
Jimmy melihat Vita yang berada di lantai dua sambil tersenyum, "dasar wanita ini, dia tidak tau seberapa menggoda dia," gumam Jimmy
dia pun masuk ke dalam rumah, dan Vita pun turun ke lantai dua, mereka berdua sekarang menjaga sikap.
karena ada anak-anak di rumah, "kamu menggoda pria tua itu, sepertinya dia menatapmu dengan tatapan mesumnya," kata Jimmy.
"kamu marah sayang, padahal kamu tau jika dia itu ayah ku loh," lirih Vita tersenyum manja.
"papa... bisakah menemani kami dulu," panggil Kris dari lantai dua.
"baiklah, tolong bawakan minuman dan cemilan kesukaan mereka, setidaknya kini kita harus membuat mereka melupakan segalanya sesaat," kata Jimmy.
"baik tuan," jawab Vita.
Vita langsung membuat apa yang di inginkan oleh Jimmy, sedang pria itu di atas melihat kedua anaknya sedang memegang sebuah kado.
Vita naik ke atas dengan membawa kue yang sudah dia siapkan tadi saat pulang ke rumah.
"happy birthday papa," kata Kris dan Tian.
"apa, ya tuhan... papa saja lupa jika sedang ulang tahun," jawab Jimmy.
"tapi setidaknya anda bisa merayakan dengan kami bukan," kata Vita yang baik ke atas dengan kue dan jus.
"kamu juga, wah kejutan apa ini," kata Jimmy.
mereka pun menyanyikan lagu ulang tahun, dan kemudian Jimmy meniup lilin.
akhirnya mereka pun duduk untuk makan kue bersama, Jimmy benar-benar tak terpengaruh sedikitpun dengan apa yang habis terjadi.
sedang di rumah sakit Bu Elva baru saja tersadar, dia pun hanya bisa menangis saat ingat apa yang terjadi.
"mama tolong ingat kondisi mu, jangan sedih seperti ini," kata tuan Syam pada istrinya itu.
"bagaimana tak sedih pa, kenapa rumah tangga Jimmy jadi seperti ini, dan lagi dia yang ingin mengakhiri semuanya, tapi kenapa?" kata wanita itu.
"ya mau gimana lagi ma, virnie sudah berkali-kali ketahuan selingkuh, bahkan anak-anak juga menyaksikan sendiri, jika mama tak percaya bisa memanggil tian dan bertanya sendiri," saut Jefry yang juga tak suka pada kakak iparnya itu.
"apa, anak-anak juga mengetahui ini, ya tuhan... apa virnie bisa sejahat ini, tapi jika mereka bercerai bagaimana dengan Tian dan Kris," kata Bu Elva yang tak bisa melihat cucunya itu sedih.
"ma... sebenarnya kami telah melakukan sesuatu, dan kami terkejut melihat hasilnya, tapi mama harus janji harus tenang saat mendengarnya," kata tuan Syam dengan serius.
"ada apa pa, kenapa kami berubah serius seperti ini?" bingung Bu Elva.
__ADS_1
"sebenarnya Tian dan Kris bukan anak-anak kandung dari Jimmy, dan kami baru tau jika sebelum menikah Virnie sudah hamil, dan aku sudah mengecek pada tiga rumah sakit dan semua hasilnya sama," jawab tuan Syam sedih.
"apa... berarti..." tangis wanita itu menjadi.
tuan Syam pun memeluk istrinya itu, Bu Elva tak mengira jika cucu yang begitu dia sayangi bukan darah dagingnya.
"bagaimana dengan Jimmy, bagaimana dia, aku takut dia frustasi pa.." kata bu elva.
"sepertinya dia belum tau, nanti biar dia kesini dan papa akan membicarakan semuanya," jawab tuan Syam.
setelah merayakan pesta secara sederhana, Jimmy mengajak Vita untuk keluar karena pekerjaan.
sedang kedua anaknya juga ingin main ke rumah Steve, setelah mengantarkan keduanya.
mereka menuju ke sebuah area pemakaman yang cukup ekslusif, bahkan harus memiliki id card khusus sebelum masuk kawasan itu.
mobil mereka di parkir di tempat yang sudah tersedia, mereka membawa bunga.
