
tuan Syam berada di rumah sakit bersama Jefry, mereka ingin mengambil hasil tes DNA yang telah di bawa kemarin.
pria itu nampak tegang pasalnya dia takut jika hasil tes itu sangat mengecewakan, terlebih keduanya sudah menjadi kesayangan di keluarga ini.
dia pun membaca hasil tes DNA itu, dan betapa terkejutnya dia mengetahui jika hasil tes DNA itu menyatakan kedua anak dari Jimmy tak memiliki ikatan darah dengan pria itu.
Tian Syam terjatuh lemas, Jefry menahan tubuh ayahnya itu, dia masih tak percaya melihat hasil tes itu.
"mungkin Vita salah ambil DNA, aku akan mengambilnya sendiri dan kembali memeriksanya papa, jangan sedih seperti ini, tolong kendalikan dirimu, ingat mama pa," mohon Jefry.
tapi mau bagaimana lagi, apa ini kenyataan, ya tuhan cucu yang begitu aku sayangi ternyata bukan cucuku," kata tuan Syam.
"mungkin ini belum pasti pa, jangan sedih dulu, biar aku melakukan tes ulang pada mereka, sekarang aku sendiri yang akan mengambil sampelnya," jawab Jefry.
"terserah kamu Jef, tapi papa tidak akan memaafkan wanita itu sedikitpun lagi," kata tuan Syam.
Jefry dan tuan Syam menuju ke sekolah Tian dan Kris, saat sampai bertepatan dengan bubaran sekolah.
Jefry turun dan mengajak mereka naik ke mobil dan mengajaknya pulang.
"apa mau makan dulu, jarang-jarang loh opa di kota," kata tuan Syam.
"boleh opa, tapi kami mau makan iga bakar," jawab tian.
"baiklah, Jefry Ayo kita makan iga bakar," kata tuan Syam.
sedang di rumah, Jimmy dan Vita menunggu kepulangan dari Tian dan Kris sambil menonton film bersama.
tapi pesan dari Tian membuatnya makin santai, "aku heran, tumben papa di kita dan mengajak anak-anak makan," kata Jimmy.
"maaf tuan,mungkin mereka ingin mengambil hasil tes DNA, dan kemarin aku mengambil sampel untuk Tian Jefry," jawab Vita dengan sedih.
"kok aneh, tapi tak perlu sedih aku yakin mereka itu adalah putra-putri ku, dan Lagi aku juga sedang mengajukan tes yang sama tapi di rumah sakit khusus yang hanya pengacaraku yang tau, dan besok kita ke makam putra mu, setelah itu kita ambil hasil tes itu baru kita tau jika mereka adalah anakku," kata Jimmy.
"baiklah, tapi tolong jangan kecewa jika hasilnya tak sesuai ya," kata Vita
"tentu saja tidak sayang," jawab Jimmy.
Vita dan Jimmy pun terkejut saat mendengar klakson mobil yang ternyata adalah Virnie.
mereka berdua heran kenapa wanita itu jam segini sudah pulang, karena biasanya dia akan pulang sangat larut.
mobil virnie masuk kedalam garasi, dan Vita berjalan di belakang Virnie untuk masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Jimmy berada di ruang kerjanya dan mengunci pintu, dia tak ingin Virnie memaksa dirinya untuk melakukan hal gila.
karena dia tak ingin menyentuh wanita itu sedikitpun, jadilah dia lebih memilih mengunci dirinya di ruang belajar.
"kemana suamiku, kenapa begitu sepi?" tanya Virnie.
"tuan sedang berada di ruang belajar dan sepertinya tuan sangat sibuk nyonya," jawab Vita.
"begitu ya, hari ini bisakah kamu keluar, aku hanya ingin berdua dengan suamiku terlebih anak-anak ikut opanya pulang ke rumah desa," perintah Virnie.
"baik nyonya," jawab Vita
dia pun bergegas menuju ke kamarnya untuk bersiap, tak lupa dia mengirimkan pesan pada Jimmy.
membaca pesan dari Vita, Jimmy bingung karena dia tak ingin Virnie berbuat gila.
jadi dia memutuskan menghubungi keempat orang teman koplaknya, agar mereka menganggu dia dan virnie.
bisa gila jika Jimmy harus berduaan dengan virnie, sudah di pastikan jika wanita itu pasti ingin melakukan hal ekstrim.
