Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Memberi Hukuman


__ADS_3

Brak..!!!!


Bagas menggebrak meja yang ada di depannya,membuat ke tiga gadis itu langsung terlonjak ketakutan.Mereka saling merapat,menggenggam tangan satu sama lain.


"Apa yang kalian lakukan,hah?Gara-gara ulah kalian,Tuan Rangga sampai marah besar.Dan kalian tau dia sampai mengancam akan menendang ku dari tempat ini."Teriak sang manager dengan mata yang memerah.


"Maaf kan kami,Pak?Kami betul-betul tidak sengaja."Ucap salah satu gadis itu berbicara mewakili para temannya.


"Maaf...?Kalian pikir dengan minta maaf bisa mengembalikan kepercayaan Tuan Rangga lagi?Huh...."Menghempas buku yang ada di atas meja,hingga terjatuh ke kaki gadis tadi.


Gadis itu langsung menunduk tanpa berani memandang wajah orang di depannya.Ia sadar,kesalahan yang selama ini mereka lakukan sangat fatal,dengan mengerjai serta menindas pegawai baru yang ada di restoran itu.


"Tolong maafkan kami Pak Bagas.Kami janji,tidak akan mengulanginya lagi."Pinta salah satu gadis dengan wajah memohon.


"Iya Pak,tolong beri kami kesempatan,kami sangat membutuhkan pekerjaan ini."


"Kau sadar masih butuh pekerjaan ini,kenapa berulah...?Bahkan Tuan Rangga tau semua kehidupan kalian,ck ck...anak tidak tau diri."Sindir Bagas pada ketiganya.


Mereka terdiam dan saling melirik,tidak ada satu pun dari mereka yang berani memandang wajah orang di depannya.


Memang mereka bertiga tergolong dari keluarga kelas menengah ke bawah,bahkan salah satu dari mereka masih tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana,dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.Namun herannya mereka malah sok berkuasa dan berani menindas orang lain.


"Kalian tidak akan di pecat."Ucap Bagas kemudian.


Ketiga gadis itu mendongak,seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


"Apa Bapak sungguh-sungguh?"tanya salah satu gadis itu.


Bagas hanya melirik sekilas,jujur ia muak melihat ketiga gadis itu,yang terus saja memasang wajah polos di depannya.


"Tapi kalian akan mendapat hukuman."


"Hukuman..?"ulang ke tiganya.


Bagas langsung melotot menatap tidak suka pada ketiga gadis itu.


Kenapa ada orang tidak tau diri seperti mereka,pikirnya...


"Kalian pikir,Tuan Rangga akan memaafkan kalian begitu saja!"


"I_iya,kami mengerti."Menunduk sambil saling berbisik.


"Menurutmu,hukuman apa yang akan Tuan Rangga berikan?"tanya salah satu dari mereka.


"Mungkin kita di suruh minta maaf pada Andira,atau Tuan Rangga akan memotong gaji bulanan kita?"ucap gadis kedua.


"Aku tidak mau minta maaf,lagi pula dia hanya anak kecil.Lebih baik Tuan Rangga memotong gaji bulanan kita."


"Benar,itu lebih baik.Tapi yang terpenting kita masih aman kan di sini."


Mereka bertiga terus asik saling berbisik,hingga suara bariton Bagas terdengar kembali.


"Ekhm...?Kalian tidak sedang memaki ku 'kan?"Bagas memasang wajah garang.


"Ti_tidak Pak...!Mana mungkin kami berani memaki Bapak."Ucap salah satu dari mereka.


Bagas hanya menatap sinis ketiga gadis itu,seakan masih tidak percaya.Lantas ia berjalan mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Selama sebulan ini kebersihan restoran akan menjadi tanggung jawab kalian,termasuk toilet dan dapur."Bagas berbicara santai sambil kedua tangannya ia lipat di depan dada.


"Apa...?Tapi kami_....."


"Kalian tinggal pilih di pecat atau menerima hukuman!Dan satu lagi,kalian harus minta maaf pada Andira."Ucap Bagas tegas.


"Tapi kami lebih tua dari dia,Pak?Lebih baik Bapak potong gaji bulanan kita saja."Ucap salah satu gadis bernegosiasi,ia merasa gengsi jika harus minta maaf pada Andira,apalagi ia merasa sudah cukup lama bekerja di situ.


Bagas menggeleng tak percaya dengan perkataan gadis di depannya ini,kenapa ada orang se'percaya diri seperti dirinya.


"Kalian pilih minta maaf,atau Tuan Rangga sendiri yang akan menghukum kalian."Ucap Bagas sekali lagi,kali ini terdengar lebih santai.


"Tapi Pak_....?"


"Jaga batasan kalian!"teriak murka,"Bahkan Tuan Rangga mengancam akan menyeret kalian ke polisi,jika masih melihat kalian berulah."


"Polisi....?"Wajah mereka langsung pias,tidak ada yang lebih menakutkan lagi di banding berurusan dengan polisi.


"Ba_baik Pak,kami akan menerima hukuman dan meminta maaf pada Andira."


Ketiga gadis itu hanya bisa pasrah dan menerima hukuman dari sang manager,daripada harus di pecat dan kehilangan pekerjaan,apalagi sampai berurusan dengan hukum.


Lalu mereka keluar dari ruangan itu dengan wajah yang di tekuk masam,merasa tidak adil dengan hukuman yang mereka terima.Kenapa sebulan,bukan kah itu waktu yang sangat lama,apalagi untuk membersihkan toilet dan dapur,sungguh mereka tidak bisa membayangkannya nanti...


