
Jimmy benar-benar kaget saat melihat timbangan tadi, pasalnya dia sudah naik lima kilo, meski bentuk tubuhnya tak berubah, tapi dia tak mau mati muda.
terlebih dia dan Vita baru saja menikah, sedang tuan Syam juga harus mulai melakukan olahraga agar dapat hidup panjang melihat cucunya.
pasalnya baru Jimmy yang menikah, setelah kematian Tian dan Kris, mereka tak memiliki pewaris lagi, dan anak di kandungan Vita adalah pewaris yang di tunggu.
Jimmy pun berhenti setelah satu jam dia workout, dan dia harus mulai secara rutin agar tubuhnya mengalir berbentuk sempurna.
kini Vita sedang berenang, melihat itu Jimmy pun turun dan membawakan jus ke arah Vita.
"minuman untuk mu sayang," panggil Jimmy.
"terima kasih mas," jawab Vita yang langsung menepi.
Jimmy pun mambantunya untuk naik, kemudian mereka duduk bersama di kursi malas.
sedang terlihat di salah satu lantai kapal Ferdi dan Yuniar sedang berciuman mesra.
mereka bahkan tak peduli dengan orang-orang, sedang Benny dan Iwan membawa wanita mereka
tapi Vita sedikit penasaran dengan wanita yang di bawa oleh Iwan, pasalnya pria itu membawa gadis yang sangat muda bersamanya.
"sayang gadis yang di bawa dokter Iwan itu, terlihat sangat muda kelihatannya, apa dia membelinya?" tanya Vita.
"ya kamu benar, kemarin Ferdi bilang setelah mendengar kita tinggal bersama, Iwan menggila dan memilih membeli gadis dari Benny, kamu tau kan jika Benny itu seperti tempat tampung wanita-wanita muda yang dia bawa dari desa untuk ya kamu Taulah," jawab Jimmy.
"tapi itu sama saja merusak masa depan mereka, seharusnya mereka tak melakukan itu," jawab Vita merasa iba.
"memang harus bagaimana, mereka menjual diri mereka karena butuh uang, sekarang tak perlu munafik di dunia ini semua butuh uang," tenang Jimmy.
"iya sayang kamu benar, dan jika pria sudah punya uang, dia akan bertindak seenaknya," jawab Vita kesal sambil mencubit perut Jimmy.
sedang pria itu hanya tertawa saja, dan itu membuat Vita makin kesal, tapi beruntung Jimmy menjelaskan.
"tapi tidak dengan ku, karena hidupku sudah sempurna, memiliki mu sudah sangat cukup bagiku," terang Jimmy.
"kau itu tukang rayu tuan, dan senja wanita mungkin bisa terpikat oleh mulut mu yang manis itu," jawab Vita.
keduanya pun menuju ke dalam kamar milik mereka, Jimmy langsung mengendong Vita dan menidurkan di Ranjang.
Jimmy dan Vita pun berciuman cukup panas, hingga akhirnya mereka pun melakukannya untuk menunjukkan kasih sayang saja.
kapal pun berlabuh di sebuah pulau Lombok, mereka akan bersandar di sana setidaknya dua hari satu malam.
__ADS_1
karena kapal juga butuh di bersihkan, mereka semua turun dan memilih jalan-jalan di sekitar pulau
Ferdi, Yuniar memilih untuk bermain di pantai, sedang Jimmy dan Vita memilih untuk jalan-jalan melihat suku di pulau itu.
mereka juga membeli beberapa oleh-oleh setelah puas, mereka duduk di pinggir pantai.
mereka hanya melihat seorang adik bermain, sedang gadis yang di bawa dokter iwan hanya duduk sendirian menjauh dari yang lain.
Jimmy pun ikut bermain bersama yang lain, tapi Vita tidak ikut dan memilih untuk mendekati gadis itu.
"hai, kenapa sendirian, bukannya ikut bermain dengan yang lain," tanya Vita dengan lembut.
"saya tidak kenal siapapun, saya hanya dibajak karena tuan membutuhkan saya," jawab gadis itu.
"owh begitu, kalau boleh tau siapa namamu?" tanya Vita mengulurkan tangannya.
"Rika, kalau mbak pasti yang namanya Vita ya?" tebak gadis itu.
"ah iya aku Vita," jawab Vita malu.