Vita mengirimkan pesan pada Jimmy, dia memberikan sebuah alamat sebuah kamar kos pada pria itu.
Jimmy ingin sekali ke sana, tapi tak akan mudah karena ada Virnie, dan dia bisa pergi dengan alasan nanti.
Virnie langsung mandi dan memakai lingerie seksi, dan mengetuk pintu kamar belajar.
"sialan, kenapa dia sudah mengetuk pintu saja," kesal Jimmy.
pesan dari Iwan membuatnya sedikit lega, karena mereka sudah dekat dari rumahnya.
Jimmy pun membuka pintu ruangan itu, "ada apa?" tanya Jimmy yang langsung berjalan turun.
"sayang mumpung di rumah tak ada orang, ayo kita buat adik untuk anak-anak," kata virnie memeluk tubuh Jimmy dari belakang
"ah aku sedang tak berminat," jawab Jimmy.
"tenang saja, biarkan aku melakukannya untuk mu," kata virnie yang bergaya sangat menggoda pasalnya dia sudah ingin Jimmy menyentuhnya.
tapi saat Virnie mau melepaskan lingerie yang dia pakai, tak terduga terdengarlah suara pintu terdengar, "mungkin itu teman-teman ku," kata Jimmy yang bergegas pergi.
"apa, tiga teman mu," kaget Virnie yang langsung lari ke lantai atas untuk mengganti bajunya.
Jimmy memeluk Ferdi, "maaf ya bung, aku masih normal loh," kata pria itu.
__ADS_1
"maaf aku bersyukur kalian datang, ayo masuk aku sudah menyiapkan barbeque dan minuman spesial," ajak Jimmy.
"benarkah, wah... aku tak sabar ingin merasakan minuman spesial itu," kata Benny tertawa.
mereka pun masuk dan kaget melihat sosok Virnie yang tersenyum kearahnya.
"wah tumben ibu dokter ada di rumah," kata Iwan.
"ah iya, aku kebetulan tak memiliki pasien tadi jadi aku langsung pulang, mari silahkan masuk dan duduk," kata Virnie.
"wah terima kasih, wah mau makan apa ini, kok ada panggangan di meja?" tanya Benny.
"ah iya, aku akan menyiapkannya, sebenarnya tadi Vita menyiapkan makanan khas Korea, kemudian dia tiba-tiba pergi," jawab Jimmy.
"wah beruntung bisa mencicipi makanan buatannya, meski orangnya tak ada," jawab Iwan.
"tak apa-apa dong jika aku yang melayani kalian hati ini," jawab Virnie.
"tentu," jawab Benny.
Jimmy turun dengan membawa anggur merah yang di berikan oleh Vita, meski awalnya ingin minum sendiri, tapi terpaksa dia keluarkan demi menghindar dari virnie.
mereka pun makan bersama sambil minum-minum, virnie pun ikut minum.
bahkan dia beberapa kali di cekoki oleh Benny, dan virnie tak bisa menolaknya.
akhirnya Ferdi sudah mabuk, sedang Virnie hanya mabuk, Benny dan Iwan pulang bersama.
sedang Ferdi terpaksa harus di antar oleh Jimmy, "virnie aku antar Ferdi pulang ya, kamu gak papa kan bersih-bersih sendiri," tanya Jimmy.
"tentu, hati-hati ya," jawab Virnie.
Jimmy pun mengantarkan Ferdi ke mobil dan dia ikut masuk, sebenarnya pria itu bawa supir.
tapi Jimmy ikut pergi guna menghindari wanita itu, dan dia turun di pinggir jalan besar dan berpindah mengunakan ojek menuju alamat yang di kirimkan oleh Vita.
itu ternyata sebuah kos yang begitu bebas, banyak pria wanita ada ditempat itu.
Vita akan pergi tapi Jimmy menahannya, "aku datang, kemana kamu ingin pergi?" tanya pria itu memeluk vita.
"aku akan pulang nyonya mengirim pesan," jawab Vita.
"bilang pada wanita busuk itu, kamu sudah terlanjur berada di rumah saudaramu dan minta cuti sampai besok, sekarang kamu ikut aku pergi," kata Jimmy menarik Vita.
__ADS_1
bahkan Jimmy yang langsung membalas chat dari virnie dan pergi membawa Vita ke sebuah tempat yang jauh.
mereka ingin menikmati waktu berbulan madu bersama, karena bagi Jimmy bersama Vita adalah kebahagiaannya.