
Nat bangun dan melihat Jefry masih tidur, dia pun memilih untuk turun dan membuat makan malam.
tapi saat dia turun, dia malah harus melihat James dan Yulia bermesraan di ruang tengah.
"hei... rumah ini punya sepuluh kamar, kalian bisa memakai yang manapun, jangan "mengotori ruang tamu dengan perbuatan kalian itu," kesal Nat.
"baiklah, kamu akan pindah ke dalam sesuai arahan mu nona," jawab James.
mereka pun menuju ke kamar di lantai satu, dan keduanya pun melanjutkan untuk bercocok tanam.
karena di luar masih hujan, sedang di atas, Jefry sedang bersolo karir, setelah sekian lama akhirnya adiknya berfungsi.
Nat bingung ingin masak apa, jadi dia memilih memasak Agam bakar kesukaan Jefry.
bahkan dia memiliki resep itu, karena bu Elva yang memberikannya saat Vita akan berangkat ke rumah peternakan.
setelah membumbui ayam, dia pun langsung memanggangnya di luar, dia membuat dua ekor ayam, karena biasanya Jefry suka makan tanpa nasi.
setelah siap, Vita tak lupa membuat lauk lain, dan menyiapkan semuanya di meja.
dia tak ingin mengganggu tamu yang sedang bercinta, jadi Nat mengetuk pintu kamar Jefry.
"tuan, ayo makan malam," panggil Nat.
"baiklah," jawab Jefry yang masih lemas.
melihat Jefry, otomatis tangan Nat mengulur dan memeriksa kondisi panas dari tuannya itu.
"sudah tak panas, tapi aku ingin makan ayam bakar buatan mama," kata Jefry.
"sudah aku buatkan, ayo turun karena aku ingat betul, nyonya sepuh bilang jika setelah sakit biasanya anda suka makan ayam bakar, Jadi aku buatkan," kata Nat.
"terima kasih," kata Jefry.
keduanya duduk di meja makan, Nat mengambilkan sedikit nasi untuk Jefry.
"James... Yulia berhentilah dan ayo makan, atau aku akan menghabiskan semuanya sendiri," panggil Jefry yang tak mau mengetuk pintu.
"hei tuan muda, kamu tak usah berteriak, kami pasti keluar kok," jawab James yang memang sudah keluar bersama Yulia.
sedang Nat langsung bangkit dan mengambilkan air hangat untuk Jefry.
"tuan berhenti minum air dingin, ini untuk anda," kata Nat.
"ya Tuhan Nat, tolong sekali saja," mohon Jefry.
"tidak boleh, atau kamu ingin aku mencekoki mu dengan jamu pahit," kata Nat mengancam pria itu.
Jefry pun pasrah, dan mengikuti perintah dari Nat, sedang Yulia tak mengira jika Jefry begitu manis saat menurut.
"hei... kenapa kamu menatap pria itu dengan tatapan seperti itu? kamu cemburu?" tanya James menggoda Yulia.
"tentu, karena Jefry terlihat begitu manis saat begitu penurut seperti ini, tapi saat sedang kambuh dia lebih menyebalkan di banding kamu," kata Yulia menunjuk James gemas.
"sudah-sudah, sekarang mari kita makan jangan cuma ngobrol," tegur Yulia.
akhirnya mereka pun makan bersama, tak butuh waktu lama untuk mereka berempat makan.
masakan Yulia sangat enak hingga semuanya bersih tak bersisa, "James dan Yulia kamu berdua harus cuci piring," kata Jefry.
"apa?" kaget Yulia.
"tidak usah, biar aku tuan Jefry, anda keluar dan nikmati suasana bersama malam ini," kata Nat.
__ADS_1
"itu dia sudah mengerti, kan itu tugasnya sebagai pelayan, benarkan Nat," kata Yulia
"iya nona Yulia," jawab Nat yang membersihkan meja.
Jefry pun membantu Nat membawa piring kotor ke dapur, begitu pun James.
sedang Yulia melihat iPad miliknya, dan ternyata ada beberapa berkas yang harus dia selesaikan malam ini.
Yulio benar-benar tak membiarkan dia beristirahat sedikitpun, bahkan saat sedang liburan seperti ini.
dia pun terpaksa mengerjakan tugasnya, sedang James, Jefry dan Nat duduk santai.
"ada yang mau minum anggur merah buatan sendiri?" tanya Nat.
"boleh Nat, dan ingat cemilan ya," kata Jefry.
"ambil sendiri tuan," bisik Nat kesal.
Jefry pun bangun dan langsung mengambil kacang dan beberapa kue kacang.
"wah cemilan yang sempurna," kata James.
Nat membawa dua botol berukuran sedang untuk mereka nikmati. tak lama Yulia datang dan bergabung.
"bagaimana dengan pekerjaan mu, apa sudah selesai?" tanya Jefry.
"tentu, beruntung nyonya Vita hanya minta revisi sedikit, jadi aku tak harus merubah isinya," jawab Yulia pasrah.
dia pun ikut minum, dan rasa anggur merah itu berbeda, "huh... rasanya cukup enak ya, kamu beli dimana Jefry?" tanya wanita itu.
"aku tak beli kok, itu buatan rumah kok, iya kan Nat," kata Jefry.
"benarkah, wah... kamu hebat ya, bisa buat anggur sendiri," jawab Yulia.
"aku, kamu gila ya, aku but anggur tak punya bakat, ini semua Nat yang buat, dan aku beruntung punya dia yang bisa melakukan segalanya, kecuali senyum padaku," kata Jefry.
Jefry yang melihat Nat tersenyum seperti itu, langsung menutup wajahnya yang merah.
