
"tidak bisa, Nani tak bisa membawa mereka, karena kalian tak ada hubungan darah, jadi aku sebagai ibunya lebih berhak," kata Virnie.
"tidak bisa," kata Jimmy yang masih ingin mempertahankan anak-anaknya.
"sudahlah Jimmy, biarkan saja jika dia ingin membawa kedua anaknya, toh kamu bisa memiliki anak sendiri dengan wanita lain, dan kenapa harus repot membesarkan anak tang bukan milikmu, bahkan ayah mereka saja sudah ke akhirat," kata Jefry yang membuat kaget semua orang.
"diam Jef," marah Jimmy.
Tian dan Kris pun sadar jika salah memilih Jimmy, karena mereka memang benar-benar tak memiliki hubungan sedikitpun dengan mereka.
"lihat, mereka membuang kalian bukan, karena kalian itu bukan keluarga mereka," kata Virnie memanasi kedua anaknya.
"sudah diam, jika kami tak tinggal dengan papa, kami juga tak ingin tinggal bersama mu," kata Kris.
"sudah hentikan, kamu pergi dari sini dan jangan terus berulah, karena aku tak memiliki kesabaran yang banyak lagi, pergi!!" usir Jimmy pada wanita itu.
"lihat saja kalian berdua akan di buang olehnya, terlebih saat dia sudah memiliki pendamping lain," kata Virnie.
akhirnya wanita itu pergi, Jimmy pun memeluk kedua anaknya, bagaimana pun mereka sudah bersama dengannya dari sejak lahir.
meski dia bukan ayah kandungnya, tapi Jimmy tak bisa mengingkari jika dia sangat menyayangi keduanya.
akhirnya hari-hari terus berjalan, Jimmy mulai bekerja di perusahaan karena Yuniar begitu ketat dalam kerjasama ini.
hati ini adalah pesta yang akan menjadi titik puncak kerjasama dua perusahaan besar itu.
semua orang di undang ke acara itu, bahkan Jimmy akan pergi bersama anak-anak.
"mbak Vita nanti malam ikut pesta?" tanya Tian pada wanita itu.
"sepertinya tidak," jawab Vita.
"kenapa, setidaknya setelah semua kejadian ini, mbak harus menemani papa bukan," kata Kris.
"tidak sekarang, karena mbak sepertinya nanti harus bertemu teman, dan papa kalian sudah bersama keluarganya," jawab Vita yang berbohong.
pasalnya dia harus membantu Yuniar bersiap, Jimmy juga sudah memintanya pergi sore itu untuk bersiap.
terlebih Tian juga sudah siap, dan ada asistennya yang membantu keluarga itu bersiap.
__ADS_1
virnie juga akan datang bersama ibu dan ayahnya, terlebih perusahaan mereka juga masih masuk jajaran perusahaan besar.
mereka juga berniat untuk mendekati pemilik perusahaan baru yang sedang berkuasa itu, untuk meminta bantuan agar mau membatalkan kontrak.
Vita sudah datang ke hotel tempat acara di laksanakan, "ya tuhan nyonya, aku kira Anda tak akan datang ," kata Sonya panik.
"tenanglah, aku bukan hilang ini, aku hanya tadi repot membantu Tian bersiap," jawab Vita.
"hei... semua sudah selesai, kamu tak harus jadi pembantu lagi bukan, sudah tampil dan perkenalkan dirimu sekarang," kata Yuniar yang tak suka pilihan Vita.
"ya, hari ini aku akhiri segalanya, penyamaran setahun ini berakhir," kata Vita dengan senyuman yang menyeringai.
pesta pun di mulai, semua orang sudah datang ke tempat pesta di adakan, sebuah ballroom mewah di sulap menjadi ruang penuh bunga dan kristal.
setiap ruangan di hias sedemikian rupa, Jimmy mendapatkan ucapan selamat dari semua orang.
Yuniar datang ke dalam pesta, berserta semua asistennya, semua orang pun memberikan tepuk tangan.
Yuniar dan Jimmy pun langsung bersalaman bahkan cipika-cipiki di depan semua orang.
