The Housemaid

The Housemaid
menghilang


__ADS_3

hari ini Vita sedang berada di ruangan milik Jimmy, dia sedang memeriksa pekerjaannya juga dengan mengunakan komputer milik suaminya.


tak sengaja saat selesai, Vita melihat sebuah dokumen yang tertulis nama Tian dan Kris.


karena penasaran, dia pun membuka dokumen itu yang ternyata isinya adalah beberapa foto dan video.


untuk foto-foto itu Vita tak keberatan karena foto Jimmy dan kedua anak itu, tapi saat Vita melihat video yang tersimpan dengan nama tersayang.


Vita langsung merasa sedih saat melihat isi video, pasalnya itu bukan video anak-anak yang di besarkan Jimmy melainkan sebuah video tentang kemesraan Jimmy dan Virnie saat liburan di bali.


mereka saling berciuman dan tertawa bersama, bahkan terlihat begitu bahagia berdua.


Vita merasa hatinya begitu sedih, setelah melihat video yang tetap tersimpan rapi itu membuat hatinya terluka dan sesak, bahkan video itu sepertinya sering di lihat dari letaknya yang berada di urutan paling atas.


Vita langsung mengambil tas miliknya dan bergegas pergi, dia tak bisa lagi menahan perasaannya ya g sedang kacau balau saat ini.


Jimmy yang masih di ruang rapat tidak tau jika Vita ingin pergi, bahkan Juan juga tidak karena pria itu sedang di kamar mandi.


Vita mematikan ponselnya agar Jimmy tak bisa menghubunginya, dia pun sampai di lobi perusahaan itu.


"nyonya mau kemana?" tanya resepsionis yang melihat Vita.


"tak perlu tau," jawab ketus wanita itu.


mendapatkan jawaban ketus seperti itu, kedua wanita pegawai itu pun diam, bahkan Vita langsung menuju ke area luar perusahaan.


dan tak lupa dia memanggil taksi untuk membawanya pergi. Jimmy baru selesai rapat.


dia pun mencari Vita untuk mengatakan jika dirinya berhasil membuat perjanjian dengan perusahaan besar untuk pertambangan yang akan mereka buka.


Jimmy sampai di ruangan miliknya tapi tak menemukan istrinya itu, "Vita kamu dimana sayang? Vita..." panggil Jimmy yang membuka beberapa pintu demi mencari istrinya itu.


tapi wanita itu tak ada di mana pun, bahkan toilet maupun perpustakaan mini yang tersedia di ruangan itu.


Jimmy pun tak sengaja melihat komputer miliknya menyala dan melihat video yang sedang di putar di komputer itu.


"sial!!!" teriak Jimmy.


dia pun buru-buru keluar untuk mencari istrinya itu, "Juan kemana nyonya pergi?"

__ADS_1


"saya tidak tau Tuan, saya baru dari Kamar mandi, bukankah nyonya masih di dalam ruangan anda," jawab asistennya itu.


"dasar tak berguna, dia pergi dan kamu tak tau," marah Jimmy yang langsung buru-buru turun.


dia pun sampai di bawah dan ternyata dia juga tak menemukan Vita.


"bos, tadi nyonya pergi dengan wajah kesal, dan naik taksi," kata para resepsionis itu.


"Argh..... sial kenapa dia pergi seperti ini, dia sedang hamil besar," kesal Jimmy.


Vita sedang duduk di mobil taksi dan terus berkeliling kota, "ada apa nyonya, dan sebenarnya anda mau kemana?" tanya supir taksi itu.


"antar saya ke restoran Arvson, bapak tau kan," jawab Vita.


"baik nyonya," jawab supir taksi itu.


di restoran itu, wanita yang menunggu tuan Zein sudah kesal, padahal dia sudah menunggu tiga jam, tapi tanda-tanda kedatangan dari pria itu sama sekali tak terlihat sedikit pun.


karena kesal dia memutuskan untuk pulang, saat dia berdiri dia melihat sosok seorang wanita yang sangat mirip dengan Sonya teman lamanya.


"jangan-jangan dia Arvi, aku harus menemuinya," gumamnya yang langsung bersemangat untuk mendekati wanita itu.


"kamu buta, kenapa bisa kamu menabrak ku seperti ini," kesal Nia pada pelayan wanita itu.


saat dia ingin berjalan ke arah Arvita tiba-tiba wanita itu sudah menghilang dan tak terlihat lagi.