"apa tempatnya jauh?" tanya Jimmy yang berjalan bersama Vita menuju ke area pemakaman.
"tidak, dan lihat ada di sana," jawab Vita.
terlihat ada Yuniar dan semua asisten dari perusahaan di sana, "kenapa begitu ramai?" tanya Jimmy.
"halo Leon putra mommy, lihat siapa yang datang ingin bertemu dengan mu, lihat dia mirip dengan mu kan," lirih Vita.
Jimmy pun meletakkan bunga mawar putih itu di makan bocah kecil itu.
"maafkan aku ya nak, seharusnya aku mencari mu dan mommy mu dari awal, bahkan tuhan saja membuat ulang tahun kita sama, maafkan aku..." kata Jimmy dengan sedih.
Vita menyentuh bahu dari Jimmy, "seharusnya aku tau, hingga tak akan terjadi hal seperti ini," gumam Jimmy.
"nasi sudah jadi bubur, sudahlah tak perlu di sesali, dia sudah tak merasakan sakit sekarang," kata Yuniar yang juga meletakkan bunga lili putih
mereka pun berdoa untuk Leon, setelah itu mereka menuju ke gereja dan panti asuhan
mereka memberikan sumbangan atas nama Leon, dan itu di lakukan setiap tahun.
pendeta menghampiri Jimmy, "apa anda ayah Leon, ya tuhan mata dan senyum kalian sama," kata pria itu
"terima kasih bapa, apa bisa seandainya anda menikahkan kami suatu saat nanti?" tanya Jimmy.
"tentu," jawab pria itu.
__ADS_1
dia sudah tau kisah Leon dari Yuniar, dan tak mengira jika pria itu sekarang ada di samping Vita bahkan mengenggam erat tangan wanita itu.
"ah maaf, aku harus menerima telpon," pamit Jimmy.
Vita pun melihat pria itu sekilas, dan dia harus tetap melanjutkan semuanya.
setelah itu dia menghampiri Jimmy, tapi wajah pria itu nampak tak baik, "ada apa?" tanya Vita.
"kura harus ke rumah sakit, mama sudah sadar dan ingin bertemu dengan kita, dan aku akan menjelaskan semuanya," kata Jimmy mengecup tangan Vita
"baiklah aku ikut dengan mu, dan jangan lupa jika besok ada pesta untuk perayaan persatuan perusahaan kita," kata Vita.
"tentu aku tak lupa," jawab Jimmy.
"hei bisakah jangan pamer kemesraan di depan kami," kata Yuniar.
"sekarang kamu merasakan apa yang aku rasakan selama sepuluh tahun ini, dan lagi kami hanya berpegangan tangan, tapi kamu lebih parah," kata Vita menjawab wanita itu.
"dasar resek kamu, sudah pergi sana," usir Yuniar.
mereka pun pamit dan bergegas ke rumah sakit, dan saat batu sampai mereka melihat Virnie juga ada di sana.
Jimmy tetap menggenggam tangan Vita dan membawanya ke lantai khusus pasien VVIP.
Virnie sedang bertengkar dengan dokter Bram, bahkan menjadi tontonan.
bahkan kepala rumah sakit harus turun tangan dan mengusir keduanya.
Jimmy dan Vita selalu diam selama di dalam lift, saat sampai Jefry tersenyum geli melihat Keduanya.
"kalian mau bikin kejutan hebat, wah... mau bunuh mama kamu, ingat dia baru sadar, bahkan masih berusaha menerima segalanya," kata pria itu.
"tapi ini kebenarannya, jadi aku tak mau menyembunyikannya lagi," jawab Jimmy.
"dasar keras kepala," gumam Jefry.
dia pun masuk terlebih dahulu, "lihat mama siapa yang datang dengan kekasihnya,"
Bu Elva dan tuan Syam terkejut saat melihat Jimmy masuk bersama Vita,bahkan Keduanya tetap bergandengan tangan di depan keduanya.
"apa-apaan ini Jimmy!!" marah tuan Syam.
"aku mencintai dirinya pa, sangat..." jawab Jimmy.
__ADS_1