Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Pernikahan Rangga


__ADS_3

Seminggu kemudian....


"Apa kau sudah siap?"Tuan Wijaya menepuk pundak putranya yang kini tengah bersiap untuk melaksanakan akad nikah di dalam sebuah ruangan.


"Siap,Pa..?"Rangga menjawab enteng ucapan sang Papa lantas kembali sibuk dengan gawai yang ada di tangannya.


"Kemari kan handphone mu."Papa Wijaya mengulurkan tangan kanannya,meminta Rangga agar segera menyerahkan handphone miliknya.


"Untuk apa,Pa?"Rangga bergerak cepat sebelum Papa Wijaya berhasil mengambilnya dan akan tau semua isi hp itu.


"Berikan,cepat...!"


"Tidak...!"


Tuan Wijaya mendekat dan langsung meraih hp itu,membuat Rangga melotot tak percaya karena sekarang benda itu benar_benar berpindah tangan.


"Kau masih menyimpan foto gadis ini?"Tuan Wijaya membuka galeri foto dan ternyata Rangga masih menyimpan banyak foto Rengganis di sana.


"Pa...?"


"Ingat Rangga,sebentar lagi kau akan menikah.Bagaimana perasaan istrimu nanti,jika tau suaminya masih memiliki perasaan pada wanita lain?"Tuan Wijaya menggeleng,lalu kembali meneliti handphone sang anak yang ternyata isinya masih tentang gadis itu.


"Aku hanya menyimpannya,Pa?"Ucap Rangga pelan.


"Apa katamu,menyimpan?"Tuan Wijaya mengulang perkataan laki_laki di depannya ini.


Tuan Wijaya kembali menggeleng.Ia begitu heran,hanya karena cinta kenapa putranya menjadi laki_laki yang begitu bodoh.


"Hapus...!"


Tuan Wijaya memberikan hp yang tadi ia rampas pada pemiliknya,sedangkan Rangga mengernyit heran.


"Tapi,Pa...?"


"Papa bilang,hapus...!"Kali ini suaranya mulai meninggi,di sertai sorot mata tajam yang siap mencabik_cabik tubuh laki_laki di depannya.


Rangga pasrah dan menghapus semua foto_foto gadis itu yang ada di handphone miliknya.Padahal itu adalah kenangan terakhir yang masih ia simpan,karena foto_foto yang lain sudah lama ia tempatkan di pojok gudang rumahnya.


Maaf,tidak ada satu pun yang tersisa sekarang...

__ADS_1


*****


Andira menatap penampilan dirinya di depan cermin,mengerjap beberapa kali hanya untuk menetralkan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak sangat kencang.


Benarkah aku akan menikah?


Gadis itu memegang kedua pipinya,lalu mencubitnya sendiri dengan keras.


"Auw......?"Andira memekik karena ulahnya sendiri,membuat salah satu perias yang hendak ke luar ruangan kembali menghampirinya.


"Nona tidak apa_apa...?"Gadis itu memeriksa tubuh Andira dengan teliti,wajahnya terlihat cemas seakan ia akan menerima hukuman yang berat jika sesuatu terjadi pada wanita itu.


"Em....tidak?"Andira menggeleng sambil memasang muka polosnya.Lalu menunjuk ke arah pipinya,yang sedikit berantakan karena ulahnya tadi.


"Biar saya rapikan,Nona tenang saja."Gadis itu cepat_cepat membuka alat make up yang tadi sempat ia kemasi,dan langsung merapikan riasan di wajah Andira.


Pasti Nona sangat panik melihat make up di wajahnya berantakan.


Astaga,apa yang aku lakukan?


Padahal tadi jelas_jelas semuanya sudah rapi.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka,terlihat Nyonya Yuni berjalan anggun menghampiri Andira yang tengah duduk menghadap kaca besar di depannya.


"Kau senang...?"Nyonya Yuni tersenyum sinis pada gadis di depannya ini.


Andira hanya menunduk tanpa menjawab apapun,ia tau pertanyaan tadi hanyalah sebuah ejekan semata yang sengaja keluar dari bibir wanita paruh baya itu.


"Sekarang kau pasti sangat senang,karena sebentar lagi hidupmu akan berubah.Kenapa di dunia ini banyak sekali manusia tidak tau diri."Nyonya Yuni semakin mengolok_olok Andira dengan semua kata_kata tajamnya,membuat gadis itu seketika menatap tajam ke arah wanita paruh baya itu.


