
21+
**Bab ini sedikit mengandung konten dewasa, bagi yang belum cukup umur harap tutup mata๐คฃ
๐๐๐**
Setelah mendapat persetujuan dari Rengganis, Arya pun kembali melanjutkan kegiatannya. Meraup surga dunia yang sudah lama sekali ia damba. Hingga dua jam berlalu, Arya baru melepaskan sang istri dan membiarkannya istirahat.
"Aku mencintaimu, dan terima kasih sudah mau menikah denganku." Arya ingat bagaimana ia mendapatkan Rengganis. Menawarkan sebuah kesepakatan untuk mengikat wanita itu.
"Ayo kita mandi."
"No!" Bukan apa, Rengganis hanya tidak mau Arya kembali mengerjainya lagi.
"Aku janji hanya mandi, kecuali ..." Arya mengedipkan sebelah matanya.
Rengganis memutar bola matanya malas, bagaimana ia akan percaya, sedangkan tadi saja Arya terus mengerjainya tanpa ampun, walaupun Rengganis sudah berkali-kali memintanya berhenti.
"Cukup Mas, aku lapar." Rengganis berniat beranjak dari duduknya namun tiba-tiba...
"Aw ... kenapa sakit sekali?" gumam Rengganis dalam hati.
"Maaf membuatmu sakit. Tunggulah disini aku akan mengambil makanan di dapur," ucap Arya lalu beranjak dari duduknya keluar kamar.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian ...
Arya masuk kedalam kamar dengan nampan yang berisi bebagai macam makanan dan buah. Ia meletakkan makanan itu tepat di samping istrinya.
"Ayo makan, kita butuh banyak tenaga untuk melewati malam nanti," ucap Arya menggoda sang istri.
"Memang apa yang akan kita lakukan malam nanti?" tanya Rengganis dengan polos.
"Mengulang kegiatan panas kita seperti siang tadi," jawab Arya dengan santai.
Uhukkk ...!
Rengganis langsung tersedak mendengar jawaban suaminya dengan wajah tanpa dosa. Wajah Rengganis merona membayangkan apa yang baru saja mereka lakukan.
"Hei, apa yang kau pikirkan?" tanya Arya menyentil kening Rengganis pelan.
"Aku tidak akan setega itu, jadi makan saja yang banyak, lalu istirahatlah." Arya mengacak rambut Rengganis yang kini masih terlihat malu-malu.
Ternyata Arya menepati janjinya. Setelah membersihkan diri, mereka memilih untuk tertidur kembali. Kali ini tanpa melakukan apapun. Mereka hanya saling berpelukan dan sedikit bercerita tentang masa lalu, mulai dari kehidupan Rengganis saat di desa hingga takdir mempertemukan mereka.
*****
Pagi yang indah dengan suara kicauan burung yang saling bersautan. Rengganis menggeliat dari tidur lelapnya saat merasakan sebuah tangan kekar tengah memeluknya dari belakang. Rengganis berbalik, lantas tersenyum menatap wajah Arya, tanpa sadar tangan itu bergerak membelai mata, hidung dan berakhir di bibir. Masih sangat jelas terbayang bagaimana Arya mencumbunya kemarin.
__ADS_1
"Sudah puas memandangi?" Arya membuka mata saat tangan Rengganis tanpa sadar mengusap bibir miliknya.
Eh...
Rengganis berniat ingin beranjak, namun pergerakannya sia-sai karena Arya sudah menahannya lebih dulu.
"Aโapa yang Mas lakukan? Aku ingin mandi," pinta Rengganis dengan wajah memelas.
"Apa lagi kalau bukan untuk menghukummu!"
"Memang apa salahku?" tanya Rengganis pura-pura.
Tanpa aba-aba Arya memulai kegiatan itu lagi, di pagi hari yang cerah ini. Arya lantas memberikan kecupan di kening Rengganis saat permainan itu selesai.
"Siapa?" Rengganis menatap wajah Arya yang terlihat tegang. Pagi buta seperti ini siapa sih yang menghubungi.
"Lisa ..."
Arya memperlihatkan ponsel miliknya yang menampilkan panggilan dari Elisa.
[Memang stok laki-laki di bumi sudah habis ya, sampai kamu terus ganggu suami aku!]
klik!
__ADS_1
Rengganis langsung mematikan panggilan begitu saja setelah memberikan Elisa sedikit pelajaran.
Minta like, vote, sama dukungannya dong teman-teman๐๐๐