
seorang pria turun dari sebuah mobil mewah, dia juga di kawal oleh lima orang pengawal berjas hitam.
dia berjalan dengan begitu angkuh, dan dia melihat begitu dingin dan menetap tajam saat memasuki ruangan pesta itu.
Vita dan Yuniar langsung melepaskan pasangan dansa mereka saat melihat pria itu datang.
"John!!" panggil keduanya dengan senang.
kedua wanita itu langsung berlari dan menyapa pria itu, bahkan tak segan memeluknya.
keduanya bahkan langsung di rangkul oleh keduanya, "kalian lihat, ada dua pria yang menatapku, tolong bantu aku menjaga image dong," mohon pria itu.
"tenang saja, kami mau yang mana, pria berjas hitam itu atau pria dengan tuxedo biru navi," bisik Yuniar berbisik.
"kalau dari segi tampan, dan tubuh aku tergoda dengan pria bertuxedo biru gelap itu, tapi aku ngeri sana wanita di sampingku ini,"jawab Jhon.
Yuniar dan pria itu pun tertawa, "permisi... boleh kita bicara nyonya Vita," panggil Jimmy yang tak menyukai hal itu.
"tentu," jawab Vita yang melepaskan Jhon.
"tunggu dulu sayang, kamu tak ingin mengenalkan kami," kata Jhon menahan Vita.
"tentu, Jimmy Alexander, dan tuan tampan, perkenalkan Jhonatan Ivander pria yang selalu membantuku, dia bahkan yang membantuku dan Yuniar hingga sampai seperti ini," kata Vita memperkenalkan.
"halo tuan Jhon, senang bertemu dengan mu," kata Jimmy mengulurkan tangannya.
Jhon pun tersenyum sambil menjabat tangan pria itu, Jimmy sedikit kaget karena Jhon meremas tangannya.
dia mengira jika pria itu tak suka Vita bersama dengannya, dan Jimmy pun gantian meremas tangan pria itu.
"sudah ya, kami ingin menyapa tamu,permisi ya Jhon," kata Vita yang mendengar suara gemeretak dari gigi Jimmy.
Vita pun menariknya keluar, Vita melepas heels yang dia gunakan dan berlari ke arah taman.
__ADS_1
Jimmy pun memeluknya dengan erat, tak terduga hujan malah turun, saat Jimmy ingin menarik wanita itu.
Vita mengeleng pelan dan langsung mengecup bibir Jimmy. "kenapa sayang, kamu menginginkan ku?" tanya Jimmy.
"dasar pria mesum, ingat kamu sudah tua," bisik Vita yang tertawa
Jimmy pun memeluknya erat, "aku mencintai dirimu, maaf jika aku mengatakan ini di usiaku," kata Jimmy yang berhasil membuat Vita tertawa geli.
tanpa di duga, Virnie bertepuk tangan melihat keduanya, "wah... pasangan yang cocok, kalian merencanakan semua ini, hebat!!" kata wanita itu.
Jimmy pun langsung melindungi Vita, "kenapa kamu disini, bukankah kamu sudah di usir," kata virnie.
"tidak semudah itu kamu mengusirku, aku tentu tak ingin di ceraikan dengan tangan kosong, terlebih kamu sudah membohongiku selama ini," kata Virnie menantang Jimmy.
"tapi sayangnya perceraian kita sudah beres, dan jika kamu meminta harta Gono gini, itu tak mungkin karena semua yang aku miliki adalah harta yang aku miliki sebelum menikah dengan mu," jawab Jimmy
"kau pikir aku tak tau itu, tapi aku akan menggugat tentang anak-anak, dan aku tau benar jika keluargamu memberikan hampir separuh perkebunan yang mereka miliki, dan ku pastikan itu akan jadi milikku," jawab Virnie.
"ayolah, jangan membuat malu, kamu seperti pengemis bicara seperti itu," kata Vita melihat virnie.
