
"jadi Jimmy, siapa nama kedua putra mu? apa sudah menemukan nama yang bagus?" tanya tuan Zein.
"aku ingin memberikan nama mereka kakak Jason dan Jayden, dan untuk nama belakang, sayang boleh kasih ide?" tanya Jimmy yang kehabisan ide.
"Jason Alexander Sky dan Jayden Alexander Sky," jawab Vita.
"hei kenapa nama ayah gak di pakai?" tanya tuan Zein.
"Angkasa, aku ganti Sky ayah, bukan apa, masak nama depannya semua Inggris jadi biar nyambung," jawab Vita.
"baiklah dan jika kamu hamil anak perempuan,ayah request untuk nama putrimu di beri nama belakang Mahali," kata tuan Zein.
"tentu ayah, tapi Vita saja baru melahirkan sudah membicarakan anak selanjutnya," kata Jimmy tak habis pikir.
mereka semua tersenyum bahagia, tak lama rombongan Yuniar datang membawa balon dan hadiah untuk kedua bayi itu.
bahkan Yulio dan Yulia tak ketinggalan, mereka tidak bisa menutupi rasa suka cita itu.
kamar Vita benar benar ramai oleh tamu yang ingin menjengguk dua bayi itu, tak hanya Yuniar dan Ferdi.
sekarang mereka juga kedatangan dokter Iwan dan Rika, mereka datang juga membawakan hadiah, tapi sudah di kirim ke rumah.
Jimmy menelpon asistennya untuk meminta mereka untuk memberikan uang bonus pada semua karyawan sebagai ucapan syukur.
Ferdi pun menuruti perintah dari Jimmy, semua karyawan begitu senang mendapatkan bonus yang sangat besar dari Jimmy.
sedang di perusahaan Vita juga melakukan hal yang sama, bahkan ada beberapa karyawan yang mendapatkan bonus banyak karena dia bekerja dari perusahaan itu merintis.
Rika dan Yuniar melihat kedua bayi itu, "em... permisi, kenapa muka kedua bayi ini sangat mirip dengan Jimmy, bahkan Vita tak di berikan sedikitpun," tanya Yuniar heran.
"mungkin mereka takut tidak di akui ayahnya," kata Vita bercanda.
"sayang apa maksudmu?" tanya Jimmy.
"ya jujur saja, aku hamil sebelum kita menikah, mungkin mereka berdua takut seperti itu, jadi mereka meminta pada sang pencipta untuk membuat wajah mereka mirip dengan mu," kata Vita dengan tawa.
"tidak seperti itu, aku yakin kamu tak mungkin menghianati ku," kata Jimmy memeluk Vita.
dia pun merasa bahagia bisa memiliki Jimmy sekarang dan tak perlu sedih lagi.
__ADS_1
"Vita, lain kali jangan bicara seperti itu, papa tak suka mendengarnya, tak pantas nak jika jamu mengatakannya, karena aku yakin putri Sonya pasti bisa menjaga dirinya," kata tuan Syam.
"iya papa," jawab Vita
Jason dan Jayden di bawa ke ruang khusus dulu selama malam hari, dan akan di kembalikan setelah di mandikan.
malam ini Jimmy menjaga Vita sendirian, bahkan Jimmy tidur menemani Vita di ranjang rawatnya.
beruntung itu adalah kamar VVIP jadi mereka tak harus khawatir dengan orang lain.
"sayang rencananya di stop berapa tahun?" tanya Jimmy iseng.
"jujur saja aku tak pernah pakai alat kontrasepsi dulu, selalu mantan suami yang pakai alat kontrasepsi karena dia bilang jika aku pakai begituan, bisa merusak tubuhku, terlebih dia dulu jarang menyentuhku," jelas Vita.
"owh... seperti itu, tapi aku juga melakukannya," kata Jimmy tertawa.
"jujur saja, pertama aku membersihkan ruang kamar anda, aku kaget melihat sebuah alat kontrasepsi bekas pakai tergletak di lantai, sepertinya anda kurang puas tuan," kata Vita menyentuh pipi Jimmy.
