
Vita kaget melihat ruangan putranya yang terbuka lebar, terlebih bocah itu sudah tak ada di ranjangnya.
"Yulia dimana Leon!" panik Vita tak mendapati Putranya.
"maaf mbak, Leon di bawa pergi oleh tuan Agust, bahkan dia membawanya paksa," jawab gadis itu.
"tidak boleh, tidak!!" teriak Vita yang langsung berlari menuju lift.
ternyata pria itu sudah ada di lantai bawah, Yulio dan Yuniar mengejar Vita, mereka turun lewat tangga darurat.
Agust sudah membawa bocah itu pergi dengan mobilnya, dan Yuniar mengambil mobil miliknya.
mereka pun mengejar mobil itu, bahkan mobil itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi.
mereka beberapa kali hampir mati karena menerobos lampu merah, tapi Yulio tak peduli.
karena mereka harus segera bisa menahan pria itu dan merebut Leon kembali.
tapi sepertinya Agust tau jika sedang di ikuti, jadi pria itu juga semakin cepat untuk menghindar dari kejaran mereka.
Yulio melihat jika mobil pria itu menerobos lampu merah yang cukup padat, dan pria itu sangat nekat.
akhirnya mobil itu tersambar truk yang lewat dengan sangat keras, bahkan mobil itu sempat terseret cukup jauh.
melihat itu mereka pun kaget, bahkan mobil itu sudah ringsek dan hancur.
para warga membantu Agust yang masih hidup dan mengeluarkan pria itu.
tapi Vita langsung memeluk Putranya yang sudah tak bernyawa karena Agust tidak memasangkan sabuk pengaman.
hingga tubuh kecil Leon terpental keluar dari mobil. Vita pun meraung memeluk putranya yang meninggal dengan mengenaskan.
kondisi Agust juga kritis, Yulio langsung meminta bantuan para warga untuk membawa pria itu ke rumah sakit.
polisi datang untuk mengurus segalanya, Yuniar menemani Vita yang begitu terpukul sambil terus memeluk putranya itu.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Yulio pun sudah menangis tak sanggup melanjutkan ceritanya, sedang Jimmy sudah memecahkan botol yang di pegang ya.
__ADS_1
"pria sialan.... kenapa dia harus membawa pergi bocah yang sedang sakit, bahkan berani melakukan hal gila itu," marah Jimmy.
"aku juga tak tau, karena hanya sebatas itu yang kami ketahui, dan setelah itu mbak Vita sangat depresi, bahkan berkali-kali mencoba bunuh diri," jawab Yulia.
"aku akan jelaskan," kata Yuniar yang menyusul mereka.
"kamu disini?" tanya Jimmy melihat wanita cantik itu.
"kenapa tuan Jimmy, aku tak boleh datang, terlebih sekarang aku harus membantu sahabatku itu menjelaskan semuanya, agar kamu jelas dan tak salah paham padanya," jawab Yuniar.
ππππ
Yuniar pun tak mengira harus melihat tubuh kecil itu bersimbah darah, bocah tampan yang empat tahun ini menemani maminya kerja dimana pun.
kini sudah kaku tak bernyawa, bahkan Vita terus menangis di samping peri mati Putranya itu.
dan yang paling membuat terluka, tak ada satu pun keluarga dari Agust yang datang, bahkan Vita benar-benar sendiri.
"ya Tuhan ... sebenarnya selama ini, bagaimana perlakuan mereka terhadap mu Vita, bahkan saat putra mu meninggal dunia, tak ada satu pun orang yang datang," kata Yuniar.
"mereka membenciku, karena aku miskin, bahkan mereka tak menerima putraku, karena lahir dari wanita rendah seperti ku," kata Vita dengan suara yang begitu lirih.
bahkan bocah yang sering memberikan permen atau coklat pada setiap pengunjung gereja.
meski Vita tak mempercayai agama apapun, tapi putranya mengikuti kepercayaan yang sama dengan Yulio dan Yulia.
akhirnya setelah pemakaman dari Leon, ponsel Yuniar berdering ternyata itu dari rumah sakit.
