Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Panik


__ADS_3

Arya memacu mobil dengan kecepatan penuh. Rasanya Arya tidak lagi bisa berpikir jernih. Tadi saat sedang ada meeting dengan para pemegang saham, tiba-tiba Alex memberitahu bahwa ponsel miliknya yang sedari tadi di pegang Alex terus berbunyi.


Saat melihat nama pemanggil, Alex melihat nama Pak Supri yang ia ketahui supir pribadi Nona Rengganis. Arya pun segera mengangkat telepon tersebut dan seketika wajahnya memerah.


Alex yang berada di sampingnya bingung dengan perubahan wajah tuannya, apalagi tiba-tiba Arya meninggalkan meeting tanpa memberi penjelasan. Mau tidak mau Alex harus melanjutkan acara itu sampai selesai.


Entah sudah sepanik apa Arya saat ini mendengar kabar sang istri masuk rumah sakit. Harusnya tadi pagi ia tidak meninggalkan Rengganis untuk pergi ke kantor.Arya sangat menyesal karena telah lalai menjaga sang istri.


🌺🌺🌺🌺🌺


Rumah Sakit.


Arya menghentikan mobil saat sudah sampai di depan rumah sakit. Dngan segera Arya berlari menyusuri setiap lorong-lorong untuk mencari di mana ruangan istrinya di rawat. Sangking paniknya Arya sampai lupa bertanya pada bagian informasi.


Dari kejauhan Bu Lastri melihat Arya tengah berlari ke arahnya. Dengan napas yang masih tersengal Arya langsung menerobos masuk ke ruangan rawat Rengganis, padahal ada dokter yang masih memeriksanya.


"Dokter, apa yang terjadi dengan istri saya? Apa sakitnya parah"?" cecar Arya memberondong dengan pertanyaannya. Dokter dan perawat saling pandang, tapi kenapa semua malah tersenyum.


Arya tak habis pikir dengan sikap semua orang. Arya mendekat ke Arah Rengganis yang tengah duduk dengan selang infus di tangannya. Memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah sang istri yang baru saja terbangun dari pingsan.


"Maaf, aku tidak bisa menjagamu hingga seperti ini." Arya menatap Rengganis penuh penyesalan.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, Mas." Rengganis tersenyum meski wajahnya masih pucat.


"Seperti ini kau masih bilang baik-baik saja?" Arya menatap gusar wajah sang istri.


"Sebenarnya istriku sakit apa, Dokter?" Arya beralih pada pria berseragam putih.


"Istri Anda baik-baik saja,Tuan," ucap sang dokter.


"Kalau dia baik-baik saja, kenapa bisa pingsan?" sentak Arya tidak terima.


"Nona Rengganis hanya kelelahan, Tuan. Pada kehamilan trimester pertama biasanya ibu hamil sering merasa tidak nafsu makan atau mual, mungkin karena itu nona Rengganis sampai pingsan," jelas dokter lagi.


Trimester pertama?


Hamil?


"Maksud, Dokter, istri saya hamil?" Arya memastikan.


"Benar, Tuan. Nona Rengganis tengah hamil, dan usianya baru menginjak lima minggu."


"Aku hamil, Mas." Rengganis mengusap perutnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Arya langsung merengkuh tubuh Rengganis, membawanya dalam pelukan. Arya begitu bahagia sampai lupa di ruangan itu masih ada dokter dan perawat.


"Terima kasih, Sayang." Arya mengecup wajah Rengganis berkali-kali.


"Kalau begitu kami permisi dulu." Dokter dan perawat segera keluar dari ruangan itu, karena tidak ingin mengganggu kebahagian mereka.


*****


Sore hari tuan dan Nyonya Pratama mengunjungi Rengganis di rumah sakit. Mama Anggi begitu sangat antusias mendengar kabar kehamilan menantunya itu. Bahkan Mama Anggi langsung menghubungi Nyonya Rani untuk memberikan kabar bahagia tersebut. Dan di sini lah sekarang wanita paruh baya itu masih sibuk mengupas beberapa buah untuk di berikan pada Rengganis.


"Sayang, apa kamu masih ingin makan sesuatu?" tanya wanita itu sembari duduk di dekat ranjang Rengganis.


"Tidak, Ma, aku udah kenyang. Makasih yah, Ma, sudah datang kesini," ucap Rengganis penuh rasa haru.


"Tak perlu sungkan. Mama tau rasanya hamil itu seperti apa. Yang penting jaga kesehatan kamu ya, Nak. Juga cucu mama di sini." Mama Anggi mengelus perut Rengganis yang masih rata.


Mama Anggi dan Papa Pratama akhirnya pamitan pulang karena waktu sudah cukup larut malam. Kini di ruangan itu hanya tinggal Arya dan Rengganis yang masih asik berbagi ranjang. Arya tidak membiarkan sedikitpun untuk Rengganis melakukan sesuatu, bahkan Arya sendiri tadi yang membantu memandikan sang istri.


Entah kenapa perasaan Rengganis menghangat. Dulu Rengganis sempat menolak dengan tegas pernikahan ini. Tapi nyatanya sekarang Rengganis begitu sangat bersyukur karena berjodoh dengan pria sebaik Arya.


Minta dukungannya dong teman-teman, buat Author yang masih level belajar ini. Jangan lupa tinggalkan jejak yah πŸ™

__ADS_1


__ADS_2