
"Ekhm......"
Seketika perhatian semua orang yang ada di ruangan itu mengarah ke sumber suara,apalagi ke tiga gadis yang sedari tadi bersikap angkuh,kini nyali mereka tampak menciut.
Tapi tidak dengan Andira,gadis itu masih saja mengerjakan pekerjaan yang mereka suruh tanpa mempedulikan siapa yang datang.
"Tuan...?"sapa salah satu gadis dengan wajah yang ketakutan.
Rangga hanya menatap tajam pada mereka bertiga,lantas segera menarik pergelangan tangan Andira.
Gadis itu terkejut,namun ia tidak bisa menolak saat melihat siapa yang tengah menarik tangannya.
Rangga membawa Andira ke ruangan khusus yang biasa ia pakai saat datang mengunjungi restoran.
"Apa yang kau lakukan...?"Rangga menghempas kasar tangan gadis itu,saat keduanya telah berada di dalam ruangan.
"Apa...?"Andira di buat bingung dengan pertanyaan Rangga barusan,memang ia sedang apa?Tentu saja bekerja.
"Apa setiap hari kau di perlakukan seperti ini!"Laki-laki itu menatap tajam Andira yang membuat gadis itu semakin bingung.
"Jawab...!"teriak Rangga keras,membuat gadis itu terlonjak sambil memegangi dadanya.
"Iy_iya Tuan...?"Andira meremas ujung seragam yang tengah ia pakai.
Apa salahku,kenapa Tuan Rangga marah-marah...
"Dan kau diam saja."
Membuat gadis itu mendongak,menatap wajah laki-laki di depannya ini.
"Saya sedang bekerja Tuan?"Jawab Andira lagi.
"Tugasmu hanya melayani pembeli,kenapa kau mau saja di suruh membersihkan toilet...?"
Rangga kesal mendengar jawaban Andira,seakan ia sama sekali tidak merasa keberatan dengan pekerjaannya tadi.
"Saya tidak apa-apa,Tuan?Lagi pula tugas saya di depan sudah selesai."
Bukan itu yang ingin Rangga dengar.
"ANDIRA....!!!"
Eh apa tadi,dia menyebut namaku...
Darimana laki-laki ini tau...
Andira heran darimana Rangga mengetahui namanya,sedangkan waktu itu Rangga pergi begitu saja sebelum gadis itu sempat memperkenalkan diri.
"Seharusnya kau menolak permintaan mereka."Kali ini suara Rangga sudah kembali normal.
"Tapi_....?"
"Mereka mengancam mu...?"Tanya Arya lagi.
"Ti_tidak Tuan...?"
"Lalu?Kenapa kau mau saja menuruti permintaan mereka?"
"Saya hanya orang baru,Tuan...?"jawab gadis itu seraya menundukkan kepala,sungguh Andira juga tidak mau di suruh-suruh seperti ini.Tapi apa boleh buat,dia tidak punya siapa pun yang akan membelanya nanti jika ia dalam masalah.
"Apa orang baru layak di tindas?"Kali ini pertanyaan Rangga membuat gadis itu terdiam,hingga Rangga kembali berbicara.
"Kau bisa 'kan,coba membela diri saat ada orang yang menindas mu?"
__ADS_1
"Saya tidak apa-apa,Tuan?Saya sudah terbiasa hidup seperti ini."Ucap Andira lirih.
Rangga menghembuskan napas pelan,menatap lekat wajah gadis di depannya ini.
Sudah beberapa hari ini Rangga memang mengetahui perlakuan ketiga karyawannya pada Andira dari orang yang ia suruh memata-matai gadis itu.Namun baru sekarang Rangga punya waktu untuk datang sendiri ke restoran,dan saat Rangga tiba di tempat itu,ia tidak melihat Andira di mana pun.Lantas Rangga menyusuri setiap ruangan yang ada di restoran miliknya.Benar saja ketiga gadis itu sedang mengerjai Andira untuk membersihkan toilet.
Heran nya Manager restoran membiarkan Andira terus di tindas oleh ke tiga seniornya,dan bersikap biasa saja.
Andai Rangga tidak menyuruh orang mengawasi gadis itu,mungkin ke tidakadilan ini akan terus berlanjut.
"Bodoh...!"Rangga menyentil kening gadis itu pelan,lalu mendaratkan tubuhnya di sofa ruangan itu.
Andira hanya bisa terdiam sambil mengusap bekas sentilan di kening,ia bingung harus menjawab apalagi.
"Kalau semua orang bersikap sepertimu,dunia ini akan di kuasai oleh orang-orang jahat."Ucap Rangga kemudian.
"Saya bingung Tuan,bagaimana kalau mereka menyakiti saya?"
Rangga mendongak,menatap wajah bingung Andira.Memang benar yang di katakan gadis itu,karena Rangga tidak selalu ada di tempat ini untuk membelanya.
"Kau bisa gunakan namaku untuk membungkam mulut mereka."
"Maksud,Tuan...?"Andira bingung dengan pernyataan Rangga barusan,apa laki-laki ini mengijinkan ia memperkenalkan nya sebagai kekasih,pada semua orang?Misalnya🤣🤣🤣
Rangga menggeleng,melihat kepolosan gadis di depannya ini.
"Kau bisa katakan pada mereka,kalau aku sendiri yang membawa mu kemari."Jawaban Rangga sontak membuat Andira merengut,hingga membuat laki-laki itu tersenyum kecil.
Apa pedulinya mereka tentang siapa yang membawanya kemari,toh sang manager yang sedari awal tau juga diam saja melihat ia di perlakukan seperti itu.
