The Housemaid

The Housemaid
tamu gila semua


__ADS_3

Iwan pun tak memikirkan wanita itu dan langsung memperlakukan gadis muda itu dengan kasar.


bahkan dia seperti menumpahkan semua amarahnya yang selalu dia pendam sendiri.


dia juga bukan pria kemah, dia juga tampan tak kalah dari Jimmy. tapi kenapa selalu aja pria itu yang jadi idaman para wanita.


gadis itu pun merutuki hidupnya, dia memang tak bisa melakukan apapun tapi perlakuan Iwan sangat kasar.


bahkan wanita itu pun sampai tak sadarkan diri, dan Iwan tidur di sampingnya tanpa beban apapun.


pagi itu Vita sudah mulai masak dan Jimmy masih berkutat denfan pekerjaannya.


Vita memanggil jasa pembantu rumah tangga yang datang seminggu tiga kali untuk membersihkan penthouse.


karena saat mereka tak datang Vita bisa membersihkan semuanya sendiri.


dia sedang memasak, dan menyiapkan beberapa hidangan karena dia juga batu tau jika teman-teman Jimmy akan datang.


tapi dia naik untuk memberikan sarapan untuk kekasihnya itu, telebih Jimmy lupa sarapan dan terlalu fokus bekerja.


"makan siang tuan," sapa Vita yang masuk kedalam ruang kerja.


"masuk sayang, kenapa makan siang, aku saja belum sarapan, terlebih ini juga batu jam delapan pagi, ah... aku tau jika menu sarapan ku kali ini sedang berada di pangkuanku ini," kata Jimmy tersenyum.


"hentikan ucapan mesum mu sayang, semalam saja kamu membuatku pingsan karena keganasan mu, jadi aku mohon berhenti oke, kata Vita yang merangkul leher Jimmy.


"baiklah maafkan aku, dan jika kamu bisa, nanti jangan mengenakan baju seksi saat anak-anak kemari, Benny bisa bersikap gila jika melihat mu dalam balutan busana seksi," mohon Jimmy.


"tentu sayang, aku tau itu, jadi kamu tenang saja, karena aku akan mengenakan baju sopan, terlebih bekas merah di tubuhku tak mungkin aku pamerkan bukan," kata Vita mencubit hidung mancung kekasihnya itu.


"memang kenapa, itu adalah bukti jika kamu adalah kekasih ku, milikku," jawab Jimmy tertawa.


"sudah jangan mengatakan hal gila, kamu belum menikahiku jafi buat apa aku memamerkannya, agar mereka bisa berpikir jika aku bisa di nikmati teman mereka ini dengan gratis gitu?" kesal Vita.


"ya bukan begitu sayang, maaf ya kamu sih di tanya mau kapan di nikahi kok malah bingung sendiri," kata Jimmy.


"sudah berhenti mengomel dan makan sarapan itu, jangan sakit jika tidak aku akan suruh," kata virnie dengan manja.

__ADS_1


Jimmy pun menurut dan mulai makan bersama Vita, keduanya bahkan begitu mesra dan selalu penuh cinta.


siang itu para pekerja yang di panggil sudah selesai melakukan tugasnya dan sudah pergi.


Jimmy memilih duduk sambil menunggu ketiga temannya, benar saja tak lama rombongan tiga pria itu datang.


Jimmy berdiri dan membuka pintu untuk ketiganya, "ku kira kalian tak jadi datang?" tanya Jimmy melihat ketiganya.


"maafkan kami, karena pria itu bingung mau bawa hadiah apa," jawab Benny melirik Iwan.


"ya maklum dong aku tidak pernah berkunjung ke rumah baru, jadi aku bawakan setahuku saja," jawab Iwan


"tak masalah, ayo masuk nyonya rumah sudah memasak sesuatu yang spesial untuk kalian semua," kata Jimmy.


"benarkah, wah... kami tak sabar ingin mencicipinya," kata Ferdi.


mereka pun masuk sambil membawa semua hadiah, Vira tersenyum menyambut ketiganya.


