The Housemaid

The Housemaid
merasakan kebahagiaan lagi


__ADS_3

tuan Zein dan Jimmy sampai di rumah, Vita tak memperhatikan dan menyadari kedatangan keduanya.


"kakak kakak itu kak Jimmy dan ayah sudah pulang," kata Rio mengguncang lengan Vita dengan senang.


"biarkan saja Rio, dia habis pesta dengan wanita-wanita cantik, dan tega meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua ini di rumah, sungguh pria yang sangat bertanggung jawab," kata Vita menyindir Jimmy.


pria itu sadar jika dia melakukan kesalahan, tapi tak mengira jika reaksi dari istrinya bisa seperti itu padanya.


"maafkan aku ya honey, kamu kan tau aku tak bisa menolak mereka, bagaimana pun mereka dulu juga membantuku saat membangun perusahaan, jadi aku tak enak mau menolaknya," kata Jimmy memohon.


"tapi tak usah pesta dengan wanita-wanita malam yang berpose menggoda di depan para lelaki seperti kalian itu, apa sebenarnya kamu senang bukan menyaksikan itu," kesal Vita.


"maaf deh, aku akan menuruti semua keinginan mu hari ini, jadi jangan marah ya, please honey..." mohon Jimmy.


"baiklah, kalau begitu kamu tidak boleh tidur sampai aku menyuruh mu," kata Vita.


"ya sudah, sekarang Rio ikut ayah pulang ya, biarkan kakak-kakak mu itu menyelesaikan masalah mereka ya," kata tuan Zein.


"baik ayah," jawab bocah itu.


mereka pun pamit, Vita minta di gendong ke kamar oleh Jimmy, dan dengan senang hati Jimmy mengendong istrinya itu.


sedang di sisi lain, Rio yang terlalu lelah pun tidur saat di gendongan tuan Zein.


Riana sudah bersiap untuk malam pertama mereka, sedang tuan Zein menidurkan putranya itu di kamar.


dia pun menuju ke kamarnya untuk beristirahat, dia sudah berganti baju dan sedang membaca buku di ranjang.


saat ini Riana sudah keluar dari kamar mandi dengan baju yang begitu tipis.


"mas lihatlah aku, apa aku sempurna di depan mu?" tanya Riana dengan suara lirih.


tuan Zein melihatnya kaget, pasalnya istrinya itu hanya memakai lingerie berwarna hitam.


"kamu cantik dan tubuh mu sempurna, terus apa yang kamu maksud dengan sesuatu yang harus aku tau," tanya tuan Zein penasaran.


Riana mengikat rambutnya, bahkan tuan Zein sudah menelan ludahnya melihat kesempurnaan tubuh dari istrinya.


Riana berbalik membelakangi tuan Zein, pria itu masih belum mengerti Semuanya.


hingga akhirnya gaun malam itu meluncur bebas dari tubuh Riana, tuan Zein di buat kaget melihat bekas di punggung istrinya.


"aku cacat mas, aku punya luka buruk ini, mungkin kamu tak akan mau menyentuhku karena luka buruk ini bukan," kata Riana sedih.

__ADS_1


tuan Zein bangun dan menyentuh luka di punggung istrinya itu, "ini luka cambuk dan luka bakar bekas setrika?"


"iya, dia saat itu marah karena aku tak mau melayani temannya, hingga dia menghajar ku dengan biadab, bahkan dia memukul ku dengan gagang sapu, dan juga menyetrika punggungku yang sudah luka, aku hampir mati saat itu dengan luka di sekujur tubuhku, dan dia pun meninggalkan aku begitu saja," kata Riana dengan sedih.


tuan Zein pun memeluk istrinya itu, dia tak mengira jika Riana pernah mengalami kejadian seburuk ini di hidupnya.


"apa mas tak jijik dan kecewa," tanya Riana.


"tidak sayang, mana mungkin aku jijik padamu, ini adalah masa lalu dan sekarang kita nikmati saja kebahagiaan kita ya," kata tuan Zein.


mereka berdua pun mulai berciuman, Riana pun tak tahan dengan perlakuan lembut suaminya.


bahkan tuan Zein tak mengira jika rasanya akan seperti pertama kali melakukannya.


tuan Zein pun tidur di samping istrinya setelah melakukannya, mereka pun hanya berpelukan lelah.


Riana juga sudah kelelahan tak berdaya dan bergerak, dia tak mengira jika suaminya itu melakukannya hingga beberapa kali.


di rumah utama juga ada yang sangat panas juga, Vita yang sedang menikmati waktunya bersama Suaminya.