"kamu itu yang pelacur, karena bisa menggoda suami orang," jawab Virnie.
"aku tak perlu menggodanya, karena dia tentu akan datang pada wanita yang memberikan rasa nyaman dan ketenangan, bukan wanita dengan mulut sampah," jawab Vita yang kini berdiri di samping Jimmy.
"ha-ha-ha, setelah kamu menunjukkan siapa dirimu, kamu merasa hebat, sayangnya tidak karena kamu itu tetap pelayan bagiku, apa yang dulu Agust bilang, wanita pelayan bar," kata Virnie.
"setidaknya aku masih menjaga kehormatan ku, sedang kamu seorang dokter tapi lebih rendah dari pelacur, dan kamu merusak nama dokter itu sendiri," kata Vita.
"sudah sayang, kita tak perlu mengurusi wanita ini," kata Jimmy.
Vita pun di rangkul Jimmy untuk pergi meninggalkan wanita itu, tapi yang tak terduga adalah mantan mertua dari Vita yang datang.
"wah wanita ini tak tau malu, setelah membuat anak kita mati dia berani menggoda suami orang, bahkan dengan tak tau malu membuat kita berakhir dan dia bersenang-senang dengan harta yang dia ambil dari Agustinus," kata wanita itu.
__ADS_1
mendengar itu Vita naik pitam,"harta mana, semua harta putra mu di gunakan untuk menyenangkan wanita itu, harta mana yang kau bicarakan, mansion atau apartemen juga sudah di jual dan uangnya untuk membelikan wanita itu barang mewah, jadi jika ingin mengatakan hal busuk bukan padaku, pada wanita itu, bahkan kalian juga tau jika aku bekerja banting tulang saat putraku berusia satu tahun demi bisa bertahan, tapi apa yang kalian lakukan, menutup mata dan terus menghina, jadi jangan pernah menunjukkan sosok tersakiti di sini, butuh bukti aku punya segalanya," kata Vita membungkam kedua orang itu.
"tak berguna," gumam virnie yang merasa sia-sia menelpon mereka.
Jimmy memanggil para pengawal untuk mengusir ketiganya, "lepaskan aku tak akan pergi jika tanpa Tian dan Kris, bagaimana pun mereka anak-anak ku bukan milikmu," kata Virnie.
"tidak akan ku biarkan, mereka harus tetap bersama ku," bentak Jimmy
"ha-ha-ha kau lihat pelayan, dia tak mau melepaskan anak yang bahkan bukan darah kandungnya, jadi jika kamu punya anak darinya pun tak akan bisa menggeser posisi anak-anak ku, jadi dengan kata lain dia tetap akan bisa mengenang ku, jadi Jimmy kamu terlalu mencintaiku bukan," kata Virnie percaya diri.
"pilih," kata Vita dengan tegas.
Jimmy pun menoleh kearah Vita, "apa maksud mu, aku tak bisa memilih di antara kamu dan anak-anak," kata Jimmy tegas.
"aku bilang pilih aku atau Tian dan Kris," tanya Vita yang menatap tajam kearah Jimmy.
"aku tak bisa menjawabnya," jawab Jimmy.
Virnie makin merasa senang melihat pertengkaran di antara Vita dan Jimmy.
dia merasa jika mereka berdua mudah di pengaruhi hingga bisa di goyangkan dengan begitu mudah.
"jawab saja!!" teriak Vita.
"aku memilih anak-anak, puas!!" kata Jimmy.
"kau lihat aku menang," jawab Virnie mengejek Vita.
Dengan tak terduga Vita malah mencium bibir Jimmy, "aku akan meninggalkan mu jika kamu memilihku dan melepaskan Tian dan Kris," kata Vita.
Jimmy pun memeluk wanita itu dengan erat, "aku tau kamu sangat menyayangi mereka," jawabnya.
virnie pun sudah di tarik keluar, Jimmy tak mengira wanita itu sangat tak tau malu setelah semua yang dua lakukan.
__ADS_1