Vita sudah berada di ruangan tuan Zein, Vita pun langsung menangis sesenggukan di pelukan Sang ayah.


tuan Zein bingung melihat Vita yang datang-datang bersikap seperti ini, "ada apa sayang, kenapa menangis seperti ini?"


"maafkan aku ayah... aku sedang terluka, bolehkah aku menangis saja untuk saat ini," mohon wanita itu.


tuan Zein pun mengerti dan membiarkan Vita menangis di pelukannya.


mereka duduk di sofa di ruang kerja, Jimmy menelpon tuan Zein tapi pria itu tak mengangkat telpon itu karena dia mensilent ponselnya dari rapat tadi.


akhirnya perlahan Vita pun merasa baik kan, "mau di pesankan sesuatu sayang?"


"boleh ayah, aku lapar, dan tolong jika mas Jimmy bertanya tentang keberadaan ku, tolong jangan di angkat ya," mohon wanita itu.

__ADS_1


"baiklah," jawab tuan Zein


dia pun langsung menelpon bagian dapur untuk membuatkan sesuatu untuk Vita.


Jimmy benar-benar panik, pasalnya ponsel Vita tak aktif dan juga dia tak bisa menemukan wanita itu di mana pun.


Jimmy kini berada di perusahaan milik Vita dan Yuniar, dan sahabat Vita itu kaget melihat kedatangan Jimmy.


"kamu kenapa disini? kita tak ada janji?" kata Yuniar


"aku tak ingin bertemu dengan mu, aku hanya ingin mencari istriku, apa dia disini?" tanya Jimmy.


"tidak, kamu melarangnya untuk bekerja, jadi dia tak mungkin disini, memang kenapa ku mencarinya? apa dia hilang dari tangan mu, kamu melakukan kesalahan memangnya?"


"sudah aku tak bisa menjawab mu saat ini, sekarang yang penting aku harus menemukan istriku telebih dahulu," kata Jimmy yang berlari keluar perusahaan segera.


Yuniar menghubungi beberapa anak buahnya untuk membantu pria itu mencari Vita.


tak menunggu lama semua sudah mencari Vita, Jimmy sampai di restoran tempat tuan Zein.


tapi saat dia masuk ke ruangan pria itu, dia tak menemukan istrinya, "ayah, apa Vita di sini?" tanya Jimmy dengan nafas yang ngos-ngosan.


"tenanglah Jimmy, kamu bisa lihat sendiri, bukankah tadi kalian pergi ke kantor bersama?" tanya tuan Zein.


"iya ayah, kami memang tadi pergi ke kantor ku, tapi sepertinya Vita melihat video lama yang belum sempat aku hapus, dan dia marah dan sedih jadi pergi dari sana," terang Jimmy.


"memangnya video apa? sampai membuat Vita sedih dan marah, setahu ayah Vita bukan wanita yang mudah marah," jawab tuan Zein.


"itu video liburan ku bersama Virnie di Bali terakhir kali, sebenarnya kemarin aku ingin menghapusnya tapi karena ada rapat mendadak akhirnya aku lupa, tapi Vita sudah menemukan video itu dan sekarang dia menghilang," kata Jimmy sedih.


"ya mungkin dia hanya butuh waktu sendiri, dan lagi dengan kondisinya yang hamil tua moodnya sering naik turun, tak mungkin dia pergi jauh dengan kondisinya, sudah berikan dia waktu untuk sendiri dulu, setelah dia tenang dia pasti akan pulang, kamu bisa menjelaskan segalanya padanya, dengan sejelas-jelasnya," nasihat tuan Zein.


"iya ayah, tapi aku masih khawatir, terlebih perutnya yang juga sudah besar," jawab Jimmy.


"tenang saja, ayah yakin jika dia bisa menjaga dirinya, dan sekarang kamu pulang dulu dan istirahat,lihat wajah mu begitu kelelahan seperti itu," kata tuan Zein.


"baik ayah, aku akan pulang, dan jika anda mengetahui dimana dia, tolong kabari aku secepatnya, karena aku sangat menghawatirkan dirinya," kata Jimmy.


"baiklah, kamu juga jangan stress, ingat kamu juga tak boleh sakit terlebih kamu juga sangat sibuk," kata tuan Zein.

__ADS_1


"iya ayah, aku pasti akan menjaga kondisi ku juga," jawab Jimmy yang kemudian pamit untuk pulang.


__ADS_2