The Housemaid

The Housemaid
nyonya Jimmy


__ADS_3

Jimmy memilih untuk duduk di luar dan memeriksa pekerjaannya, Ferdi memutuskan untuk menemani Jimmy.


"kenapa kamu disini, di dalam Ding, biar asik di kelilingi para wanita," kata Jimmy.


"aku tak menyukai pria itu, terlebih pria itu menatap istrimu dengan tatapan lain," kata Ferdi.


"hei tuan Ferdi, kamu mengatakan hal bullshit apa, kamu tak tau jika pria yang di dalam itu selain pengusahaan, dia memiliki banyak wanita, jadi kenapa mau merebut istri orang lain," kata Yuniar menjewer pria itu.


Ferdi pun kesakitan tapi tak bisa berbuat apa-apa, sedang Jimmy tertawa melihat tingkah temannya itu merasa geli.


tapi dia sadar sesuatu, jika mereka berdua memiliki hubungan khusus, "kalian berdua bersama, wah... itu mengejutkan," kata Jimmy.


"apa pria ini, sebenarnya aku ingin memungkirinya, tapi iya aku bersama pria ini, sudah jangan meledekku," kata Yuniar dengan malu.


"sudah sayang, Jimmy cuma bercanda saja, tak usah dengarkan pria busuk itu," kata Ferdi membujuk wanitanya.


sedang Jimmy tertawa, tapi Yuniar memang wanita yang bisa mengendalikan Ferdi, tapi bagaimana dengan Steve.


bocah itu sedang berada di dalam masa pertumbuhan dan masih salam masa pertumbuhan, dan yang paling berbahaya adalah rasa ingin tau dari pria itu.


tapi Jimmy percaya jika Ferdi bisa menangani itu, karena dia lebih baik darinya.


tak lama rombongan dari tuan Kareem keluar dan berpamitan dengan Jimmy, Ferdi dan Yuniar.


"tunggu tuan Kareem," kata Jimmy.


pria yang namanya di panggil pun menoleh dan melihat kearah Jimmy, "ada apa tuan Jimmy?"


"jika lain kali kamu datang ke sini ingat untuk memanggil istriku, nyonya Jimmy," kata Jimmy dengan datar.


"tentu tuan, maaf atas kekhilafan ku tadi, titip salam untuk nyonya Jimmy," kata pria itu yang kemudian pergi.


Jimmy pun menyeringai, dia tak mau ada yang salah paham tentang status Vita, itulah mulai sekarang dia harus terus mengawasi istrinya itu.


Vita pun tersenyum saat melihat suaminya itu masuk kedalam kamar, "kamu kenapa sayang?"


"aku hanya merindukan mu, sini peluk dulu," kata Vita dengan manja.


sebenarnya wanita itu suka sekali mencium aroma tubuh dari Suaminya itu.


akhirnya semua pun pamit meninggalkan ruang rawat Vita, sedang Ferdi ingin mengajak Yuniar ke rumahnya.


"kita mau kemana hei... jangan membawa ku ke tempat yang aneh-aneh ya," marah Yuniar.

__ADS_1


"tidak sayang, aku akan mengajakmu pulang untuk bertemu putraku, semoga dia bisa menerima dirimu ya," kata Ferdi mencium tangan dari kekasihnya itu.


"baiklah honey, aku juga penasaran dengan putra mu, terlebih Vita dulu bilang jika almarhumah dari Tian sangat dekat Steve," kata Yuniar yang benar-benar penasaran.


mereka pun sampai di sebuah rumah mewah yang begitu besar, Yuniar tak mengira jika Ferdi begitu kaya.


padahal perusahaan pria itu juga tak terlalu besar, atau ada yang di sembunyikan pria itu dari dunia.


"sayang sebenarnya apa usahamu, yang ku tau kamu hanya seorang pengusaha properti, tapi kenapa bisa sekaya ini," tanya Yuniar heran.


"sudah masuk saja, kamu akan kaget saat aku membicarakan semua usaha yang aku miliki," kata Ferdi tertawa.


keduanya pun masuk, dan enam pelayan menyambut keduanya, Yuniar benar-benar seperti berada di dalam drama.


"selamat datang tuan, dan nona," sapa para pelayan.


"Bu song, dimana Steve," tanya Ferdi yang merangkul pinggang Yuniar.


"tuan muda sedang berada di ruang gym tuan," Jawab Bu song.


Ferdi pun mengajak Yuniar untuk duduk di samping kolam renang, dan menyuruh seseorang agar memanggil putranya itu.


