
"Selamat siang, Nona," sapa Bi Lastri yang melihat majikannya sedang menuruni anak tangga. Rengganis sudah terlihat rapi dengan pakaian rumahan.
"Iya, siang juga, Bi." Rengganis lantas membalasnya.
"Tadi Tuan berpesan, kalau Nona sudah bangun di suruh makan lebih dulu, tidak usah menunggu Tuan pulang."
"Hah! Tuan?" Rengganis nampak menjatuhkan sendok yang sedang di pegangnya. Setahunya, Arya akan pulang beberapa hari lagi, tapi tadi Bi Lastri bilang apa? Tuan?
"Apa Tuan beneran sudah pulang, Bi?" tanya Rengganis tak percaya.
"Sudah, Nona, Tuan tadi sampai di rumah pukul sebelas siang." Rengganis lalu melirik jam dinding yang menempel di tembok ruang makan, sudah jam satu siang. Seingatnya tadi setelah sarapan, Rengganis merebahkan tubuhnya di sofa dan menyalakan tv. Lalu beberapa menit selanjutnya, ia tidak ingat apa-apa lagi. Tapi kenapa tadi saat bangun ia berada di kamarnya, apa Mas Arya yang memindahkannya? Berarti tadi itu memang nyata, bukan mimpi.
*****
Bagaimana keadaan ibumu, Lex?" tanya Arya pada Alex yang baru saja menyerahkan sebuah berkas.
"Sudah lebih baik, Tuan."
__ADS_1
"Syukurlah. Maaf, aku belum bisa menjenguknya, aku akan pulang menemui istriku dulu." Arya merapikan beberapa berkas yang baru saja ia tanda tangani.
"Tidak apa-apa, Tuan, hati-hati di jalan."
Arya segera melajukan mobilnya menuju rumah. Ia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Rengganis. Tiba di pekarangan rumah, Arya langsung masuk dan melihat Bi Lastri yang tengah membereskan meja makan.
"Dimana Rengganis, Bi?"
"Nona baru saja naik ke kamarnya, Tuan," jawab Bi Lastri kemudian.
Arya segera menaiki anak tangga menuju kamar. Ia membuka pintu perlahan, dan melihat istrinya yang kini tengah berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponsel.
"Hei, hati-hati, kau bisa terjatuh." Arya membalas pelukan istrinya itu.
"Aku merindukanmu," ucap Rengganis di sela-sela pelukannya.
"Benarkah?" Arya menangkup kedua wajah istrinya, menciumnya berkali-kali. "Aku juga merindukanmu." Melepaskan pelukan, dan membawa Rengganis untuk duduk di sisi tempat tidur.
__ADS_1
"Kenapa Mas Arya tidak membangunkanku?" Rengganis pura-pura cemberut.
"Aku tidak ingin mengganggu tidurmu." Arya mengecup puncak kepala wanita itu.
Rengganis tersenyum melihat wajah suaminya. Entah kenapa saat ini Arya terlihat semakin tampan dari sebelumnya. Apa mungkin ini efek kehamilannya?
"Maaf, aku tidak memberitahumu akan pulang hari ini." Arya tersenyum menatap wajah Rengganis.
"Mas membohongiku." Rengganis mengerucutkan bibirnya, merasa kesal karena Arya tidak memberitahu kepulangannya.
"Maaf."
"Tapi aku senang. Sekarang kamu ada disini."
"Benarkah?"
Rengganis mengangguk, mengiyakan ucapan Arya. Tidak bisa di pungkiri Rengganis begitu merindukan suaminya itu. Padahal baru dua hari mereka berpisah. Lantas Arya mengecup bibir Rengganis dengan lembut, melum*tnya dengan penuh perasaan. Keduanya sudah ada di atas tempat tidur dengan posisi yang sangat intim. Melanjutkan kegiatan panas mereka dengan hati yang sama-sama bahagia. Keduanya hanyut dalam perasaan masing-masing, saling memberi dan menerima. Entah sudah berapa lama kegiatan itu berlangsung, yang pasti author nggak mau tau, dan nggak ingin tau wkwkwkwk.
__ADS_1
MAAF, OTHORNYA NGGAK BISA JELASIN SAMPE DETAIL YANK, MAKLUM MASIH DI BAWAH UMUR WKWKWWK
MAKASIH YANG UDAH NINGGALIN JEJAKπππ