
"Keterlaluan kamu Kak..!"Teriak Elisa kesal,saat melihat Roy yang baru masuk ke dalam kamar dan ingin menghampiri Baby R yang masih terlelap di atas ranjang tempat tidur.
Roy menatap sejenak,lalu kembali melangkah ke arah ranjang tanpa peduli dengan makian sang istri baru saja.
"Kamu kenapa?"Roy mengernyit heran,sambil mendaratkan tubuhnya hati_hati di samping anaknya.
"Kak Roy sengaja mau bikin aku malu,iya...?"Elisa masih berdiri di posisinya dengan wajah yang memerah karena kesal.
"Maksudmu apa sih,El...?"Roy masih bingung,kenapa tiba_tiba Elisa marah padanya setelah bertemu dengan Rengganis.
Mendengus kesal seraya melangkah mendekati sang suami yang tengah berbaring memeluk anaknya."Keranjang ini hadiah dari wanita itu 'kan?"Sambil menunjuk keranjang bayi yang tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Dia punya nama El,dan nama nya Rengganis."Jawab Roy santai,ia malah terlihat mulai memejamkan mata.
huhhh
"Jadi Kak Roy sengaja?"Elisa semakin kesal karena Roy malah membela wanita itu ketimbang dirinya.
"Memangnya kenapa,kalau itu pemberian mereka?"
Elisa menghentakkan kakinya ke lantai,tanda ia benar_benar kesal.Bingung dengan apa yang ada di pikiran laki_laki ini.
"Memang kenapa?Kak Roy tau kan aku tidak menyukai wanita itu."Teriak Elisa kembali.
"Apa kamu malu,ketauan memakai barang pemberiannya."Roy masih berbicara santai,padahal istrinya sudah terlihat benar_benar marah.
"Aku tidak suka apapun yang berkaitan dengan wanita itu."Jawab Elisa kemudian.
"Itu hanya hadiah El?Setidaknya kamu bisa 'kan menghargai pemberian orang?"
*Menghargai?
Memangnya aku tidak bisa beli sendiri,maki gadis itu*.
"Tapi aku benar_benar tidak suka Kak?"Elisa mengeram frustasi karena melihat Roy yang selalu membela Rengganis,bahkan barang pemberiannya saja di anggap berharga oleh laki_laki itu.
"Aku akan menyuruh Pak Kasim membuangnya."Ucap Elisa bersiap melangkah menuju pintu,gadis itu sudah memegang handle pintu dan segera akan membukanya.
"El...?"Roy langsung membuka mata,menatap Elisa yang sudah ada di depan pintu dan bersiap hendak keluar memanggil Pak Kasim.
__ADS_1
Tadinya Roy berniat mengajak Elisa ke luar kamar,dan berbicara baik_baik.Ia tidak ingin sampai baby R yang tengah tertidur merasa terganggu dan akhirnya terbangun.
Roy beranjak dan ingin melangkah,tapi tiba_tiba suara tangisan baby R menghentikannya.
Benar saja,suara berisik Elisa dan dirinya yang cukup keras malah membuat baby R terbangun dan menangis.
Bayi itu terlihat menggeliat,dan mencoba meraih apapun yang ada di depannya.
Roy yang merasa tidak tega,kini berbalik menghampiri anaknya yang tengah menangis.Sebagai Ayah yang baik,Roy ingin belajar menenangkan bayi itu.
"Cup....cup...sayang,maafkan Ayah ya?"Roy langsung mengangkat baby R dalam gendongannya,dan mengguncangnya pelan,ia mencoba menenangkan bayi itu agar tidak menangis lagi.
Sedangkan Elisa yang berada tidak jauh dari situ hanya melihat sambil melipat kedua tangannya.Ia ingin tau seberapa hebat laki_laki itu untuk menenangkan anaknya.
Elisa masih membiarkan Roy yang terus menenangkan baby R,tapi sepertinya bayi itu sama sekali tidak mau berhenti menangis.
Elisa mendekat dan mengambil Baby R yang ada di gendongan ayahnya.
"Sini biar aku yang gendong."Akhirnya Elisa meminta Baby R dalam gendongan Roy,memutar langkah lalu membawanya berjalan ke arah tepian tempat tidur.
