Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Memaafkan


__ADS_3

"Jadi, siapa lelaki yang bersamamu di taman tadi siang?" tanya Arya dengan posisi tidur menghadap ke arah istrinya.


"Dia teman lamaku waktu di desa, kami tidak bertemu sejak 5 tahun yang lalu," jawab Rengganis.


"Bukan mantan kekasihmu, kan?" tanya Arya lagi penuh selidik, kini posisinya menatap wajah Rengganis, i ingin mencari apakah ada kebohongan di sang istri. Rengganis tersenyum sambil membelai wajah Arya, "Dia cuma teman, aku tidak pernah punya kekasih saat di desa."


"Jadi maksudmu, mantan kekasihmu hanya Rangga sia–lan itu?" tanya Arya tidak suka. Rengganis hanya mengangguk. Ia tahu suaminya itu tengah cemburu, dan Rengganis tidak ingin memperburuk suasana hatinya.


*****


Tadi sehabis Arya mandi dan mengganti pakaian, ia menjelaskan kejadian di kantor tadi siang. Tentang kedatangan Elisa yang tiba-tiba dan memeluknya, hingga membuat Rengganis salah paham. Arya juga menceritakan bagaimana awalnya mengenal Elisa, yaitu saat pertemuan tidak sengaja di salah satu acara perusahaan beberapa tahun silam.


Kini Rengganis tahu jika yang di lihat kemarin bukan kejadian sebenarnya seperti apa yang ia pikirkan. Tak di pungkiri Elisa memang cantik, dan juga berasal dari keluarga berada. Berbeda dengan dirinya yang hanya gadis desa biasa dengan latar belakang ekonomi di bawah rata-rata.


"Aku sudah memaafkanmu, Mas." Rengganis tersenyum memandang wajah suaminya.


"Aku juga minta maaf atas kejadian tadi. Sungguh aku tidak sengaja bertemu dengan kak Hasan di taman itu."


"Jangan sebut laki-laki lain di hadapanku." Mengecup kening Rengganis. "Tidurlah, kau pasti lelah. Aku masih ada yang harus di kerjakan." Mengusap kepala istrinya, lalu beranjak dari tempat tidur menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


******


Elisa nampak sangat kesal dengan perlakuan Arya selama ini. Kenapa laki-laki itu sama sekali tak tertarik dengan nya. Padahal segala macam cara telah di lakukan Elisa. Mulai dari mendatangi Arya ke kantor, sampai mencoba mendekati orang tua Arya sendiri. Tapi tetap saja sikap Arya padanya begitu dingin dan angkuh.


"Kenapa aku bisa kalah lagi dengan Si Upik Abu itu. Kemarin dia merebut kasih sayang Tante Rani, sekarang dia menikah dengan Arya," cap Elisa penuh emosi. "Aku harus cari cara lain supaya Kak Arya bisa membenci Rengganis, dengan begitu aku punya kesempatan untuk mendekati Kak Arya lagi." Elisa tersenyum menyeringai.


********


Di sebuah kantor yang lumayan mewah dan besar duduk seorang laki-laki tampan yang tengah memeriksa sesuatu.


"Jadi, suami Rengganis bernama Arya Pratama. Apa kau tidak salah informasi, Yan?" Hasan bertanya pada asistennya memastikan informasi yang di dapat adalah benar.


"Aku pasti datang. Aku ingin lihat seberapa hebatnya dia," jawab Hasan penuh keyakinan.


*******


Pratama Group.


"Tuan, lusa kita ada pertemuan kerja sama dengan perusahaan HG, apa Tuan ingin menemuinya sendiri?" Asisten Alex menyampaikan jadwal pertemuan besok dengan Arya.

__ADS_1


"HG? Perusahaan apa itu, Lex, aku belum pernah mendengar nya?" tanya Arya bingung.


"HG adalah perusahaan baru, Tuan. Pemimpinnya masih sangat muda. Dari informasi yang saya dengar usianya masih 26 tahun, tapi usahanya sudah berkembang lumayan pesat hingga ke luar negeri." Alex kembali menjelaskan kepada Arya.


"Cari tau siapa pemimpin HG itu. Waktumu lima menit," ucap Arya tegas.


"Baik, Tuan." Alex bergegas menuju ruangannya untuk mencari tahu informasi yang di minta tuannya itu.


5 menit kemudian ...


"Sial, kenapa kau bawa informasi tentang lelaki ini, Lex? Apa kau tidak salah?" tanya Arya geram.


"Tidak, Tuan, memang dia lah pimpinan perusahaan baru itu," jawab alex sungguh-sungguh.


"Batalkan saja kerjasamanya, aku tidak ingin bertemu dengannya," ucap Arya penuh emosi.


"Saya tidak berani, Tuan, karena Tuan besar yang meminta sendiri untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan itu." Alex menjelaskan pertemuannya dengan Tuan Pratama beberapa hari lalu.


"Sial! Selalu saja begini," umpat Arya berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2