"mbak cantik ya, seperti tuan sering memuji mbak," kata Rika pada sosok wanita di depannya itu.
"dia saja yang aneh, kenapa memuji kekasih orang, sudah jangan bahas para pria, lebih baik sekarang kita ke tempat penjual es yuk, kebetulan aku tiba-tiba haus," ajak Vita.
Iwan santai saja, tapi tidak dengan Jimmy yang langsung memilih minggir dan langsung mencari istrinya itu.
"aih .... ku kira kalian mau kemana kok tiba-tiba pergi," kata Jimmy yang sudah melihat istrinya.
"ya Tuhan sayang, aku hanya membeli es kelapa, lanjutkan saja bermainnya," kata Vita.
"baiklah, tapi kalian berdua cepat kemari fan jaga istriku dan kekasih Iwan, ingat jangan sampai mereka di ganggu oleh siapapun jika tidak taruhannya adalah kepala kalian sendiri," kata Jimmy mengancam.
"baik tuan kami mengerti," jawab keduanya.
Jimmy pun kembali ke tempatnya bermain, tapi tanpa terduga malah Vita bertemu dengan pria yang menjadi rekan bisnisnya.
"assalamualaikum selamat siang nyonya Vita," kata pria itu menyapa Vita.
"selamat siang, tuan Kareem di sini, sedang liburan atau?" tanya Vita.
"saya sedang liburan saja karen besok saya harus kembali ke Qatar, jika anda ada waktu coba main ke sana saya akan membawa anda berkeliling,bersama seluruh tim anda," kata pria itu..
"benarkah, baiklah, nanti kalau kami sudah ada waktu dan dokter mengizinkan saya untuk pergi dalam jangka waktu yang lama pasti saya akan pergi." jawab Vita mengiyakan.
__ADS_1
"baiklah saya akan tunggu kedatangan kalian semua, dan lagi selamat atas pernikahan mu, padahal aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi," kata pria itu.
"saya yakin jik Tian pasti bisa menemukan gadis yang baik selain saya, karena bagi saya hanya ada satu pria yang ada di hati, yaitu suami," terang Vita.
"dia lelaki beruntung memiliki anda sebagai istrinya," kata tuan Kareem.
Vita pun tersenyum dan menjabat tangan Vita, tak lupa dia memberikan uang pada gadis di samping Vita.
"ini untuk beli tas, anggap saj hadiah dari teman kakak mu," kata tuan Kareem yang sedikit tertarik pada Rika.
"mbak?" panggil Rika.
"terima saja, jarang-jarang kamu dapat hadiah dari mbak mu ini," kata Vita merangkul Rika.
"terima kasih tuan, semoga Allah membalas kebaikan mu," kata Rika.
"muslim?" tanya tuan Kareem.
"tentu, kami memiliki asas kebebasan dalam memilih kepercayaan, benar kan dek," kata Vita.
"iya tuan, sekali lagi terima kasih," jawab Rika.
pria itu pun tersenyum dan kemudian pergi bersama para pengawalnya.
sedang Rika melihat ada uang dolar pecahan seratus, dan itu ada lima puluh lembar.
"mbak ini," bingung Rika.
"anggap saja rejeki, sudah itu cukup banyak loh, nilainya sekitar tujuh puluh juta," Jawab Vita.
"tapi tuan akan marah dan di kira aku mencuri darinya," kata Rika panik.
"baiklah,mau di investasikan, aku bisa membuat uang mu berkembang, dan nanti kami bisa mencariku untuk mengambilnya," kata Vita pada gadis itu.
"baiklah Mbak aku lebih setuju seperti itu, dan aku tak mau di bilang pencuri karena uang ini, terlebih tuan begitu cemburuan tanpa sebab," terang Rika.
"baiklah, aku mengerti, dan jika kamu garis paling lama lima tahun aku jamin uangmu sudah akan mencapai angka milyaran, jadi nanti kamu cari aku oke," kata Vita
"siap mbak, terima kasih kamu begitu bik, beruntung aku bisa bertemu dan mengenal mu," kata Rika memeluk tubuh Vita.
karena baginya sebuah teman baik seperti Vita sangat di butuhkan,terlebih wanita itu yang pertama mengajaknya berbicara.
bahkan saat tak ada seorang pun yang peduli,Vita orang pertama yang mengulurkan tangannya pada Rika.
__ADS_1