Elisa duduk membelakangi Roy,dan mulai menyusui anaknya.
"Apa yang Kak Roy lakukan...?"Elisa yang merasa Roy hendak berjalan ke arahnya langsung panik dan berteriak menghentikan langkah laki_laki itu.
"Kenapa?Aku ingin melihat anak ku minum susu."Jawab Roy santai, seketika membuat wajah Elisa memerah.Tanpa peduli Roy terus melangkah menghampiri wanita itu yang tengah menyusui anaknya.
"Kak....?"Elisa berteriak sekali lagi,dan langsung mencopot bibir mungil anaknya yang masih menempel di puncak dada,menutupi aset berharganya sebelum Roy benar_benar melihatnya.
Namun tiba_tiba baby R kembali menangis,tapi kali ini suaranya lebih kencang,mungkin karena ia masih belum puas menyusu dan perutnya yang masih lapar.
"El,kamu apa_apaan sih?Baby R masih lapar,kenapa kamu malah mencopotnya?"Roy yang tau kalau anaknya itu pasti masih lapar,langsung marah saat tiba_tiba melihat El menghentikan kegiatannya itu.
Bahkan ia belum sempat melihat punya Elisa sama sekali tadi.
"Kalau Kak Roy tau dia masih kelaparan,kenapa mendekat?"Wanita itu tak mau kalah,bahkan saat anaknya masih menangis karena lapar,ia tetap tidak mau memberikan ASI nya di depan laki_laki itu.Elisa malah sengaja menutup dada nya rapat_rapat,seakan Roy hendak mengambil darinya.
Roy hanya mendengus mendengar jawaban Elisa yang baginya tidak masuk akal,kenapa juga harus di tutupi,dia kan cuma ingin melihat anaknya menyusu.
Toh,dia juga pernah melihat semuanya 'kan,bahkan ia pernah...
__ADS_1
Ah...?Kenapa otak mesumnya tiba_tiba bereaksi,saat ia sedikit saja menyinggung apapun soal gadis itu.
Dan anehnya,Elisa sampai sekarang masih bersikeras menjaga jarak dengannya dan sama sekali tidak mau di sentuh.
Bahkan ketika ia ingin melihat sedikit saja bagian tubuh dari Elisa,gadis itu dengan cepat langsung menutupinya.
Apa memang ia dan Elisa HANYA MENIKAH,seperti yang gadis itu ucapkan saat pertama kali menyetujui pernikahan ini.
Roy pikir Elisa sudah lupa dengan ucapannya sendiri,dan mulai membuka hati.
Tapi ternyata,Elisa masih tetaplah Elisa,yang keras kepala dan menyebalkan.
Tak ingin berdebat,dan melihat anaknya yang terus menangis,Roy memutuskan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.
Roy melangkah menuju balkon kamar dan membiarkan gadis itu kembali menyusui anaknya.
Roy merogoh saku celana,mengeluarkan sebuah kotak kecil pemberian dari Rengganis tadi.
Roy buka kotak itu perlahan,tampak lah sebuah gelang bayi kecil dengan sebuah liontin lucu yang bertuliskan nama Baby R di tengahnya.
Ia keluarkan benda itu dan di tatapnya berulang_ulang.
Tadinya Roy ingin langsung memakaikan nya pada tangan Baby R,tapi setelah mendengar kemarahan Elisa perihal keranjang bayi yang di berikan Rengganis,Roy tampak ragu kalau Elisa akan menerimanya.
Mencoba mengalah,Roy meletakkan gelang itu ke dalam wadah,dan kembali menyimpannya.
Untuk saat ini,mungkin ia akan menyembunyikan hadiah itu dari Elisa.
Tapi ia janji,suatu saat ia akan memberikan pada anaknya langsung,dan mengatakan hadiah itu pemberian dari orang yang sangat baik.
Begitu lah kesabaran Roy menghadapi sifat Elisa yang masih terlalu kekanakan,ia terus bersabar dan berharap suatu saat nanti Elisa akan berubah dan bisa menerimanya.
LIKE
LIKE
LIKE
KOMEN JUGA YAH???
__ADS_1