*****


Setelah menerima hukuman dan terkena marah habis-habisan dari sang meneger,kini ketiganya mulai menjalani hukuman.Di awali dari meminta maaf pada Andira,mereka datang dengan wajah yang di buat sedramatis mungkin agar gadis itu mau memaafkan semua perlakuan buruk mereka selama ini.


Tentu saja dengan senang hati Andira memaafkan mereka,bahkan ia sama sekali tidak menaruh dendam sedikit pun pada ketiganya.


Kini jam kerja telah usai,Andira mengemasi pekerjaannya lalu melangkah menuju yang bangku yang terletak di depan restoran.


Bagaiman keadaan Ayah,ya?Apa dia sudah makan?


Bahkan gadis itu masih memikirkan ayahnya yang selama ini berbuat buruk padanya.Sudah sebulan ini Andira tidak lagi bertemu dengan ayah tirinya,karena memang ia tidak memiliki ponsel untuk sekedar memberi tau keberadaannya sekarang.


Andira terus melamun,hingga sebuah tepukan mendarat di bahunya.


"Hei...?Kamu melamun?"Seorang gadis tiba-tiba duduk di sampingnya.


Andira menoleh,lalu tersenyum menyambut kedatangan gadis itu.


"Tidak..."Andira mengelak,walau sebenarnya memang benar dengan apa yang baru saja gadis itu katakan.


"Tidak melamun,tapi bengong..."Tersenyum ke arah Andira.


"Apa kamu merindukan seseorang?"


"Tidak...?"


"Lantas,apa yang kamu pikirkan?"tanya gadis di sebelahnya dengan tatapan yang menyelidik.


"Aku hanya bingung dengan sikap mereka bertiga,kenapa tiba-tiba mereka minta maaf dan baik sekali?" Andira tidak ingin orang lain mengetahui masalah pribadinya,maka itu lah yang akhirnya keluar dari mulutnya.


"Oh...?Itu karena Tuan Rangga telah mengancamnya."Jawab gadis itu,seketika membuat Andira berbalik menghadapnya.


"Mengancam...?"

__ADS_1


"Iya,mengancam,Tuan Rangga akan memecat mereka jika tidak meminta maaf padamu."Ucap gadis itu santai,ia teringat dengan misi pengintipan yang tadi padi ia lakukan di depan ruangan manager.


Ia begitu terkejut karena tiba-tiba Pak Bagas marah besar,gadis itu terus mendengar percakapan di dalam sana,hingga ia mendengar bahwa Tuan Rangga telah mengetahui perlakuan ke tiga gadis itu pada setiap pegawai baru.


"Tapi Tuan Rangga tidak perlu berbuat seperti itu."Ucap Andira lirih.


"Kenapa...?"Gadis itu mengernyit heran karena melihat Andira malah tidak suka dengan sikap Rangga yang terkesan membelanya.


"Aku tidak pantas menerima pembelaan seperti itu,Tuan Rangga terlalu baik."


Gadis itu menggeleng tak percaya melihat kepolosan Andira."Kamu mungkin tidak butuh,tapi orang lain?Apa mereka akan diam saja menerima penindasan mereka selanjutnya."


"Selanjutnya,apa maksudmu?"


Andira tampak berpikir,mengartikan ucapan gadis di depannya ini.


"Jadi_....?"


"Ya,mereka akan terus melakukan itu pada setiap pegawai baru."Gadis itu langsung memotong ucapan Andira.


"Apa kamu juga...?"tanya Andira menatap wajah gadis di depannya.


Ia sedikit mengetahui bahwa gadis di depannya ini bekerja di situ belum terlalu lama.


Gadis itu mengangguk sambil tersenyum."Tentu saja,aku juga sama seperti mu,pernah menjadi pegawai baru."


Andira langsung melotot tidak percaya,ia mengerjap berkali-kali karena masih syok mendengar pernyataan gadis di depannya.


"Apa kamu pernah mencoba melawan?"Andira tampak sedikit penasaran dengan cerita gadis itu saat menjadi pegawai baru.


"Pernah,bahkan mereka sempat menyakiti ku."Gadis itu memperlihatkan bekas jahitan di siku tangan kanannya,lantas menunjuk ke kening.


Andira reflek menyentuh tangan gadis itu,melihat luka yang masih sedikit berbekas."Apa ini sakit?"


"Kamu pikir aku bukan manusia?Tentu saja sakit,tapi itu dulu."Gadis itu terbahak hingga memperlihatkan barisan gigi nya yang rapi.


"Kamu tidak lapor polisi...?"tanya Andira lagi.


"Tidak...!"


"Kenapa?"


"Hei...kamu tau kan hidup di sini apapun menggunakan uang?Aku mana berani untuk melaporkan mereka."


"Tapi mereka sudah keterlaluan."Tuh kan sekarang Andira malah yang terlihat kesal,padahal tadi ia sendiri yang menolak pertolongan dari Rangga.


Gadis itu kembali tersenyum."Tapi sekarang mereka tidak akan berani berbuat seperti itu lagi,karena Tuan Rangga sendiri telah mengancam akan melaporkannya pada polisi.


Kini Andira tampak lega mendengar jawaban dari gadis itu,setidaknya tidak akan ada lagi korban penindasan di restoran itu seperti dirinya.


"Kalau boleh tau siapa namamu?"


Udah ngobrol dari tadi kok belum kenalan juga sih,Kak?Aduh.....


MIN,SUSAH AMAT NAEK LEVEL YAK?


DARI DULU MASIH DI SONO AJA,

__ADS_1


KAPAN KESINI NYA....?


__ADS_2