Jimmy hanya mengikuti semua yang di perintahkan oleh istrinya itu, karena dia sedang di hukum.


bahkan Vita seakan lupa jika dia sedang hamil, Jimmy pun bertindak lembut.


beruntung Vita dan bayinya baik-baik saja, dia dan Vita pun beristirahat dengan saling berpelukkan setelah tuntas.


gadis muda yang tadi mendengar perkataan dari ayah Benny dan Atik pun nekat naik ke lantai atas saat kedua orang itu sudah tidur.


dia melihat Benny sedang duduk dan minum di balkon, "tuan muda, ada yang ingin aku laporkan,maaf saya lancang berani masuk kesini," mohon wanita itu.


"kalau sudah tau, cepat katakan dan aku akan memaafkan mu," jawab Benny dingin.


"tuan muda, tadi aku tak sengaja dengar jika warisan yang sekarang ada di tangan tuan muda, bisa mereka miliki setelah tuan muda berusia empat puluh tahun dan belum menikah, dan setelah itu mereka akan membunuh Anda," jawab gadis muda itu.


"sialan, sudah kurang sebulan lagi usia ku empat puluh lima tahun, bagaimana aku bisa menikah secepat itu," kata Benny.


"jika anda memiliki teman, coba minta bantuan mereka, dan hanya itu yang ingin saya laporkan," pamit gadis itu.


Benny pun melihat gadis muda itu yang cantik dan juga tubuhnya lumayan bagus meski bagian atas kurang menonjol.


"tunggu dulu pelayan baru," panggil Benny.


"iya tuan ada apa?" tanya pelayan itu.

__ADS_1


"siapa namamu dan berapa usia mu," tanya Benny.


"saya Dwi, dan berusia delapan belas tahun tuan," kata gadis itu.


"sempurna," kata Benny.


pria itu langsung menarik tangan Dwi dan membawanya ke kamar miliknya.


Dwi berontak dan ingin kabur tapi Benny mendorongnya ke ranjang, bahkan dengan kurang ajar Benny melakukan hal buruk pada pelayan baru itu.


Benny seperti sudah kesetanan karena dia tak mengira jika tubuh gadis muda itu sangat sempurna.


karena pengaruh minuman, Benny tak menggubris tangisan maupun tangisan gadis muda itu sedikitpun.


dia melakukan apa yang dia inginkan dengan sangat bejat. tapi dia juga mengakui jika gadis ini memberikan sensasi yang luar biasa.


dia berkali-kali melakukannya dan membuat Dwi pingsan, Benny pun memeluk gadis pelayan itu.


"aku sudah menemukan wanita ku, dan itu adalah kamu Dwi, besok kita menikah," gumam Benny sebelum tertidur.


keesokan harinya Dwi hanya bisa menangis lirih saat mengingat kejadian semalam.


niatnya memberitahu tentang kejahatan yang di rencanakan oleh orang tua dari Benny berakhir seburuk ini.


Benny terbangun mendengar suara lirih dari Dwi, "kamu sudah bangun..." suara serak Benny yang memeluk tubuh Dwi erat.


"tuan tolong lepaskan tuan, jangan siksa saya lagi," mohon gadis itu ketakutan.


"tapi aku sangat menyukainya," kata Benny yang langsung menikmati kembali kegiatan paginya.


Dwi yang tak bisa menolak pun memilih untuk pasrah, toh dia juga sudah kotor.


"berteriak sayang, tenang tak akan ada yang akan mendengar mu, karena di kamar ini tak akan ada yang bisa mendengar suaramu," kata Benny tertawa.


Dwi hanya bisa mengikuti ucapan dari Benny, karena pria itu tak segan mengeluarkan kata-kata kotor.


sedang di rumah Tuan Zein, pria itu memeluk istrinya dari belakang dan sesekali mengecup pipi dari istrinya itu.


tak lama terdengar suara pintu terbuka dari kamar Rio, keduanya pun buru-buru memisahkan diri agar putra mereka tak melihatnya.


"Rio sudah bangun," kata tuan Zein mengendong Putranya itu.


"iya ayah, ibu sudah matang masakannya, terus tadi Rio denger berisik di kamar," kata bocah itu.

__ADS_1


"mungkin Rio salah dengar, dan untuk masakannya sebentar lagi matang ya," terang Riana yang mencoba bersikap biasa.


dia pun tersenyum kearah suaminya yang memang pria dingin tapi memiliki sikap yang sangat nakal.


__ADS_2