"malam ini, aku ingin memperkenalkan perusahaan yang baru bergabung bersama kami, J.A group, yang menjadi rekan bisnis dari Sky internasional corp." kata Yuniar yang langsung menerima tepuk tangan meriah.
"tentu Miss Yuniar," jawab Jimmy mencium tangan Yuniar dengan sopan.
Yuniar pun tak mengira jika ada perasaan lembut saat Jimmy melakukan itu, dan di sisi lain Ferdi masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
wanita yang menghabiskan malam dengannya adalah seorang pemilik perusahaan terbesar yang akan menjadi rekan Jimmy.
virnie dan keluarganya tak mengira jika perusahaan percetakan dan majalah yang sudah besar di kita itu adalah milik jimmy.
bahkan selama ini dia terus merendahkan Jimmy, tapi pria itu bisa menyembunyikan segalanya selama ini.
"tapi tunggu sebentar tuan Jimmy, ada seseorang yang harus ikut bergabung dengan kita, dia adalah pemilik Sky internasional corp yang sesungguhnya," jawab Yuniar.
pintu ballroom terbuka, Vita datang dengan pengawalan ketat, bahkan wanita itu terlihat begitu cantik dengan balutan gaun berwarna biru gelap.
Jimmy pun turun dari panggung untuk menyapa Vita, semua orang yang datang di buat terperangah dengan itu.
Virnie bagian tak mengira jika wanita yang selama ini jadi pelayan di rumahnya ternyata.
__ADS_1
dia merasa di bohongi, Jimmy mengulurkan tangannya, Vita berhenti sejenak dan melihat pria itu.
"apa pantas seorang pria yang baru berpisah dengan istrinya melakukan ini," tanya Vita dengan lembut.
pasalnya kini mereka berada di tengah ruang pesta dengan semua tarian mata mengarah padanya.
"tentu saja, aku sudah bercerai dan aku bukan suami orang," jawab Jimmy.
Vita pun tersenyum dan memberikan tangannya pada Jimmy, tapi yang tak terduga adalah Keduanya malah berciuman di tengah pesta.
tuan, Kris merasa senang setidaknya mereka mengenal Vita, tapi tidak dengan Virnie, saat wanita ingin maju dan menghajar Vita.
dia di tahan oleh tuan Zein, "jaga sikap mu, atau aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu," ancamnya karena tak ada yang boleh mengacaukan rencanannya nanti.
setelah itu Keduanya pun naik bersama ke atas panggung dan menandatangani kontrak kerja sama.
tiga teman Jimmy pun tak mengira jika wanita cantik yang selama ini jadi pelayan di rumah Jimmy adalah seorang pebisnis hebat.
acara pun berlanjut dengan pesta dansa, Kris memberanikan diri mengajak Vita berdansa.
Vita pun menyambutnya dengan senang hati, Tian pun melakukan hal yang sama.
Yuniar memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengusir keluarga dari virnie.
terlebih dia terganggu dengan pria tua yang ingin mendekatinya itu, Karena dia merasa terganggu sepenuhnya.
setelah itu, Vita dan Jimmy berdansa berdua, keduanya terlihat begitu serasi dan mesra.
Vita dan Jimmy juga terus mengumbar senyum, Ferdi mengajak Yuniar berdansa.
dan tak mengira jika pria itu langsung mengiyakan ajakan dirinya tanpa berpikir panjang.
"kenapa kamu pergi pagi itu, padahal kita belum berkenalan, terlebih aku tak pernah bisa melupakan dirimu setelah hari itu," kata Ferdi.
"kamu yakin, bukan karena aku seorang petinggi di perusahaan internasional?" kata Yuniar.
"tentu saja tidak, bahkan aku sekarang minder setelah tau semuanya, ternyata kamu lebih hebat dari diriku, jadi sekarang aku yang akan jadi pelayan mu jika kita saling mendekat," kata Ferdi.
"tapi aku tak percaya dengan ikatan," jawab Yuniar mengejutkan Ferdi.
__ADS_1
"aku tau karena aku juga pernah gagal, jadi aku tak akan memaksamu, kita berteman terlebih dahulu saja," jawab Ferdi.