Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Mengunjungi Elisa


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya,kini Arya dan Rengganis tengah berada di mobil yang sama untuk mengunjungi Elisa,setelah tadi mampir lebih dulu di toko mengambil pesanan mereka sebagai hadiah untuk si kecil.


Gelang cantik khas bayi menjadi pilihan mereka,dengan liontin bertuliskan nama baby R yang berada di tengah_tengahnya,menambah kelucuan akan benda itu.Rengganis juga memesan satu gelang lagi sama persis seperti yang akan ia hadiahkan pada anak Elisa,dan akan ia berikan pada Kay nanti setelah ia pulang dari rumah gadis itu.


Mereka sengaja pergi berdua karena ingin berbicara banyak pada keluarga itu,sedangkan baby Kay tengah di asuh oleh Ibu Siti sampai mereka pulang nanti.


"Mas,menurutmu apa El akan menerima kedatangan kita?"tanya Rengganis memecah keheningan,karena sedari tadi keduanya saling diam dan hanya menatap jalanan di depannya.


"Kenapa tidak...?"


"Kira_kira apa ya reaksi Elisa nanti?"wanita itu sudah membayangkan seperti apa reaksi gadis itu,apa akan marah?Atau mungkin langsung mengusirnya.


"Kamu tidak usah khawatir,Om Andreas tidak akan membiarkan El berbuat seperti itu."Arya menatap ke arah sang istri sambil mengulas senyuman.


"Apa...?"wanita itu mencebik,seakan suaminya itu bisa membaca isi pikirannya saja."Memang apa yang aku khawatirkan"


Arya hanya tersenyum menatap wajah sang istri yang tampak bingung."Elisa tidak akan mengusir kita."Jawab Arya santai.


Kenapa ia bisa tau si...


Rengganis masih memikirkan perkataan Arya baru saja.


Mengusir?


paling dirinya yang di usir,tidak mungkin Elisa akan mengusir suaminya,dia kan cinta mati sama Mas Arya.


Ah,kenapa pikiranku jadi kemana_mana...


"Kenapa?Kamu takut di usir...?Apa kita putar balik saja"Arya menepikan mobilnya sejenak,agar Rengganis bisa mempertimbangkan usulannya tadi.


"Tidak....?Kenapa harus takut,"Rengganis menatap Arya dengan yakin,ia tidak ingin terlihat lemah,apalagi jika menyangkut tentang Elisa.


"Baiklah...?"Arya kembali menginjak pedal gas,melajukan kembali mobilnya ke arah rumah keluarga Andreas.


*****


Mobil Arya memasuki halaman rumah keluarga Andreas dan langsung disambut oleh Pak Satpam yang berjaga di pos depan rumah.Arya langsung memperkenalkan diri dan mengatakan tujuannya datang kemari.


Pak Satpam yang sudah mengenal baik nama Arya adalah rekan bisnis keluarga Andreas langsung mengantarnya masuk sampai di depan pintu rumah utama.


"Kamu yakin akan menemui Elisa?"Arya bertanya sekali lagi,sebelum ia benar_benar menekan bel rumah itu.


Rengganis mengangguk seraya tersenyum,ia menggenggam erat tangan suaminya meyakinkan pada Arya bahwa ia benar_benar telah siap menemui gadis itu.


Arya menekan bel sebanyak tiga kali,setelahnya ia menunggu beberapa saat sebelum pintu itu terbuka.Nyonya Sintia yang kebetulan berada di ruang tengah bersama Tuan Andreas langsung menuju pintu depan,saat terdengar suara bel,ia memilih melihat langsung siapa tamu yang datang karena para pelayan tengah sibuk bersih_bersih di ruangan belakang.


"Arya...?"wanita paruh baya itu terkejut saat melihat siapa tamu yang datang mengunjunginya,apalagi kini ia melihat Arya yang membawa Rengganis.


"Selamat pagi,Tante..?"Arya menyapa sopan,lantas menggenggam tangan istrinya lebih erat.


"Pagi,Nyonya Sintia?"Rengganis 'pun melakukan hal yang sama,ia menyapa wanita paruh baya itu dengan sopan,seperti yang Arya lakukan.


"Yang datang siapa,Mi...?"Tuan Andreas masih menatap koran yang ia pegang sambil menyesap teh yang ada di hadapannya.


"I_iya,ayo masuk..."Meski masih terlihat canggung,tapi Nyonya Sintia mengajak dua tamu itu untuk masuk dan menyambutnya dengan sopan.


"Arya...?"Tuan Andreas tak kalah kaget melihat tamu yang datang sepagi ini.


"Ayo silahkan duduk."Ucap Tuan Andreas kemudian.


"Makasih Om."