Agust sudah selamat dari masa kritisnya, dan ingin bertemu Vita.
Yuniar pun menemani Vita ke rumah sakit, baru juga berada di depan pintu, Vita sudah mendapatkan sebuah tamparan keras di wajahnya.
"dasar menantu kurang ajar, lihat karena wanita sial seperti mu, putraku jadi seperti ini," marah ibu dari Agust.
"hei jaga bicaramu wanita tua!!"bentak Yuniar mendorong wanita itu hingga terjatuh.
dia tak tahan lagi melihat temannya itu terus terluka seperti ini, "sudah Yuniar, tak usah pedulikan mereka,"
Keduanya pun masuk kedalam ruangan rawat, terlihat Agust tersenyum mengejek kearah keduanya.
__ADS_1
"mampus, putra ku susah mati, dan setelah sembuh aku akan menceraikan istri seperti mu, dan ku pastikan semua usaha milik mu akan jadi milikku," lirih Agust
"dasar pria jahat, sudah mau mati berani mengatakan semua itu, dasar ria tak berperasaan," marah Yuniar.
"tutup mulut mu wanita murahan," hina Agust.
Vita berjalan ke samping pria itu, "kamu susah merebut segalanya dariku, jadi kau ingin merebut apa lagi, oh ada satu lagi yang belum sayang ku, nyawamu..." kata Vita mematikan oksigen milik Agust.
Yuniar kaget melihat itu, "maaf tapi aku akan membawa semua hartamu, dan untuk wanita itu, dia harus membayar semua luka dan duka ku, dan aku akan merebut semuanya darinya agar kamu bisa melihat wanita yang kau cintai tersiksa, dari neraka ajar dia bisa ikut dengan mu," kata buta dengan datar.
setelah Agus sesak nafas dan sudah tak bergerak, Vita kembali menghidupkan oksigen itu.
"maaf sayang, air mataku terlalu berharga untuk menangisi mu," kata Vita yang kemudia keluar bersama Yuniar.
dan rombongan dokter datang, tapi semuanya sudah terlambat untuk pria itu, berbeda Vita malah baru mulai melawan depresinya.
kehilangan putra yang begitu dia cintai menghancurkan wanita itu begitu dalam.
bahkan makin hari, perlahan tubuh Vita makin lemah, bahkan semua gizi yang di butuhkan wanita itu hanya bisa terpenuhi lewat infus.
selama dua tahun, Vita melawan depresi, dan Yulio menanggung semua tuduhan dan memilih mengantikan Vita di penjara.
"cukup Vita, berhenti menjadi seperti ini, meski kamu mati tak ada yang peduli, dan kamu akan membiarkan orang yang menghancurkan hidupmu terus tertawa senang, bahkan dia bahagia dengan pria yang tak tau jika dia pintar anak darimu, bahkan pria bodoh itu bisa bahagia dengan anak suamimu dengan wanita itu, itupun dari hubungan gelap mereka, dan kamu hanya menangis tanpa guna seperti ini,cukup Vita!!! cukup!! sekarang bangun dan mulai pulihkan tubuhmu, dan balas dendam mu, seperti ucapan mu pada pria busuk itu sebelum mati," kata Yuniar yang marah.
Vita pun melihat Yuniar dengan tatapan dingin, "ya kamu benar, aku harus balas dendam, dan merebut segalanya, pria yang seharusnya memeluk putraku, dan wanita yang membuat putraku meninggal harus merasakan hal yang sama," kata Vita yang mulai membangun kepercayaan dirinya.
Vita mulai belajar untuk menjadi wanita sempurna dan cantik,bahkan dia berubah menjadi wanita sempurna dalam enam bulan.
dan perusahaan juga berkembang pesat di bawah kepemimpinan Yuniar.
dan dari sanalah kekuatan dua wanita itu tercipta, hingga bisa mengundang dunia dengan Yuniar yang tampil sebagai bos utama.
tapi pemikiran Vita yang membantu dari balik layar, dan balas dendam pun di mulai.
ππππππ
NB....
πΈ flashback dari Yulio dan Yulia.
__ADS_1
π flashback dari Yuniar.