"ya kamu benar, virnie memaksaku melakukannya, dan benar saja dalam hitungan detik aku keluar," jawab Jimmy mengejutkan Vita.
"apa? itu tidak mungkin, padahal stamina suamiku ini begitu kuat dan tahan lama, masak bisa secepat itu keluar?"
"memang di kira karet mungkin gak elastis, di oven biar bisa rapet," kata Vita tertawa.
mereka berdua pun berpelukan erat, dan percakapan gila mereka pun berakhir.
sedang di rumah Benny, Dwi turun ingin membuatkan suaminya itu Badi goreng atau pasta.
dia pun langsung menuju dapur dengan mengenakan piyama berwarna merah muda panjang.
sesampainya di dapur, semua ternyata sudah beristirahat, dia pun tak ingin merepotkan dan langsung masak.
beruntung dia menemukan nasi di dalam rice cooker di area para pelayan, "maaf kak Lisa, apa bisa aku minta nasi, karena suamiku ingin makan nasi goreng," izin Dwi.
"ya Tuhan silahkan ambil, anda bisa menggunakannya, kebetulan nasi itu baru matang tadi," jawab lusa yang kaget melihat Dwi.
"terima kasih ya," jawab Dwi yang mengambil nasi itu dan mendinginkan terlebih dahulu.
dia pun langsung bersiap masak, Lisa menawarkan diri tapi Dwi menolak karena ini nadi goreng khusus untuk suaminya.
__ADS_1
bahkan Dwi menjaga dapurnya tetap bersih juga, dia membawa satu piring penuh nasi goreng lengkap dengan udang bakar madu kesukaan Benny.
"mas, ini masakannya, mati makan dulu?" ajak Dwi yang membuka balkon dan menyiapkan di sana.
Benny memeluk istrinya itu, dan mencium aroma bumbu dari tubuh Dwi.
"mereka tak mau melayani mu, kenapa kamu memasak, dasar para pelayan malas," marah Benny.
Dwi menahan tangan suaminya, "bukan Mereka, tapi aku yang melarangnya, karena aku ingin memasak untuk mu sayang, dan untuk aroma ini, aku nanti bisa mandi air hangat sekalian membersihkan itu," kata Dwi malu.
Benny pun mengecup pipi Dwi, "kamu lucu sekali, kalau begitu tolong suapi suamimu ini sayang,"
"tentu tuan besar," jawab Dwi dengan senang hati menyuapi suaminya itu.
tak hanya itu, mereka berdua pun bahkan saling menggoda, Benny tak mengira jika dia bisa berhenti menikmati kehidupan bebasnya dengan merasakan hal pertama dari Dwi.
dan sekarang istrinya itu sangat bisa memuaskan dirinya tak perlu dia mencari di tempat lain.
setelah kenyang, Dwi turun dan langsung membersihkan bekas puring kotor, tak lupa dia juga mengambil minuman untuk di bawa ke Jakarta suaminya.
karena tadi saat dia membuka kulkas di kamar itu sudah kosong, dan mulai hari ini Benny tidak boleh minum alcohol dan soda.
demi menjaga hidup pria itu, terlebih mereka ingin punya banyak anak.
Dwi mengisi kulkas dengan buah, jus dan air dingin, dan beberapa cemilan seperti coklat dan eskrim.
Benny minum dan sedikit tumpah, Dwi langsung membersihkan bekas itu dengan bibirnya.
Benny langsung menarik tubuh istrinya itu mendekat,"kamu belum mandi dan berani menggodaku?"
"padahal aku berharap ada yang mau memandikan aku," bisik Dwi.
dia pun berlari masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri dengan berendam.
Benny masuk dan bergabung dengan istrinya, mereka pun melakukannya lagi dan lagi.
Benny tak mengira jika stamina yang di miliki istrinya begitu besar bahkan bisa mengimbangi kegilaannya.
mereka berdua pasangan yang serasi, sama-sama gila dengan hal di atas ranjang.
__ADS_1