Lantas ketiganya duduk dengan posisi saling berhadapan,Arya dan Rengganis berada di satu sofa yang sama,sedangkan Tuan Andreas dan Nyonya Sintia 'pun duduk berseberangan dengan mereka berdua.

__ADS_1


Arya menyampaikan maksud kedatangannya ini,tak lain untuk menjalin persaudaraan yang kemarin sempat terputus karena salah paham dan juga permintaan Rengganis yang ingin sekali bertemu dengan Elisa.


"Pi...?"Nyonya Sintia melirik suaminya beberapa kali,meminta pendapatnya tentang permintaan Rengganis yang ingin bertemu dengan Elisa.Karena beliau khawatir mereka akan bertengkar lagi seperti dulu.


Tuan Andreas mengangguk,meyakinkan pada istrinya kalau semua akan baik_baik saja.Lantas meminta wanita paruh baya itu untuk mengantarkan Rengganis ke kamar Elisa yang ada di lantai dua.


"Ayo Nak,Tante akan mengantarmu ke kamar Elisa."Nyonya Sintia mengajak Rengganis menuju lantai dua,tempat dimana Elisa berada.


"Nak...?"Nyonya Sintia menghentikan langkahnya,lalu menggenggam tangan Rengganis.


Rengganis yang merasa kaget langsung ikut menghentikan langkah,lantas menatap ke arah tangan yang tengah wanita itu genggam.


"Maaf...?"Ucap Nyonya Sintia pelan.


Rengganis tersenyum lantas membalas genggaman tangan wanita itu."Tante tidak perlu minta maaf."Balasnya kemudian.


"Maaf untuk semua kesalahan yang keluarga Tante lakukan,termasuk____?"


Rengganis menggeleng,"Tidak ada manusia yang tak punya salah,Tante.Saya paham,apa yang Tante dan Om lakukan semata_mata hanya untuk kebaikan Elisa.


Memang benar yang Kak Rani katakan,gadis ini sangat baik.Bahkan saat Elisa berusaha merebut suaminya,ia masih saja bersikap sebaik ini.


Sebelumnya Nyonya Sintia memang pernah berbincang dengan Nyonya Rani mengenai Rengganis.


Mengenai asal_usul gadis itu,dan juga kehidupannya sebelum di angkat anak oleh keluarga Adrian.


Ternyata Rengganis sudah banyak mengalami kesulitan,hingga ia tumbuh menjadi gadis yang kuat seperti sekarang.


"Maaf,sekali lagi maaf...?"Wanita paruh baya itu tersenyum tulus,ia tidak menyangka kalau gadis yang selama ini sudah banyak mengalami kesusahan akibat ulah anaknya,masih mau memaafkan dan datang secara langsung ke rumahnya.


*****


"El....?"Nyonya Sintia mengetuk pintu kamar Elisa beberapa kali,namun tidak ada sautan sama sekali dari dalam sana.


"Elisa...?"Nyonya Sintia kembali mengetuk,kali ini dengan ketukan yang sedikit keras.


Akhirnya setelah menunggu sedikit lama,baru terdengar sautan dari dalam.Nyonya Sintia lantas membuka pintu pelan,agar ia tidak mengganggu cucunya yang mungkin saja sedang tidur.


"Ada apa,Mi_....?"Ucapan Elisa menggantung saat ia melihat ke arah pintu,ternyata yang masuk bukan hanya maminya,tapi juga____wanita itu.


"El...?Apa Baby R sedang tidur...?"Mami Sintia melihat ke arah ranjang bayi,melihat cucunya yang ternyata memang sedang tidur.


"Kenapa Mami membawa dia kemari...?"tanya Elisa ketus,ia bahkan tidak melirik sama sekali ke arah Rengganis.


"El...?Kamu yang sopan,dia tamu kita lho...?"Mami Sintia mencoba memperingatkan anaknya agar tidak keterlaluan.


"Cih,Apa Mami sudah termakan rayuannya?"Ia menatap Rengganis sinis,lalu kembali memalingkan wajahnya."Kenapa semua orang bersikap baik padanya."


Nyonya Sintia hanya menggeleng mendengar perkataan Elisa yang tampak kesal,lantas ia mencoba mendekat ke arah gadis itu.


"Tante...?"Tiba_tiba Rengganis menahan Nyonya Sintia yang hampir mendekat ke arah anaknya.


"Bisakah tinggalkan kami berdua...?"


Nyonya Sintia terdiam sesaat,lantas mengangguk setuju.Wanita itu kemudian melangkah menuju pintu dan menutupnya kembali dari luar.


"Untuk apa kamu datang kesini."Elisa masih saja bertanya dengan ketus,ia terlihat tidak berubah sedikit pun sama seperti terakhir kali mereka bertemu.


