Terpesona Anak Pembantu

Terpesona Anak Pembantu
Pertengkaran


__ADS_3

Sudah empat hari Rengganis selalu tidur di kamar tamu. Setiap pagi sekali Rengganis sudah bersiap dan pulang kantor lebih cepat untuk menghindari Arya. Sebenarnya Rengganis tidak tega setiap malam Arya selalu menggedor pintu kamar tamu untuk minta maaf, tapi Rengganis sengaja enggan membukakan pintu karena ingin memberikan sedikit pelajaran pada suaminya itu.


Hari ini adalah akhir pekan dimana Rengganis dan Arya sama-sama di rumah. Tapi sudah siang nampaknya Rengganis belum keluar kamar, itu membuat Arya sedikit khawatir karena sang istri belum makan apapun sejak pagi.


Tok ... tok ...


"Sayang, buka pintunya, apa kamu tidak lapar?" tanya Arya dari luar pintu.


Tok ... tok ...


"Rengganis Ayudia! Buka pintu nya sekarang, atau aku akan hancurkan pintu ini!" teriak Arya lagi karena terus merasa diabaikan oleh sang istri.


Hening...


Arya sangat geram karena tidak ada sahutan dari dalam. Sudah cukup untuknya memberikan waktu empat hari pada Rengganis, tapi nyatanya tetep saja sang istri tidak pernah mau mendengarkan penjelasan darinya. Saat Arya sudah siap akan mendobrak pintu, tiba-tiba pintu terbuka dari dalam.


"Apa?" tanya Rengganis ketus, ia masih mengenakan jubah mandi. Karena saat Arya mengetuk pintu tadi ia sedang asik berendam. Arya menyelonong masuk tanpa memperdulikan Rengganis yang masih bengong di depan pintu.


"Kenapa Mas Arya masuk ke sini? Aku mau ganti pakaian."


"Apa masalahnya jika aku disini, toh kamu istriku," jawab Arya santai.


"Tapi aku malu, bisakah Mas keluar sebentar?" pinta Rengganis pada Arya.

__ADS_1


"Aku tidak akan keluar, nanti kau mengunci pintunya lagi!" ucap Arya tak mau kalah. Terpaksa Rengganis mengganti pakaian di dalam kamar mandi karena ia tak ingin terus berdebat dengan suaminya.


"Ayo kita turun, sejak tadi kamu belum makan apapun," ajak Arya setelah membiarkan Rengganis memoles sedikit wajahnya.


"Tidak mau, aku tidak lapar," jawab Rengganis pura-pura. Sebenarnya Rengganis sangat lapar, tapi ia memilih mengurung diri di kamar untuk menghindari Arya.


"Jangan menyiksa diri sendiri, aku tahu kau lapar. Setelah makan ada yang ingin aku bicarakan."


"Apa?"


"Makan dulu, atau tidak sama sekali."


"Baik lah." Rengganis akhirny menurut, mengikuti langkah Arya menuju meja makan. Sesudah selesai sarapan Arya mengajak Rengganis untuk berbicara berdua. Arya menggandeng tangan Rengganis menuju kamar yang sudah empat hari ini ia tempati sendiri.


"Kita bicara di sini." Arya menepuk sisi tempat tidur meminta Rengganis untuk duduk.


"Sebenarnya apa yang ingin Mas bicarakan, sih?" Rengganis masih memasang wajah ketus. Ia masih kesal saat mengingat kejadian di restoran waktu itu.


"Aku tidak pernah ada hubungan apa-apa dengan Elisa, dan mengenai restoran itu, dulu memang kami sering ke sana untuk makan." Arya mulai menjelaskan.


"Aku sudah tidak peduli. Itu bukan urusanku!" jawab Rengganis bertambah kesal.


Arya tersenyum tipis melihat respon sang istri.

__ADS_1


"Tidak peduli, tapi kenapa kau semarah itu? Arya sengaja mengejek Rengganis. "Jangan bilang kau cemburu."


Cih cemburu


"Aku bukan cemburu," elak Rengganis dengan wajah memerah. "Tapi, bagaimana kalau keluarga kita ada yang tahu, kalau Mas pernah dekat dengan Elisa?"


"Mama dan Papa ku sudah mengenal Elisa dari dulu," jawab Arya dengan menatap wajah sang istri.


duarrr!


"Apa maksud Mas Arya!" Rengganis semakin emosi mendengar penjelasan Arya. Rasanya ia menjadi wanita yang paling bodoh yang tak tahu apa-apa tentang semua ini.


"Dengarkan dulu." Mencoba memegang tangan Rengganis, tapi langsung di tepis dengan kasar.


"Aku memang mengenal Elisa sejak dulu, bgitupun Mama dan Papa. Tapi, kami tidak pernah punya hubungan spesial selain hanya teman. Elisa terus berusaha merayuku, tapi aku tidak pernah mencintai." Arya mencoba menjelaskan semuanya pada Rengganis.


"Benarkah, Mas Arya tidak bohong, kan?" tanya Rengganis dengan tatapan penuh selidik.


"Benar, Sayang. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai." Arya menangkup kedua pipi Rengganis, meyakinkan kalau apa yang di ucapkan baru saja tu benar. Rengganis begitu lega setelah mendengar semua penjelasan Arya. Rengganis berjanji tidak akan pernah terprovokasi lagi dengan omongan orang lain yang belum jelas kebenarannya.


Kedua nya saling menatap dengan perasaan yang bahagia. Arya mendekatkan wajahnya pada Rengganis hingga tidak ada jarak lagi. Perlahan bi*** itu memagut penuh kelembutan, Rengganis pun membalas semua perlakuan Arya. Hingga tanpa sadar keduanya sudah berbaring di atas tempat tidur dengan posisi Arya berada di atas tubuh istrinya.


"Apa aku boleh memintanya sekarang?" tanya Arya dengan tatapan penuh damba. Rengganis hanya mampu menganggukkan kepala, menandakan kalau dirinya tidak keberatan lagi menyerahkan apa yang seharusnya ia serah kan sejak dulu.

__ADS_1


Uppsss maaf yah teman-teman kepotong. Minta vote, like,komen,dan subscribenya dong biar yang nulis makin semangat, makasihhhhhšŸ˜˜šŸ™


__ADS_2