"Jaga bicaramu Nyonya,saya sama sekali tidak seperti apa yang Anda bicarakan tadi."


"Cih,bilang saja kau sengaja menggunakan wajah polos mu itu untuk menjerat putraku.Apa selamanya ini kau memang seperti itu?Menjerat setiap laki_laki kaya yang ada di sekitarmu."


Andira terlihat mengepalkan kedua tangannya,jika saja bukan karena Ayah Jefri yang terus memaksanya untuk menikah dengan Rangga,mungkin ia akan dengan senang hati menolak lamaran itu kemarin.


Ia bukan gadis yang memanfaatkan tubuhnya demi sebuah harta.


Setelah keduanya saling diam cukup lama,dari arah pintu terlihat salah satu pelayan masuk dan memberitahukan bahwa acara akad akan segera di mulai.

__ADS_1


Nyonya Yuni tampak melenggang meninggalkan kamar tanpa mempedulikan Andira yang masih terlihat kesal,dan tak sengaja berpapasan dengan Jefri yang saat itu ingin menemui Andira.


Tatapan keduanya bertemu,tapi Jefri sama sekali tidak peduli.


Yang paling penting baginya sekarang adalah segera menikahkan Andira dengan Rangga agar kehidupannya terjamin.


"Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri."Ucap Pak Penghulu yang memimpin acara tersebut.


Semua merasa lega karena acara berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikit pun.Tuan Wijaya tampak berbincang dengan para rekan bisnisnya,begitu pula Rangga,laki_laki itu terlihat asik mengobrol bersama para teman_temannya.


"Dira...?"Jefri berbisik pelan,laki_laki itu terlihat menghampiri sang anak yang tengah berdiri sendirian setelah menyalami para tamu.


"Ada apa,Yah?"Andira menoleh menatap sang Ayah yang terlihat berjalan tergesa_gesa ke arahnya.


"Mana suami mu?Ayah ingin menagih rumah mewah yang sudah mereka janjikan kemarin."Jefri terlihat menatap sekeliling mencari keberadaan sang menantu barunya.


"Yah....?"Andira menarik cepat tangan sang Ayah yang sudah ingin pergi dan menuju ke arah suaminya berdiri.


"Ayah bisa 'kan menunggu sampai acara ini selesai?Dira tidak ingin Tuan Rangga malu karena permintaan Ayah tadi."Gadis itu mencoba menahan Jefri yang ingin segera menemui Rangga,ia takut Ayahnya itu membuat ulah dan mempermalukan keluarga Wijaya nantinya.


"Tapi Ayah harus segera menemuinya,bagaimana kalau keluarga suami mu itu lupa janji nya kemarin?"


Jefri masih saja bersikeras ingin menghampiri Rangga,dan mengatakan perihal rumah mewah yang di janjikan oleh keluarganya.


"Tolong Yah?Kali ini saja."Andira memohon dengan sangat agar ayahnya mau mengerti dan menunda keinginannya kali ini.


Jefri terdiam melihat Andira yang begitu memelas kepadanya,lalu ia tersenyum dan mengangguk,mengiyakan permintaan Andira kali ini.


Aku akan minta ganti rugi karena mereka terlambat memberikan rumah mewah itu.


Jefri tampak tersenyum lantas melangkah menjauhi Andira menuju tempat lain.Sedangkan gadis itu merasa lega,setidaknya ia berhasil meyakinkan sang Ayah untuk tidak mempermalukan keluarga Wijaya di depan para rekan bisnis mereka.


Kabar pernikahan Rangga Wijaya langsung tersebar luas dan menjadi trending topik terhangat saat ini.Bagaimana tidak,laki_laki yang selama ini tidak terdengar mempunyai hubungan dengan wanitamana pun,tiba_tiba saja menikah dan menggelar acara resepsinya dengan mewah.


Rengganis juga sudah mendengar kabar itu langsung dari suaminya yang kebetulan menerima undangan pernikahan mereka sendiri.Namun karena Rengganis tengah hamil muda,ia memutuskan untuk tidak datang ke acara itu dan memilih mengiriminya hadiah untuk keduanya.


Semoga kamu bahagia,Mas...


Rengganis mematikan tv yang tengah menayangkan acara pernikahan mewah dari keluarga Wijaya,wanita itu melangkah menuju kamar,menyusul Arya yang tengah asik bermain bersama putrinya.

__ADS_1


__ADS_2