"Apa ya...?"Rengganis menjawab santai,sambil melangkah menuju ranjang bayi tempat Baby R tertidur pulas.


"Ternyata anak mu sangat tampan."Puji Rengganis saat melihat wajah Baby R yang tengah terlelap.


"Tentu saja,dia 'kan mirip sekali dengan Papanya."Balas Elisa tak mau kalah.

__ADS_1


Rengganis menggeleng,lalu tersenyum ke arah Elisa."Apa sekarang kamu sedang mengakui ketampanan suami mu?"


Membuat Elisa tercekat,karena merasa pertanyaan tadi hanya lah sebuah jebakan untuknya.


"Maksudnya____...?"


"Iya,Roy memang tampan,dan aku tau itu."Tersenyum mengejek lantas kembali berkata.


"Tapi yang pasti suamiku paling tampan."


Kali ini Rengganis tersenyum bangga.


"Maka dari itu,aku menyukai Kak Arya karena dia memang tampan."Kali ini Elisa menatap ke arah Rengganis,ingin melihat ekspresi wajah wanita itu.


Rengganis langsung tersenyum kecut mendengar Elisa yang terang_terangan menyatakan perasaannya pada Arya di hadapannya langsung.


"Siapa pun berhak kok menyukai Mas Arya,Tapi aku percaya Mas Arya tidak akan pernah menghianati ku."


"Oh ya...?"Elisa tersenyum sinis.


"Kamu terlalu percaya diri."Ucap Elisa telak.


Rengganis mengepalkan kedua tangannya,merasa sedikit terprovokasi karena ucapan Elisa yang baru saja ia dengar.


"Aku yakin Kak Arya bisa saja berpaling jika dia menemukan gadis yang lebih baik dari mu."Ucap Elisa lagi,ia merasa menang karena melihat Rengganis yang hanya diam tanpa membalasnya.


"Aku tidak peduli sebanyak apa gadis di luar sana yang menginginkan Mas Arya,yang terpenting sekarang akulah istri satu_satunya.Aku juga sungguh heran,kenapa sekarang banyak sekali PELAKOR TIDAK TAU MALU.Ck,ck apa mereka sudah kehilangan harga dirinya,hingga menggoda suami orang."Rengganis membalas ucapan Elisa dengan menekankan pada kalimat PELAKOR.


Elisa yang merasa tersinggung saat Rengganis menyindirnya dengan pelakor langsung meradang."Apa maksudmu!"


"Maksud ku...?"Rengganis kembali tersenyum simpul.


"Entah lah,aku hanya menyimpulkannya sendiri."Lantas kembali menatap ranjang yang tengah di pakai oleh Baby R tidur.


"Ternyata kamu menyukai ranjang bayi seperti ini?"Rengganis mengalihkan pembicaraan,dengan membahas ranjang bayi yang ada di depannya.


"Tentu saja,itu hadiah mahal dari teman Kak Roy,makanya aku memakainya."Bahkan Elisa lupa kalau baru saja ia bersitegang dengan wanita itu,kini perhatiannya beralih pada ranjang bayi.


"Oh,ya...?Padahal aku sendiri lho,yang memilih untuk baby kalian.Aku juga yang memesan langsung warna emas untuk tulisan nama kalian."Ucap Rengganis tersenyum bangga.


Elisa langsung tersentak,mendengar pengakuan Rengganis tentang ranjang itu.


*Memilih


Warna tulisan*


Elisa melangkah mendekati ranjang yang di pakai baby R tidur,lalu ia bolak_balik mencari tulisan yang di maksud Rengganis tadi.


Ia berharap Rengganis hanya berbohong.


"Kamu cari apa...?"Rengganis melipat kedua tangannya,seraya mengamati Elisa yang masih sibuk di depannya ini.


"Kamu cari tulisan itu?"Rengganis kembali bersuara,tapi Elisa sama sekali tidak tertarik sedikit pun.Ia hanya sibuk mencari_cari tulisan yang katanya ada di ranjang itu.


"Kamu bisa lihat saat baby R sudah bangun nanti."


Elisa yang merasa tidak sabar lantas mengangkat baby R pelan,memindahkannya ke atas ranjang tempat tidur.


Elisa menyibak satu persatu kasur bayi,serta apapun yang ada di dalam keranjang itu,benar saja di sana tertulis nama Elisa dan Roy menggunakan warna emas.


Elisa mundur beberapa langkah,menyesal karena telah menerima tawaran Roy untuk memakai keranjang bayi itu sebagai tempat tidur baby R selama ini.


UHUYYYU PART SELANJUTNYA MASIH TENTANG RENGGANIS DAN ELISA YA.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN NYA.


JANGAN PELIT_PELIT ATUH???


__ADS_2