James dan Yulia pun kaget melihat reaksi dari pria itu, "ah... jangan tersenyum seperti itu kmu terlalu cantik dan bahaya untuk jantungku," kata Jefry yang mulai mabuk.
"dasar lemah, jangan di pikirkan Nat, Jefry selalu begitu saya mabuk, bahkan sebentar lagi di akan meracau tak jelas," kata James.
"aku sudah tau, dan setelah meracau pria itu akan tidur," jawab Nat.
mereka pun minum anggur sambil melihat sosok Jefry Yang sedang ngomel tak jelas persis ibu-ibu rempong.
tak hanya itu, mereka yang kebanyakan minum pun akhirnya tumbang seluruhnya.
mereka pun tidur bersama di ruang Keluarga, James berpelukan dengan Yulia.
sedang Jefry memeluk Nat, entahlah sekarang baginya, Nat seperti obat yang bisa membuatnya nyaman dan sembuh perlahan.
keesokan harinya semua bangun, Nat sudah sibuk di dapur membuat sarapan roti lapis.
"sedang buat apa?"
"sedang buat sandwich tuna mayo, mau?" tanya Nat.
"boleh dong, hap... emm... enaknya," kata Jefry yang mendekat dan memeluk tubuh Nat dan langsung memakan roti itu di tangannya.
Nat pun tertawa melihat wajah Jefry yang cemong, melihat itu Nat langsung mengusap wajahnya ke wajah Nat.
"ih... kotor aku sudah mandi," kata Nat mendorong wajah Jefry.
__ADS_1
"ya tak apa-apa mandi lagi, oh ya kita harus ke kota untuk berbelanja untuk kebutuhan kita, jadi siapkan dirimu oke," ajak Jefry yang langsung pergi membawa sandwich.
"baiklah," jawab Nat.
James dan Yulia juga sudah bangun, dan langsung mulai membereskan rumah, dan kemudian mandi lagi.
mereka sarapan sebelum berangkat ke kota, James dan Yulia kembali karena memang harus bekerja.
sedang Jefry dan Nat, ingin kerumah Jimmy untuk mengambil uang belanja.
tapi ternyata Jimmy sudah mentransfer uang itu lebih dulu dan melebihi beberapa puluh juta.
tapi Jefry malah ingin cash, jadi Jimmy pun meminta adiknya itu kerumah untuk mengambilnya.
mereka semua pun pergi untuk ke menjalani kepentingan masing-masing.
sesampainya di kota, mereka menuju ke rumah Jimmy dulu, tapi batu juga datang terdengar kegaduhan dari dalam.
Nat dan Jefry langsung lari masuk kedalam rumah, "ada apa kak Jimmy?"
ternyata Vita sedang pegang tes kehamilan, "kak Vita hamil lagi?" kata Jefry kaget.
"kamu gila!! Jason dan Jayden baru dua bulan, ini tes kehamilan milik ibu Riana," kata Vita senang.
"apa? wah om Zein top cer sekali, bisa-bisanya punya anak di usia ini?" kata Jefry tertawa.
"memang salah ya?" tanya tuan Zein.
"ya tidak, berarti anda hidup sangat sehat, sedang papa..." kata Jefry melirik kearah tuan Syam.
"hei pria busuk, tutup mulutmu, kamu mau punya adik di usia ini?" tanya tuan Syam.
"tidak!!!" teriak Jimmy dan Jefry bersama
"wah kompak sekali," puji Vita.
"sudah-sudah aku pusing, mau ambil uang, ayo kak, bisa gila aku terlebih aku butuh segera pulang karena ingin merawat kuda-kuda kita, lekas...."
"baiklah ayo ke ruang kerjaku, Nat bantu Vita menjaga kedua putra kami dulu ya," kata Jimmy.
"baik tuan besar," jawab Nat.
Vita pun merangkul Nat, karena wanita itu sudah sangat berubah dan sekarang tubuhnya makin berisi dan seksi.
"sepertinya selama tinggal di peternakan kamu bahagia ya Nat?"
"iya nyonya, aku membuat anggur, membuat kue dan mencoba membuat semua resep milik nyonya sepuh, dan menjadikan tuan Jefry sebagai juri," kata Nat tersenyum.
"iya Jefry juga sekarang terlihat lebih tenang, berisi dan mudah tersenyum, aku jadi tenang sekarang melihat putraku ini," kata Bu Elva.
"bagaimana jika nikahkan saja Jefry dengan Nat?" tawar tuan Syam.
"tidak tuan, saya tak mau, dan tolong jangan bicara seperti itu karena saya hanya ingin fokus bekerja melayani keluarga ini," jawab Nat tanpa bisa di bantah.
"padahal aku menyukai mu Nat, tapi jika tuhan berkehendak siapapun tak bisa menolaknya," kata Bu Elva yang tersenyum kearah gadis itu.
"kak apa selama ini kamu yang membantuku, aku baru tau setelah asisten ku mengatakan segalanya?"
"benarkah, memang kenapa kamu adikku, tapi sesungguhnya aku tak membantu apapun karena itu semua adalah kerja kerasmu," kata Jimmy yang menghitung uang untuk kebutuhan rumah di peternakan.
"terima kasih kak," kata Jefry.
"tidak perlu, anggap saja ini adalah penebusan dosa ku, karena dari kecil kamu terus tersiksa karena diriku, aku yang harusnya minta maaf," kata Jimmy yang terisak
__ADS_1
Jefry langsung memeluk kakaknya itu, "tidak kakak, aku selalu bangga punya Kakak seperti mu, dan tolong jangan bersedih seperti ini kak, aku selalu bangga punya dirimu Jimmy," kata Jefry.
"dasar adik sialan, yang sopan Jefry," kata Jimmy tertawa bersama.