Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Calon Istri


__ADS_3

Hari ini Rengganis sedang ada pertemuan bisnis di salah satu restoran terkenal di ibu kota.


Berhubung pernikahannya tinggal beberapa hari lagi Rengganis ingin menyelesaikan pekerjaaan sebelum hari H tiba.


Kebetulan di salah satu meja nampak Rangga sedang ada pertemuan bisnis juga dengan salah satu kolega.


Rangga yang melihat Rengganis di tempat yang sama pun berniat menghampiri dan ingin menanyakan sesuatu yang akhir- akhir ini mengganjal pikirannya.


Rengganis yang melihat Rangga ingin menghampiri buru-buru membereskan pekerjaan dan berniat meninggalkan tempat itu. Namun belum sempat Rengganis pergi sebuah tangan kekar mencekal lengannya.


"Kenapa kau selalu menghindariku, Rengganis? Apa salahku?" tanya Rangga sambil menatap wajah wanita yang sangat di cintainya itu.


"Aku tidak bermaksud menghindarimu, Mas. Tapi, mungkin kita lebih baik menjaga jarak karena aku akan segera menikah." Rengganis memalingkan wajah nya tak menatap lawan bicara nya.


"Apa benar yang tertulis di undangan itu bahwa kau akan segera menikah dengan Arya pratama?"


"Tolong jawab Rengganis, jangan diam seperti itu." Rangga masih memaksa Rengganis untuk berbicara padanya.


"Lepaskan tangan kotormu itu dari tubuh calon istriku!" sentak Arya yang datang tiba-tiba dan menghempas tangan Rangga dengan kasar.

__ADS_1


Lalu menggenggam tangan Rengganis dan membawanya pergi dari tempat itu.


Rengganis yang masih terpaku diam saja saat Arya menyeretnya masuk ke dalam mobil.


Dengan sangat keras Arya membanting pintu yang membuat Rengganis melonjak sambil memegangi dadanya.


Arya mengendarai mobilnya dengan sangat kencang tanpa menghiraukan Rengganis yang ketakutan.


"Hentikan! Aku takut." Sambil menangis terisak Rengganis menatap sekeliling jalan,


"Kau mau bawa aku kemana? Ini bukan jalan menuju rumahku." Rengganis baru menyadari jalan yang mereka lalui bukan menuju ke arah rumahnya.


"Diamlah. Aku tidak akan menyakitimh. Untuk sementara waktu sampai hari pernikahan kita tiba kau akan tinggal di apartemen milik keluargaku."


"Aku sudah meminta ijin Nyonya Ardian dan Ibu. Mereka juga sudah memberikan ijin," ucap Arya tanpa mengalihkan pandangan pada setir kemudi.


"Tenang saja, kita tidak akan tinggal bersama selama belum sah menjadi suami istri." Seakan mengerti apa yang ada di pikiran gadis itu.


"Tapi bagaimana dengan pakaianku? Aku belum mengambilnya."

__ADS_1


"Semua pakaianmu telah aku siapkan. Jadi, kau tak perlu kuatir." Arya tersenyum penuh arti.


Gadis itu membulatkan matanya. Bagaimana mungkin Arya tau ukuran pakaiannya. Dan apa dia menyiapkan pakaian dal** juga untuknya.


Menggelengkan kepala mencoba menepis pikiran kotor yang bersarang di otaknya.


"Hei apa yang kau pikirkan, ayo turun."


Seruan Arya seketika membuyarkan lamunan Rengganis.


Dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa Rengganis turun dan berlari menyusul Arya yang sudah jauh melangkah di depan.


Lift bergerak membawa mereka berdua ke lantai 11 tempat yang akan di tinggali Rengganis untuk sementara waktu, atau selama nya(wkwkwk hanya author yang tau).


Apartemen ini adalah milik pribadi Arya yang sering di gunakan apabila dirinya malas pulang ke rumah atau pun saat ingin mengerjakan tugas kuliah.


Dulu sebelum Arya tinggal di luar negri tempat inilah yang sering menjadi tempat asik untuk mengerjakan tugas oleh Arya dan teman-temannya.


Meski sudah lama tidak di tempati Apartemen ini masih tetap tertata rapi karena setiap pagi ada asisten rumah tangga yang datang untuk bersih-bersih.

__ADS_1


"Di sini hanya ada satu kamar. Gunakanlah dengan baik. Setiap pagi akan ada asisten rumah tangga yang datang untuk membantumu memasak dan merapikan apartemen. Aku harus pergi, masih banyak urusan yang harus di selesaikan," ucap Arya sambil berlalu meninggalkan Rengganis yang masih menatap kagum sekelilingnya.


Maaf up dikit dulu ya temen², bocil lagi dikit rewel nih, jangan lupa tinggal kan jejak yah biar yang nulis makin semangat🙏🙏🙏😘


__ADS_2