Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Tidak Terima


__ADS_3

*****


Kediaman Wijaya


Pagi ini suasana meja makan nampak dingin tak seperti biasa.


Kegagalan atas kerja sama dengan keluarga Pratama menjadi penyebab utama.


Bagi Tuan Wijaya kerjasama dengan keluarga Pratama ialah peluang yang besar untuk memajukan perusahaannya lagi.


Namun semua harus kandas karena kerja sama itu telah di menangkan dari pihak keluarga Ardian.


"Kenapa bisa kamu kalah dari keluarga Ardian yang jelas-jelas tidak ada apa-apanya dengan kita." Tuan Wijaya terus mencecar Rangga dengan berbagai pertanyaan mengenai kekalahan kemarin.


"Apalagi kamu di kalah kan oleh seorang anak pembantu tak tau diri itu."


"Rengganis memang hanya anak seorang pembantu pa, tapi dia bukan gadis seperti itu." Rangga merasa tidak terima karena sang papa terus-terusan menghina Rengganis.


Terus saja kau membelanya, batin Rangga.


"Sudahlah, Pa. Tidak ada gunanya kita berdebat dengan Rangga yang jelas-jelas masih mencintai gadis itu. Lagian kita bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan lain."


Rangga pun berdiri meninggalkan meja makan tanpa mempedulikan panggilan dari mereka.

__ADS_1


Jujur saja Rangga masih sangat mencintai Rengganis. Hatinya masih sepenuhnya milik gadis itu.


******


"Aku harus cari cara untuk menggagalkan pernikahan ini. Tapi bagaimana dengan Ibu? Aku tidak mungkin mengecewakan Ibu dan Mama Rani yang selama ini sangat baik denganku."


Rengganis menghela napas dengan kasar. Bagaimana pun pernikahan ini bukan keinginannya.


Hampir pagi menjelang Rengganis tidak dapat memejamkan mata karena terus berpikir tentang acara pernikahan yang akan di langsungkan beberapa hari lagi.


Keesokan paginya.


Dengan wajah yang sedikit pucat akibat kurang tidur Rengganis memulai aktifitas seperti biasa.


ceklek,


"Permisi, Nona. Tuan Arya ingin bertemu dengan Anda." Asisten Tari menyampaikan kedatangan Arya.


Tak lama setelah itu muncul seorang pria tampan memasuki ruangan Rengganis.


"Selamat pagi Nona Rengganis. Semoga harimu menyenangkan." Arya tersenyum cerah.


"Ada apa lagi Anda datang kemari? Bukankah saya sudah menyetujui permintaan Anda tentang pernikahan itu?" ucap Rengganis dengan ketus.

__ADS_1


"Aku hanya ingin memastikan Anda tidak kabur di hari pernikahan kita."


Rengganis berdecih sinis.


"Hari ini Ibu mengajak fitting gaun pernikahan. Jadi bersikaplah baik padanya. Nanti setelah makan siang sekertarisku akan menjemput Anda. Jadi, bersiaah," ucap Arya lalu pergi meninggalkan Rengganis yang masih terpaku di tempatnya.


****


Benar saja setelah jam makan siang berakhir orang suruhan Arya menjemput Rengganis untuk melakukan fitting baju pengantin seperti yang sudah di sampaikan tadi.


Dengan mengendarai mobil mewah kini dua wanita beda usia itu menuju salah satu butik terkenal yang menjadi langganan keluarga Pratama.


Rengganis tak pernah membayangkan bahwa calon ibu mertuanya ternyata orang yang sangat baik dan ramah.


Meski mereka mengetahui latar belakang Rengganis yang hanya anak angkat dari keluarga Ardian, tapi mereka tidak pernah mempermasalahkannya.


Sebelumnya Rengganis tak yakin bahwa keluarga besar Arya dapat menerimanya, namun kini Rengganis bisa bernapas dengan lega mengetahui calon mertuanya orang yang sangat baik.


Setelah selesai dengan semua urusan Rengganis di antar kembali oleh supir pribadi keluarga Pratama.


Tak pernah terlintas di pikirannya bahwa ia akan menikah di usianya yang terbilang masih sangat muda. Rengganis juga seperti mimpi jika neberapa hari lagi status nya akan berubah jadi seorang istri...


Ya istri dari keturunan keluarga Pratama ...

__ADS_1


__ADS_2