The Housemaid

The Housemaid
JN_gadis malang


__ADS_3

Ferdi terbangun tanpa busana, dan di sebelahnya sudah ada gadis yang juga sama, tak mengenakan apapun.


"brengsek, baru datang aku sudah kena jebakan seperti ini," kesal pria itu.


tapi saat dia ingin bangun, dia membuka selimut dan melihat bercak darah.


"argh... sial!" teriaknya.


"asisten Yoo, tolong diamlah aku sudah empat hari tidak tidur," kata wanita di sampingnya yang mulai menggeliat dan melihat Ferdi.


"hah... kamu siapa?" kaget wanita itu.


"justru aku yang ingin bertanya, kamu ini siapa, kenapa kita bisa bermalam seperti ini," marah Ferdi.


"apa!!!" teriaknya kaget.


dia pun langsung gemetaran melihat keadaannya yang tak mengenakan apapun, "apa yang kita lakukan, padahal aku ingin memberikannya pada kekasihku,bukan pada orang asing...." tangis gadis itu


"sudah tak perlu sedih, sekarang kita bersih-bersih dulu, sepertinya kamu bukan orang biasa, dan kita lebih baik segera membicarakan ini, di luar hotel," kata Ferdi tenang.


"tapi aku tak mau," jawab gadis itu.


"tapi kamu tak punya pilihan nona, atau kamu belum tau aku pria yang seperti apa?" marah Ferdi.


gadis itupun hanya bisa ikut, karena dari penampilannya, Ferdi bukan pria yang bisa di remehkan.


Ferdi selesai mandi dan langsung mengambil semua pakaiannya, tapi dia melihat pakaian wanita itu terkoyak.


akhirnya dia hanya mengenakan kaos dalam dan langsung jas yang dia kenakan.


sedang gadis itu terpaksa memakai pakaian Ferdi karena bajunya rusak.


mereka pun keluar hotel bersama, dan ternyata ada sebuah mobil yang sudah menunggu Ferdi.


"selamat siang bos," sapa asisten pria itu.


"halo Dimas, segera bawa aku ke apartemen ku, dan kenapa kamu masih di sana, masuk!" kata Ferdi dingin.


dia tak mengira malah harus berurusan seperti ini dengan gadis yang tak di kenalnya juga.


dia pun harus membereskan segalanya sampai akar, sedang gadis itu mengirim pesan pada seseorang yang menjadi panutannya.

__ADS_1


sedang Yuniar juga sudah berada di new York, pasalnya dia harus menjadi perwakilan dari perusahaan Sky internasional corp.


dalam agenda pameran dan acara fashion show yang menang selalu di lakukan secara rutin setiap tahun.


Benny juga menemani wanita itu untuk menjalankan pekerjaannya, karena dia sendiri juga memiliki usaha di sana.


di Indonesia, Vita melihat ponselnya, ternyata dia mendapatkan sebuah pesan dari seseorang.


Vita pun kaget saat membaca pesan itu, "ada apa sayang?" tanya Jimmy.


"ini sayang, aku mendapatkan pesan dari Farah, sepertinya dia dapat masalah, dan aku memintanya datang ke sini untuk menyelesaikannya," jawab Vita.


"Baiklah minta saja, di sini aku juga bisa membantunya jika memang di perlukan," kata Jimmy mengecup kening Vita.


mereka pun berangkat bersama, dan untuk di kembar di titipkan pada Bu Elva dan Riana.


bukan apa, pekerjaan mereka berdua benar-benar tak bisa di tinggal, terlebih Yuniar sedikit ceroboh hingga Vita harus Membereskan kesalahan- wanita itu.


terlebih itu bersangkutan dengn proyek bersama tuan Kareem. Vita tak bisa tenang karena proyek itu berharga ratusan milyar rupiah.


"nanti siang bisa kita bertemu badan makan siang bersama?" tanya Vita.


"benarkah, ah... padahal aku ingin mengajak mu bertemu tuan Kareem karena aku harus meluruskan sesuatu," kata Vita menghela nafas


"apa? kenapa kamu? kalau begitu ajak Yulio dan satu asisten lagi, aku jadi tidak tenang, tapi juga tak bisa membatalkan janjiku, karena ini juga klien penting sayang..." lirih Jimmy.


