Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Pembangunan Proyek


__ADS_3

Pagi sekali Rengganis sudah membangunkan Arya. Hari ini rencananya Arya akan berangkat ke luar kota bersama Alex. Setelah siap, Rengganis mengantar sang suami sampai di depan pintu.


"Mas, hati-hati di jalan," ucap Rengganis menatap wajah Arya.


"Aku yang harusnya mengatakan itu, karena kamu sedang hamil." Arya tersenyum mendengar pesan sang istri.


"Iya, aku akan baik-baik saja."


Arya memberikan kecupan di pipi Rengganis Ia juga langsung beralih ke perut, dan mendaratkan satu kecupan di sana," Ayah pergi dulu ya, Sayang."


Rengganis membelai lembut kepala Arya yang berada di perutnya. "Aku pergi dulu." Arya kembali berpamitan dan menuju ke mobilny sesaat setelah itu. Arya melambaikan tangan pada istrinya yang menatapnya dari depan pintu.


Pembangunan proyek baru yang kebetulan di tangani Perusahaan Andreas terletak di tengah-tengah kota. Butuh waktu lima jam untuk sampai di tempat itu. Arya yang berangkat dari rumah jam 6 pagi, dan sampai proyek sekitar jam 11 siang. Beruntung jalanan pagi yang belum terlalu ramai membuat perjalanan terasa lebih cepat.


Sampai di proyek Arya langsung di sambut manager bagian pelaksana yang bertugas mengurus proyek itu. Mereka pergi bersama-sama menuju proyek pembangunan. Dengan memakai alat pelindung Arya meninjau proyek pembangunan yang terlihat masih tahap awal.


"Kami sudah mengerahkan cukup banyak pekerja," ucap manager proyek.


"Iya, saya mau pembangunan ini bisa secepatnya selesai. Jadi, bisa sesuai target yang sudah kita janjikan." Arya benar-benar berharap kerjasamanya bisa berjalan dengan baik, dan tidak meleset dari rencana awal.


"Baik, Pak."


Arya pun melanjutkan melihat proses pembangunan yang sedang berjalan, namun matanya berkeliling mencari sesuatu.


"Apa pihak Tuan Andreas belum datang?" tanya Arya pada pria di sebelahnya.

__ADS_1


"Belum, Pak. Mungkin sebentar lagi."


"Kita tunggu mereka dulu." Arya tidak mau kerja dua kali untuk meninjau proyek. Jika ia bersama pihak Tuan Andreas langsung, sudah jelas Arya hanya akan berkeliling satu kali untuk mengeceknya.


Sambil menunggu Arya mengambil ponsel, ia ingin menghubungi Rengganis jika sudah sampai di tempat tujuan.


"Hallo Mas, apa kamu sudah sampai?" tanya Rengganis di seberang sana.


"Iya, aku sudah sampai setengah jam yang lalu. Maaf ya baru menghubungimu."


"Tidak apa-apa, Mas, apa kamu sudah makan siang?"


"Aku akan makan nanti setelah peninjauan ini selesai. Kau juga harus makan siang, dan jangan lupa minum vitamin."


"Iya, aku tidak akan lupa," balas Rengganis.


Mendengar namanya di panggil, Arya menoleh. Ia mendapati Elisa berjalan ke arahnya di ikuti Roy.


"Sayang, maaf aku harus melanjutkan pekerjaan, nanti aku akan menghubungimu lagi." Arya mengakhiri panggilannya.


"Baiklah."


Elisa berjalan ke arah Arya dengan senyum yang terus terukir di bibirnya. "Maaf, aku terlambat."


"Apa Nona tahu, kita sudah menunggu kalian dari satu jam yang lalu?" ucap Alex dengan tatapan sinis.

__ADS_1


Elisa sedikit kesal karena Arya bukannya balas menyapanya, tapi justru Alex yang tiba-tiba memarahinya.


"Sudah, lebih baik kita melanjutkan peninjauan proyek ini agar cepat selesai." Arya menengahi perdebatan antara Alex dan Elisa.


Manager memberikan alat pelindung pada Elisa dan Roy. Mereka melanjutkan bersama-sama meninjau proyek. Setelah semuanya selesai, mereka memutuskan menuju sebuah restoran terdekat untuk makan siang.


*****


"Maaf, Tuan, sepertinya saya harus segera pulang. Baru saja saya mendapat telepon kalau Ibu saya pingsan dan dan harus di bawa ke rumah sakit." Alex meminta ijin pada Arya.


"Lalu, bagaimana sekarang kondisi ibumu?" Arya kaget mendengar kabar mengejutkan itu.


"Saya belum tahu pasti, Tuan, makanya saya ingin secepatnya bisa pulang."


"Baiklah, aku mengijinkanmu pulang, dan bawalah mobilku," ucap Arya lagi.


"Lalu, bagaimana dengan Anda nanti?" tanya Alex bingung.


"Kak Arya bisa pulang satu mobil denganku." Tiba-tiba Elisa menyela pembicaraan keduanya.


Arya nampak berpikir, bagaimana kalau Rengganis sampai tahu kalau dirinya pulang satu mobil dengan Elisa. Namun karena keadaan terdesak, akhirnya Arya menyetujui tawaran dari Elisa.


"Aku akan pulang bersama Elisa, jadi kau tidak usah khawatir."


Alex tahu bahwa Arya terpaksa mengambil keputusan itu. Apa boleh buat, ia harus bisa segera pulang secepatnya.

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan."


Elisa tertawa dalam hati, membayangkan akan pulang satu mobil dengan Arya. Ini akan jadi kesempatan baik untuk mendekati Arya, apalagi Alex sedang tidak ada.


__ADS_2