
siang itu Jimmy dan Kris berangkat ke toko furniture untuk membeli beberapa kebutuhan.
Kris sedikit bingung karena Jimmy membeli sebuah kursi yang biasa di gunakan oleh orang Korea atau Jepang untuk atap.
"buat apa papa? roof top kita tak seluas itu?" tanya Kris.
"buat duduk saja, sepertinya kuat, dan lagi ini bisa multi fungsi, mulai dari tempat duduk, bisa di buat tiduran, bisa di buat santai dan makan bareng," kata Jimmy.
"owh... baiklah," jawab Kris yang mengerti maksud papanya.
sedang di rumah Vita membongkar semua belanjaan online yang di beli dengan ponsel Jimmy.
pasalnya itu semua adalah gantungan untuk jemuran, agar mudah saat di gunakan nantinya.
ada juga beberapa tanaman hias juga, dan bibit sayuran, karena di atas roof top ada bekas pipa tak terpakai.
"sekarang kita buat pot dari sisa pipa itu ya non, dari pada gak ke pakai, mending kita buat pot," kata Vita.
"siap Mbak," jawab Tian.
Tian tak mengira jika Vita bisa memanfaatkan semua barang bekas, sekarang roof top di sulap seperti taman kecil, bahkan ada sayuran yang baru di tanam juga.
mobil Jimmy dapat terlihat baru datang, mereka selesai memasang semua perlengkapan.
"wah ternyata mbak Vita benar-benar multitalenta ya, bisa jadi pelayan, bodyguard, juru masak, tukang bangunan dan juga memiliki pelukan paling nyaman," kata Tian memuji Vita.
"aduh jangan begitu mbak malu," kata Vita tersenyum.
Jimmy dan Kris membawa barang yang mereka beli ke atas dan langsung memasangnya.
Vita membantu agar cepat selesai, akhirnya sekarang roof top itu sudah sangat bagus.
"kalau begini, kita bisa bikin pesta minum teh di sini," kata Tian senang.
__ADS_1
"panas kalau jam segini, kalau sore pasti asik karena langit dan angin sudah mulai teduh," jawab Kris.
"itu benar," jawab Vita.
mereka semua pun turun, Jimmy sempat menepuk bagian belakang Vita.
"pria mesum," lirih Vita yang memancing Jimmy tertawa.
sedang di rumah sakit, virnie sedang berbincang dengan dokter Iwan, pasalnya mereka membahas tentang Vita.
"bagaimana, apa kalian berbicara setelah pulang kencan ganda lusa kemarin, atau apa dia mengatakan sesuatu tentang diriku?" tanya dokter Iwan penasaran
"sayangnya tidak, Vira itu selalu tertutup. dan jarang mengumbar perasaannya atau membicarakan dirinya," kata Virnie menjawab Pertanyaan itu.
"benarkah, berarti kesan ku belum dalam, kamu sepertinya harus membantuku," kata dokter Iwan.
"boleh saja, dan kamu bisa menolongku untuk meminta teman-teman mu itu mengajak pesta gila, ya aku tak mau Suamiku tidur dengan wanita lain," kata Virnie.
"tenang saja, Jimmy bisa menjaga dirinya," kata dokter Iwan.
meski dia tau jika pria itu adalah sahabat dari Jimmy, tapi tetap saja itu tak enak di lihat oleh matanya.
"wah lagi ngobrolin apa nih, kok kayaknya begitu serius," tanya dokter Bram yang ikut ngobrol.
"tidak ada apa-apa, hanya ngobrol biasa, kamu sudah selesai tugas, sekarang kita makan di kantin yuk," ajak dokter Iwan.
"boleh nih, apa di traktir nih?" tanya Virnie.
"boleh saja, asal kamu membantuku bisa dekat dengan Vita, aku akan rela mentraktir mu," jawab dokter Iwan.
"itu bisa di atur," jawab virnie dengan senyumannya.
mereka bertiga pun berangkat ke kantin untuk makan siang, dokter Iwan tak keberatan demi kelancarannya mendekati Vita.
__ADS_1
karena bagi dia Vita itu sempurna sebagai wanita, dan hanya pria bodoh dan buta yang tak mencintai wanita seperti Vita.
sedang di sebuah kamar hotel Yuniar cari bangun dan melihat ponselnya, "ah sial .... aku tidur dengan orang tak di kebal lagi karena mabuk," gumamnya.
dia melihat sosok pria itu juga masih tertidur, Yuniar segera memutuskan ingin pulang.
tapi sebelum itu dia memastikan siapa pria yang tidur dengannya, ternyata dia bernama Ferdi Fernando, seorang pengusaha di bidang properti yang cukup sukses di kota.
"ah ... sepertinya dia lumayan, tapi sayang aku disini bukan untuk cari pria, atau suami, jadi tampan sampai ketemu lagi," kata wanita itu yang kemudian pergi.
Yuniar langsung turun dan meninggalkan pria itu begitu saja, Karena dia ada meeting bersama timnya.
karena mereka mencari bibit-bibit baru untuk di jadikan model kelas dunia.
bahkan yang akan menjadi kepercayaan dari brand-brand terkemuka dunia.
dia mencari wanita asli Indonesia yang memiliki tinggi badan seorang model.
dia langsung menuju ke kota yang pertama, meski tak mandi wanita itu tetap cantik.
sesampainya di kota pertama, hanya sedikit model yang memenuhi kriteria-kriteria yang di jadikan acuan.
bahkan dari semua orang yang mendaftar hanya dua yang lolos dari segi semua kualifikasi.
tak hanya itu di kota selanjutnya malah makin sulit, beruntung kuota yang tersedia hampir terpenuhi.
"Miss bagaimana ini, hanya mereka bertujuh yang terpilih," kata asisten dari Yuniar.
"tak masalah, latih mereka dan buat mereka jadi super model, karena kita hanya menerima semua brand terkenal dunia," kata Yuniar
"tapi Miss, bagaimana dengan kata bos besar," kata asisten itu takut
"tenang saja, dia tentu sudah tau semua langkah ku ini," jawab Yuniar dengan santai.
__ADS_1
pasalnya sekarang dirinya adalah orang yang menjalankan bisnis ini,meski begitu semua rencana harus tertata rapi pada jalurnya.