"Apa yang kau pikirkan...?"Rangga kembali membuka suara,saat tidak ada jawaban sama sekali dari gadis itu.
"Ti_tidak Tuan...?"Andira menggeleng cepat,lantas membuka kembali suaranya."Apa mereka akan percaya...?"
"Tentu saja.Kau tidak percaya dengan bosmu sendiri?"Ucap Rangga santai.
Tentu saja percaya,terserahlah bos mau bagaimana yang penting mereka tidak mengerjaiku lagi...
"Sekarang kau boleh keluar."
Eh dia mengusirku...
Andira masih diam ditempatnya,membuat Rangga mengernyit heran.
"Keluar...!"Ucap Rangga dengan suara yang sedikit keras.
"Eh...Baik,Tuan."Andira segera berbalik dan melangkah menuju pintu,
"Panggil manager untuk menemuiku."Ucap Rangga tegas,Andira yang masih memegang handle pintu seketika terhenti,lantas memutar tubuhnya kembali menghadap Rangga.
"Baik Tuan."Membungkuk lantas bergegas pergi meninggalkan ruangan untuk mencari sang manager restoran.
Andira mencari keberadaan sang manager yang ternyata tengah asik minum kopi di sudut ruangan,restoran sudah tampak sepi hanya ada para pegawai yang tengah membersihkan tempat itu bersama-sama.
"Pak...?"Sang manager lantas menoleh,melihat Andira yang tengah berdiri di sampingnya.
"Ya...?Apa pekerjaanmu sudah selesai?"tanya laki-laki itu.
"Bapak di minta ke ruangan Tuan Rangga."Andira tidak menjawab pertanyaan laki-laki itu tapi langsung menyampaikan pesan Rangga tadi,ia takut bosnya itu terlalu lama menunggu hingga membuatnya marah.
"Tuan Rangga...?"sang manager tersedak kopi yang tengah ia nikmati.Kapan bosnya itu datang,kenapa ia sampai tidak tau.
"Ia,Tuan Rangga tengah menunggu Bapak di ruangannya sekarang."
__ADS_1
Tanpa menunggu lama,sang manager lantas berlari ke arah ruangan bosnya yang terletak di samping ruangannya sendiri.Ia tampak memutar otaknya,kira-kira apa yang akan bosnya bicarakan hingga memanggilnya.
Sedangkan kedatangan Rangga sangat lah tiba-tiba,biasanya laki-laki itu akan datang ke restoran siang hari atau paling sering saat sore.Tapi kini kenapa datang malam,saat restoran akan tutup.
Tiba di depan ruangan,manager itu mengetuk pintu pelan.Terdengar sautan dari dalam,baru ia berani masuk dan melangkah dengan hati-hati.
"Duduk..."
Rangga menunjuk kursi yang ada di depannya,sedangkan tangan satunya masih sibuk memainkan ponsel.
"Selamat malam Tuan Rangga,maaf saya tidak tau kalau Anda datang."Ucap sang manager sopan.
Cih tentu saja tidak tau,kau bahkan sibuk dengan urusanmu sendiri...
"Bagaimana perkembangan restoran?"Rangga membuka suara,seraya meletakkan ponselnya di atas meja.
"Perkembangan restoran sangat baik,Tuan?Bahkan sudah seminggu ini pengunjung sangat ramai."Jawab sang manager tersenyum bangga.
"Bagaimana dengan Andira,apa dia bekerja dengan baik?"tanya Arya lagi.
"Tentu saja,Tuan?Andira bekerja sangat baik,bahkan_....?"
"Kau membiarkannya terus di tindas,begitu...?"
Sebelum sang manager melanjutkan kalimatnya,ternyata Rangga lebih dulu memotongnya.
Wajah sang manager seketika pias,memang selama ini ia mengetahui jika ada pegawainya yang sering memperlakukan Andira dengan buruk,tapi ia tidak menyangka kalau bosnya terlihat kesal mengetahui fakta ini.
"Bu_bukan begitu Tuan?Mereka hanya_..."
"Menyiksanya?Apa kau pikir aku tidak mengetahui semuanya."Jawab Rangga tegas.
"Dan kau membiarkan mereka berbuat tidak adil,iya?"
Rangga begitu marah karena manager itu berusaha mengelak,bukan malah mengakui kesalahannya.
"Maaf Tuan,saya janji kejadian itu tidak akan terulang lagi..."Ucap sang manager ketakutan.
Rangga tersenyum sinis,melihat pembelaan laki-laki di depannya ini
"Apa kau bisa menjamin?"
"Tentu Tuan,saya pastikan Andira tidak akan lagi menerima perlakuan buruk mereka,seperti pegawai baru yang lain."Jawab sang manager sedikit lega,karena melihat Rangga tidak semarah tadi.Ia tidak sadar bahwa perkataanya menjadi bumerang untuk dirinya sendiri
"Apa kau bilang...?Jadi maksudmu,setiap ada pegawai baru pasti akan menerima penindasan,begitu?"
Rangga tambah meradang mendengar penjelasan dari sang manager,ia baru mengetahui jika restorannya ini di jadikan ajang penindasan untuk setiap pegawai baru.
Ia sampai melemparkan cangkir kopi yang belum sempat ia sentuh sama sekali,Rangga beranjak dan menarik kerah baju sang manager itu dengan sorot mata yang tajam.
Sungguh ia tidak akan membiarkan siapa pun bertindak enaknya,apalagi dilakukan di restoran miliknya.
"Ma_maaf Tuan....?"
"KAU........!!!!!?"
MAAF KALO ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN,OTHORNYA TERLANJUR NGANTUK.
LIKE
KOMEN
JANGAN LUPA!!!
__ADS_1