih dulu menyambar bibir wanita itu dengan dengan cepat, ******* dengan penuh kelembutan. Rengganis hanya terpaku mendapat serangan dari suaminya yang tiba-tiba.


Tidak ada penolakan dari Rengganis, Arya pun melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda. Tangannya tak tinggal diam kini sudah masuk kedalam pakaian Rengganis, mengusap dengan lembut perut rata wanita itu. Rengganis yang tersadar dari perlakuan Arya langsung menghentikan kegiatan panas mereka, sebelum semua nya terlalu jauh.


"Mas, tunggu." Rengganis langsung menangkap tangan Arya yang hendak melepas kancing pakaiannya.


"Kenapa?" Arya hampir frustasi karena kegiatannya di hentikan tiba-tiba oleh Rengganis.


"Maaf, Mas, tidak bisa sekarang, aku sedang halangan," ucap Rengganis dengan pipi yang merona, mengingat tadi ia juga menikmati perlakuan Arya pada.

__ADS_1


"Kenapa tidak bilang dari tadi?" Mengusap wajah kasar. Arya memilih masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan sesuatu di bawah sana yang sejak tadi sudah meronta.


Maaf yah segini dulu, jangan lupa kasih vote, like dan juga komen yah πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜


__ADS_2