Yuniar pun tak mengira jika di samping kolam renang ada sebuah mini bar.


"sudahlah nyonya, jangan membuat malu seperti ini, dan lihatlah dia putraku," kata Ferdi yang melihat Steve datang menghampirinya.


Yuniar menoleh dan kaget melihat pemuda yang memiliki tubuh yang begitu indah itu.


terlebih kaos pas band itu mencetak tubuh pemuda itu, dan wajah tampannya tidak seperti Ferdi


"kamu yakin dia putramu, kenapa wajahnya tidak mirip dengan mu, dan kulitnya juga sangat bersih," puji Yuniar dengan nada mengejek.


"hei... kenapa kamu bilang seperti itu, dia itu mirip dengan ibunya, tapi jika bentuk tubuh dia persis dengan ku, dan ingat jangan memikirkan untuk merayunya oke, atau aku akan membuat mu tak bisa berdiri," ancam Ferdi tersenyum seram.


"iya iya aku mengerti," jawab Yuniar.


Steve pun langsung memeluk sang papa, dan dia melihat sosok wanita yang berdiri di samping Ferdi.


"dia siapa pa? kamu tak pernah membawa wanita ke rumah setelah perceraian mu, dan dia?" tanya Steve.


"dia calon istriku, aku ingin kamu mengenalnya, apa kamu keberatan nak?" tanya Ferdi.


"tentu saja tidak, karena kamu juga boleh berbahagia, terlebih mama juga sudah menikah dengan pria muda yang sekarang sudah memiliki jabatan, tapi ingat jangan terluka lagi, dan anda Tante, tolong jaga papa ku dengan baik, jika tidak aku bisa melakukan apa yang tak pernah kamu pikirkan," kata Steve.

__ADS_1


"ya Tuhan putraku yang gemar bicara, kenapa bisa cerewet seperti ini," kata Ferdi tertawa.


sedang Steve menatap dingin ke arah Yuniar, dan berhasil membuat wanita itu bergidik ngeri.


mereka pun makan malam bersama di rumah, dan ternyata Steve sudah mudah dekat dengan Yuniar terlebih wanita itu memiliki ilmu psikologi.


hingga mereka bertiga sudah seperti keluarga yang bahagia, itulah bu song yang tak pernah melihat tawa keluarga itu ikut senang.


di rumah sakit, Jimmy sedang tidur memeluk Vita, padahal mereka sedang berada di rumah sakit.


dokter yang ingin melakukan pemeriksaan pun sampai kaget melihat itu.


terlebih Jimmy tidur terlalu nyenyak, hingga Vita tak ingin membangunkan suaminya itu.


jadilah dokter pun memeriksa kondisi Vita secara apa adanya, tapi beruntung karena kondisi wanita itu sudah sangat baik.


dokter pun pamit tak ingin menganggu pasangan itu, Vita pun makan saja dengan nyaman.


dia tau jika suaminya itu sangat kelelahan, terlebih seminggu ini mereka mengalami hari yang sangat berat.


Jimmy terbangun setelah merasa puas tidur, dia melihat Vita yang tersenyum kearahnya.


"sayang, apa aku tidur terlalu lama?" tanya Jimmy yang menarik kepala Vita mendekat kearahnya.


Jimmy langsung ******* bibir wanita itu, bahkan Jimmy terus menuntut istrinya.


Vita mencubit suaminya itu melepaskan dirinya, karena mereka tak hanya berdua di sini.


"ada apa sayang?" kata Jimmy yang masih ingin mencumbu istrinya.


"berhentilah sayang, itu ada papa dan ayah di sini, kamu kenapa begitu mesum begini sih, kamu itu umur berapa hingga tak tau malu begini," kata Vita menolehkan kepala Jimmy kepada dua pria yang sedang terdiam melihat Jimmy di atas ranjang.


Jimmy yang malu, langsung kembali menyembunyikan wajahnya di selimut istrinya.


"sudah sayang kamu tak perlu malu, mereka juga pasti mengerti," kata Vita


"halo ayah, papa, kalian disini?" sapa Jimmy.


"kenapa kamu malu, kami juga pernah muda, kami hanya ingin menumpang makan, tenang saja setelah ini kami juga kembali ke ruang ICU kok," kata tuan Syam.


sedang tuan Zein hanya tertawa, "sudah kalian lanjutkan, dan setelah melahirkan, segera cepat buat anak lagi, karena ingat umur kalian berdua,"


"ayolah ayah, aku masih dua puluh sembilan tahun," jawab Vita.

__ADS_1


"tapi suamimu tua," banyak tuan Syam


__ADS_2