Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Elisa


__ADS_3

Gadis cantik, hidung mancung dan kulit putih bersih itu adalah Elisa Andreas. Putri dari Tuan Andreas dan Nyonya Sintia yang merupakan adik kandung Tuan Ardian.


Meski orang tuangyya tak kalah kaya raya seperti sang paman, tapi Elisa merasa lebih nyaman hidup di Keluarga Ardian. Bukan soal materi yang menjadi masalah, Elisa selalu merasa terabaikan karena orang mereka sibuk pada pekerjaannya. Oleh sebab itu Elisa mencari kasih sayang dari keluarga lain.


Kebetulan keluarga Ardian sudah lama menginginkan seorang anak, tapi sampai saat itu belum mendapatkan, sampai kecelakaan itu terjadi dan menyebabkan Tuan Ardian meninggal.


****


Pagi sekali Elisa terlihat sudah rapi. Elisa berniat ingin memberi kejutan pada seseorang yang sangat ia cintai. Dengan senyum yang terus mengembang di bibir Elisa melangkah menuruni anak tangga. Di meja makan terlihat Nyonya Rani dan Bu siti sedang menunggu kedatangan Elisa untuk sarapan bersama.


"Tante, kenapa Bi Siti satu meja makan dengan kita? Dia 'kan cuma pelayan di rumah ini, harusnya Bi Siti makan di belakang sama pelayang yang lain." El merasa heran kenapa bisa seorang pelayan satu meja makan dengan majikan, dan lihat saja kenapa pakaian Bi Siti sekarang berbeda dengan yang pembantu lainnya di rumah itu.


"El ... " Nyonya Rani menjeda ucapannya karena ingin menjelaskan keadaan yang sudah banyak berubah. "Bi Siti adalah orang tua Rengganis, anak angkat tante sekarang. Jadi wajar jika kita satu meja makan dengannya.


Elisa melongo, masih tidak percaya kalau anak angkat tantenya itu hanya seorang anak pembantu. Pantas saja terlihat kampungan

__ADS_1


cih dasar upik abu jangan harap kau akan jadi tuan putri di rumah ini.


"Ehm .. Tante, El berangkat dulu." Mencium tangan Tante Rani tanpa memandang sedikitpun pada Bu Siti yang ada di sampingnya.


"Hei .. kau mau kemana, El? Bahkan kau belum menyentuh makanan sama sekali." Namun sepertinya Elisa sudah tidak mendengarnya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Elisa tiba di kantor Arya dengan senyuman penuh kebahagiaan. Akhirnya setelah dua tahun berpisah kini Elisa bisa bertemu dengan Aryaโ€“pria yang sangat Elisa cintai.


Setelah keluar dari lift Elisa menghampiri seorang wanita yang tak lain adalah sekertaris pribadi Arya. Alex yang kini menjadi sekertaris plus asisten pribadi Arya terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang sangat di kenalnya itu. Elisa adalah salah satu wanita yang selama ini gencar mendekati tuannya namun tak pernah berhasil. Karena dari dulu Arya terkenal dengan sikap pendiam dan sedikit agak angkuh. Namun di balik itu semua Arya adalah sosok pria yang baik dan peduli kepada semua teman-temannya.


"Ada apa lex?" Arya masih berkutat dengan pekerjaan tanpa mengalihkan pandangannya pada Alex.


"Maaf, Tuan, di depan ada ..."

__ADS_1


"Hai sayang aku merindukan mu." Tiba-tiba seorang wanita menyelonong masuk ke ruangan Arya dan bergelayut manja di lengan pria itu.


"Kalau begitu saya permisi, Tuan," ucap Alex mengambil langkah seribu untuk segera kabur dari tempat itu.


"Siโ€“al! Kenapa kau biarkan wanita ini masuk. Hei, asisten tidak tau diri, awas kau!"


"Kak ...!" Elisa merengut mendengar makian Arya.


"Lepaskan tanganmu dari tubuhku!" sentak Arya dingin


Elisa mengira Arya sudah berubah dan bisa menerimanya. Semenjak tinggal di luar negeri Elisa banyak belajar merubah penampilan supaya terlihat cantik dan berkelas, berharap suatu hari nanti Arya akan mencintai dan menerimanya sebagai seorang kekasih.


Namun sepertinya harapan Elisa sia-sia karena sampai kapanpun Arya tak akan pernah tertarik pada dirinya.


"Tolong jauhi aku, El. Aku tak ingin semakin melukaimu," ucap Arya ketus. Arya berdiri dan meninggalkan ruangan di ikuti suara pintu yang di banting dengan sangat keras. Elisa melorot terduduk di lantai sambil menangis terisak. Merasakan sakit hati untuk kesekian kalinya, dan lebih mirisnya lagi di sebabkan oleh orang yang sama.

__ADS_1


Arya Pratama ... Kau hanya milik ku, dan akan tetap jadi milik ku!


Elisa bertekad memperjuangkan perasaannya sampai titik darah penghabisan.


__ADS_2