Jimmy mempersilahkan mereka untuk duduk, dan dia membantu Vita menyiapkan semua makanan.


"memang di rumah luas ini tak memiliki pembantu?" tanya Iwan yang heran.


"ya bukan begitu, pasti sulit membersihkan rumah sebesar ini, meski dia nyonya tapi seperti pembantu jadinya," kata Iwan


"tapi aku tak merasa jadi pembantu kok, karena ini keinginan ku, jadi kami bebas melakukan apapun di mana pun," jawab Vita yang membawa air dingin.


ucapan Vita membungkam Iwan, Benny tau jika Iwan sangat tak suka tapi dia tak bisa melakukan apapun karena itu semua pilihan Vita.


tak lama Yuniar juga datang bersama Jhon dan para asisten mereka.


Ferdi tersenyum cerah melihat sosok wanita yang telah mencuri hatinya itu.


tapi dengan cuek bebek wanita itu jual mahal, padahal di hatinya dia bersorak senang melihat pria itu ada di rumah baru Jimmy.


"kalian semua datang, apa kami menganggu?" tanya Jhon.


"tidak, kami malah lebih suka lebih banyak orang seperti ini, terlebih kita semua bisa saling kenal dan menjadi rekan suatu saat nanti, mungkin," jawab Benny tersenyum.

__ADS_1


Vita dan Yuniar serta para wanita memilih untuk berbincang-bincang di luar sambil menikmati suasana pemandangan kota.


sedang para pria membahas beberapa usaha milik mereka, tak hanya itu semua orang juga membahas tentang wanita.


terlebih Benny yang memiliki club yang sangat terkenal sebagai penyedia wanita cantik.


tapi Jhon yang memang tak suka wanita hanya bergidik geli sendiri, sedang Jimmy yang tau keanehan pria itu pun ingin tertawa.


"Jhon kamu bisa bersama Benny melihat mereka lusa, setidaknya kamu bisa menemukan wanita yang bisa mengubah mu mungkin," jawab Jimmy


"kenapa kamu cemburu honey, ingin menghabiskan malam dengan ku satu malam juga tak apa-apa, aku jamin kamu akan tau perbedaan antara aku dan Vita," kata Jhon menggoda.


melihat itu, Ferdi, Benny dan Iwan kaget, ternyata pria yang terlihat gagah itu seorang yang belok.


"ya Tuhan tidak usah, aku masih suka hal yang normal, dan lagi apa enaknya padahal ada lubang surga," jawab Jimmy tak habis pikir.


"tapi bagiku itu lebih menjijikan, entahlah,jangan bahas itu, kenapa kita tidak main saja, di rumah ini tak punya apapun untuk bisa di mainkan?" tanya Jhon.


"tidak ada, hanya ada minuman alkohol saja, mau kita main putar botol, yang kena tunjuk botol harus minum minuman spesial," kata Jimmy.


"boleh, tapi apa nyonya itu mengizinkan?" tanya Ferdi.


"tentu saja,kita ajak mereka juga mau," kata Jimmy menyahut.


akhirnya mereka pun mengambil anggur dan semua minuman yang tersedia di rumah itu.


ada Soju dan sake juga, mereka heran melihat Jimmy dan dia membantah jika itu milik Vita.


mereka semua mulai mencampur semua minuman itu, Yuniar, Vita dan Yulia menghampiri para pria dan kaget melihat apa yang mereka lakukan.


"ya Tuhan itu semua minuman dengan alkohol tinggi,kalian mau membuat kekacauan?" tanya Vita.


"mau ikut sayang, kamu hany bermain," jawab Jimmy tersenyum.


"baiklah, kita lihat siapa yang bisa bertahan dengan boomshot yang kalian buat itu," kata Jimmy.


tak lama mereka mulai duduk berputar dan saling pandang, akhirnya Jimmy yang memutar botol pertama kali.

__ADS_1


dan mengejutkan Vita malah dapat giliran pertama, dan wanita itu minum dengan satu tegukan.


__ADS_2