The Housemaid

The Housemaid
bertemu tuan Zein


__ADS_3

vita sedang berkumpul dengan keluarga Jimmy, mereka semua nampak hangat menyambut Vita di keluarga mereka.


tak hanya itu, mereka juga senang bisa melihat Jimmy yang sekarang sudah sangat berubah ke arah yang baik.


"baiklah, kalau begitu kapan menikah?" tanya tuan Syam.


"pa... kami saja baru bersama," jawab Jimmy.


"mau nunggu apa lagi, toh kamu sudah bercerai ini, mau nunggu tua baru bersama," kesal tuan Syam


"ya bukan begitu, tapi vita belum menyelesaikan semua masalahnya, dan aku tak mau setelah pernikahan ku, malah terjadi masalah yang tak di inginkan," jawab Jimmy.


"bukan begitu, tapi jika kalian menundanya lagi, papa takut jika akan terjadi masalah besar," jawab tuan Syam.


"sudah pa, mereka sudah besar dan mama yakin dengan semua pilihan mereka," katanya Elva.


pagi ini Virnie susah berangkat ke rumah sakit tempatnya bekerja, tapi saat dia sampai direktur rumah sakit memanggilnya untuk masuk kedalam ruangannya.


"iya pak direktur, anda memanggilku?" tanya Virnie dengan lembut.


dia harus bisa membuat pria tua itu tak memecatnya setelah semua yang terjadi.


"ini surat pemberhentian mu, karena rumah sakit tak bisa lagi menahan mentolelir segala sesuatu yang telah kamu lakukan, jadi kami memutuskan anda dokter Virnie di berhentikan dengan tidak hormat dari rumah sakit ini," kata direktur rumah sakit.


"tidak bisa begitu dokter, bagaimana bisa anda memberhentikan saya karena urusan pribadi, ini menyalahi kontrak dan peraturan," kata virnie.


"anda sudah membuat nama rumah sakit ini tercoreng dengan keributan yang anda timbulkan kemarin, dan anda juga sudah dapat surat peringatan dari saya, terlebih kemarin anda libur tanpa ada pemberitahuan, jadi anda sudah melakukan pelanggaran-pelanggaran dari peraturan rumah sakit ini," kata di tekstur rumah sakit.


virnie pun tak terima, dia tak bisa di permalukan seperti ini, terlebih ini adalah satu-satunya pekerjaan yang dia miliki.


"saya minta maaf pak direktur, tapi bisakah anda memberikan saya keringanan," tanya Virnie.


"maaf sudah tidak bisa, jadi sekarang silahkan anda pergi dari sini, karena saya masih banyak pekerjaan," usir pria itu.

__ADS_1


virnie pun menuju ke ruangannya untuk membereskan semua barang-barang miliknya.


setelah menaruh barang-barangnya di mobil, Virnie kembali masuk untuk menemui dokter Bram.


terlihat antrian dokter itu sangat panjang, virnie langsung masuk tanpa bisa di hentikan.


pasien dokter Bram sampai kaget melihat kedatangan Virnie yang terlihat marah.


"apa ini Virnie, kamu tidak punya etika, aku sedang ada pasien, kenapa kalian tak menahannya," kata dokter Bram.


"maaf dokter," jawab dua perawat itu.


"kenapa, aku ingin meminta tolong, bukankah direktur rumah sakit ini masih om mu, kenapa dia memecat diriku begitu saja, kamu tau benar jika aku adalah dokter terbaik di rumah sakit ini," kata virnie.


"kamu gila, jamu melakukan dua kesalahan besar, bagaimana bisa di katakan dokter terbaik, jika bukan karena dukungan mertua mu, dari awal kamu sudah di depan keluar, dan sekarang kamu sudah tak berguna karena sudah di usir dari keluarga itu," kata dokter Bram


pria itu memberikan kode pada perawat asistennya untuk memanggil satpam untuk mengusir wanita itu.


"apa, setelah segalanya, kamu membuang ku, kamu begitu jahat, tega-teganya kamu melakukan itu Bram," kata Virnie memukuli tubuh dokter Bram.


"maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi, maklum dia gila karena di pecat secara tidak terhormat," kata pria itu pada pasiennya.


"tidak masalah dokter, dan tak ku kira wanita yang nampak begitu pintar itu, bisa menggila seperti tadi," jawab pasien itu.


dokter Bram tau segalanya, karena kemarin setelah kejadian virnie dan keluarga, para dokter dan petinggi rumah sakit melakukan sidang etika secara mendadak.


dan di sana mereka memutuskan akhir dari kisah dokter virnie.


"lepaskan, aku bisa berjalan sendiri, dasar pegawai rendahan," kata dokter Virnie berontak.


"silahkan pergi, karena kehadiran Anda tak di inginkan disini," kata kedua satpam itu.


virnie pun memutuskan untuk pergi dari rumah sakit, dan sepertinya dia juga tak di butuhkan lagi oleh Bram.

__ADS_1


Virnie sampai di rumah keluarganya, terlihat Bu Sekar sedang duduk santai menikmati waktu siang itu.


"kenapa kamu sudah pulang, bukankah kamu berangkat bekerja Virnie?" tanya wanita itu.


"aku di berhentikan karena kesalahan yang ku lakukan, dan sepertinya aku terlalu membanggakan semua yang dapat aku raih, yang ternyata semuanya hanya pemberian dari keluarga Jimmy, dan saat aku sudah tak jadi bagian keluarga itu,aku di depak oleh mereka," jawab Virnie yang menjatuhkan dirinya di sofa.


"apa? jadi selama ini kamu bekerja di bawah bantuan mertua mu," kaget Bu Sekar.


virnie mengangguk, sekarang mungkin tak akan ada rumah sakit yang mau menerima dirinya, terlebih berita tentangnya juga sudah tersebar luas.


tanpa sepengetahuan dari virnie dan istrinya, tuan Zein nekat satang ke rumah Jimmy untuk ketemu dengan Vita.


semua orang menatap pria yang terlihat begitu angkuh itu, terlebih pria itu tak nampak menunjukkan penyesalannya sedikitpun.


"mau apa tuan Zein datang ke rumah kecil kami?" tanya Jimmy yang sebenarnya tak ingin menemui pria itu.


"aku datang kesini untuk bertemu putriku, bukan dengan mu, jadi kenapa kamu terlihat begitu terganggu," jawab tuan Zein.


"tapi saya tidak mengenal anda, ayah saya sudah mati di saat dia membuang Jami, jadi anda siapa berani mengatakan jika anda ayah saya," jawab Vita dengan dingin.


"kamu memang angkuh, jika bukan karena aku kamu tak akan bisa hadir di dunia ini," kata tuan Zein.


"menitipkan sperm* saja tak menjadikan anda ayah, apa anda tau yang kami alami setelah anda pergi dengan wanita men-ji-jik-kan itu, jadi jangan bermimpi untuk menjadi ayah saya," jawab Vita.


"tapi bagaimana pun kamu tak bisa membuang darah yang aku miliki di tubuhmu, jadi kamu tak mengakui bagaimana pun, tak berpengaruh sedikitpun, karena bagi dunia kamu tetap putriku," jawab tuan Zein.


"ya Tuhan, ternyata kamu sangat tak tau malu ya, padahal dulu kami membuang istri dan putrinya, tapi sekarang kamu datang dan mengakui Vita, bagaimana dengan putri yang kau banggakan itu, apa kamu sudah membuangnya?" tanya tuan Syam tak habis pikir.


"kamu tak perlu ikut-ikut karena ini masalahku dan putriku," kata tuan Zein


"berhenti memanggilku putrimu, itu menjijikkan, karena ayahku sudah mati dua puluh delapan tahun yang lalu," teriak Vita.


"baiklah jika kamu tak mengakui diriku, tapi biarkan aku bertemu dengan ibumu," kata pria itu.

__ADS_1


"mau bertemu dengannya, anda harus mati dulu, karena dia mati karena di bunuh oleh mu, dan kamu tak sadar, dasar pria sialan!!!" maki Vita.


__ADS_2