"ya sudah tak masalah, aku akan berhati-hati saja, kalau begitu selamat bekerja keras tuan Jimmy, tolong ingat dua putra mu butuh dana besar sampai mereka lulus kuliah nantinya," kata Vita.


"pasti nyonya, kamu juga semangat ya," kata Jimmy.


Vita turun dan langsung masuk ke dalam perusahaan miliknya yang sekarang sudah punya gedung sendiri.


dia pun langsung menerima jadwal dari Yulia, terlihat wanita itu nampak tenang dan sekarang sedikit bicara.


"Yulia, tolong minta Yulio menyiapkan semua dokumen yang di perlukan untuk membahas kerja sama dengan tuan Kareem, ingat pastikan jangan ada kesalahan mengerti," perintah Vita.


"baik nyonya," jawabnya dengan datar.


di perusahaan Jimmy, Juan dan Fredy juga sudah menyiapkan semua dokumen untuk rapat nanti siang dan meminta Jimmy untuk melihatnya.


dan saat Jimmy melihat calon reksn bisnisnya, dia hanya bisa menghela nafas, bukannya tidak senang.

__ADS_1


tapi wanita yang akan jadi rekannya itu sedikit menyebalkan, karena sering memakai cara kotor untuk menjebak reksn bisnis yang di rasa tampan baginya.


Jimmy merasa beruntung setidaknya dia memiliki dua asisten pria muda, jadi wanita itu tak terlalu fokus padanya.


sedang di tempat Jefry, dia dan Nat sampai di rumah sakit untuk menjengguk putri dari pak Darmin.


tapi saat mereka berdua sampai di rumah sakit, wanita itu ternyata sudah tewas.


Nat hanya tersenyum menyeringai sekilas, "wah saya dan kekasih turun berduka cita ya, dia gadis baik kok sebenarnya, tapi sayang memiliki otak busuk hingga berkali-kali membunuh gadis, benarkan pak jdi tuhan memanggilnya karena kesal mungkin," kata Jefry dengan senyuman mengejek.


"tuan apa maksudmu?" tanya pak Darmin.


"tak peduli bagaimana pun, aku tak akan membuat mu bisa mewujudkan impian busuk mu itu untuk menjadi besan dari keluarga ku, karena sekarang aku juga sudah memiliki kekasih ku sendiri," marah Jefry.


pria itu hanya diam, sudah di pastikan dia akan di depak secepatnya, terlebih putrinya itu juga telah berencana mencelakai Nat tapi kini dia yang malah meninggal dunia.


"mau pulang sayang?" tawar Nat pada Jefry.


"hei sudah berani memanggil sayang ya," kata Jefry gemas.


"tentu, karena kamu hanya milikku, dan kamu tak boleh berpikir untuk meninggalkan aku, mengerti," kata Nat dengan wajah serius.


"tentu Nat, dan berhenti memasang wajah mengerikan itu, aku seperti di pelototi seorang ibu kos yang menagih uang tunggakan pembayaran," kata Jefry.


"apa!!! kamu menyamakan aku dengan wanita seperti itu, wah... kamu cari mati!!" kesal Nat mendengar perkataan Jefry.


pria itu tertawa melihat redaksi Nat yang selalu lucu, wanita yang biasanya begitu datar.


tapi kini wanita itu sudah mulai bisa tersenyum, meski wajah datar dan dingin itu masih tetap ada.


tapi benar kata orang cinta itu buta, hingga Nat yang kaku itu tetap cantik bagi Jefry yang sangat mencintainya.


mereka pun kini beranjak pulang, tapi sebelum itu Jefry ingin mengajak Nat ke sebuah tempat.


"hei tuan, ini bukan jalan menuju ke rumah, ini aku akan kamu ajak kemana?" tanya wanita itu.


"tenang saja, aku ingin mengajakmu menemui seseorang, dan itu orang yang spesial bagiku," kata Jefry.


"siapa itu, jangan bilang itu orang yang akan merebut tempatku?!!"


"aku tak tau, tapi kamu harus menemuinya sendiri," kata Jefry dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2