The Housemaid

The Housemaid
entahlah...


__ADS_3

Vita pun menyelesaikan semuanya secara bersamaan, dan memutuskan untuk kembali ke rumah Jimmy.


Yulio ingin mengantarkan wanita itu, tapi Vita menolaknya. "kenapa menolak bos, saya akan memastikan anda sampai dengan selamat,"


"tidak Yulio, aku harus belanja dulu ke pasar modern, jadi biar aku naik ojek, jangan lupa jika aku hanya seorang Housemaid," kata Vita mengingatkan statusnya.


"maafkan saya bos," jawab Yulio.


"tak masalah, ingat kalian berdua tetap bantu Yuniar menjalankan semuanya, jika ada yang tak kalian ketahui langsung hubungi aku, mengerti," perintah Vita.


"baik bos, kami mengerti," jawab keduanya.


Vita pun pergi dengan ojek online yang sudah menunggunya, kebetulan Benny juga telah selesai dan ingin pergi.


tapi beruntung pria itu tak mengenali sosok dari Vita, dan pergi begitu saja menuju ke perusahaannya.


Jimmy sampai di rumah tapi tak mendapati siapapun, bahkan Vita juga tak ada.


dia melihat ada note di kulkas, ternyata wanita itu sedang berbelanja untuk mengisi stok di kulkas.


pukul setengah dua belas siang, Vita datang dengan membawa dua tas belanjaan besar.


Jimmy langsung membantu wanita cantik itu membawa belanjaan itu masuk.


"seharusnya kamu bilang, kita bisa belanja berdua," tegur Jimmy.


"tapi saya tak ingin merepotkan tuan, jadi saya berangkat sendiri, lagi pula dekat ini," jawab Vita.


Jimmy membantu Vita menyimpan semua belanjaannya dan belanjaan wanita itu.


bahkan satu lemari sudah full terisi cemilan, keduanya pun naik ke roof top setelah selesai.


siang itu terasa begitu panas, dan mereka memutuskan untuk mencari angin di sana.


tak lupa Vita membawa minuman dingin ke atas juga, mereka duduk di tempat yang ada penutupnya.


Vita melihat cemilan yang semalam dia bawa, dan tak sempat di makan masih utuh di kursi besar itu.


"oh ya semalam kami kemana? aku hampir lupa tak menanyakan hal itu?" tanya Jimmy yang ingat.


"aku menemui seseorang yang membantuku dalam memecahkan semua masalahku tuan, lagi pula aku rak lama juga perginya," kata Vita dengan tenang.

__ADS_1


"iya juga, tapi lain kali bilang dan aku akan mengantarkan dirimu," pesan Jimmy.


"dan menunjukkan pada nyonya, jika aku adalah selingkuhan dari suaminya," kata Vita dengan senyum yang terlihat merendahkan.


"bukan selingkuhan, tapi wanita yang aku cintai, dan sebentar lagi akan jadi istriku," kata Jimmy.


"jangan memberikan aku mimpi jika anda tak bisa membuatnya nyata," kata Vita


"jangan ngambek begitu dong sayang, duduklah, dan Tunggulah sebentar lagi saja ya sayang, kata Jimmy yang memeluk Vita.


siang itu tiba-tiba gerimis dan mulai hujan, Vita pun memilih bermain hujan-hujanan.


Jimmy pun ikut bergabung dengan wanita itu, tapi Jimmy malah tergoda dan tidak fokus.


jadilah mereka melakukan hal itu lagi dan lagi, akhirnya mereka menikmati suasana berdua.


sedang di sekolah Kris dan Tian serta Steve makan bekal yang di buatkan Vita dengan lahap.


"wah seandainya aku punya ibu yang seperti ini, pasti menyenangkan, kalian begitu beruntung," kata Steve.


"kenapa perumpamaan mu kok ibu, bukan pelayan?" tanya Tian bingung.


"kamu benar, seandainya bisa pasti sangat menyenangkan," jawab Tian.


dia membayangkan semua kenangannya bersama Vita, wanita itu memang begitu asik dan menyenangkan.


sedang Virnie, tak pernah menghabiskan waktu bersama mereka, bahkan hanya untuk sekedar duduk bersama.


terlebih akhir-akhir ini wanita itu makin sibuk dan pulang lebih malam.


"sudah Steve, minta ayahmu cepat menikah, dan memiliki ibu sambung yang baik," kata Kris pada temannya itu.


"bolehkah pelayan mu untuk jadi ibu sambung ku, pasti ayah ku akan sangat menyukainya," kata Steve.


"tidak boleh, dia itu milik kami, dan tak boleh siapapun memilikinya untuk saat ini," jawab Tian tak terima.


"ha-ha-ha maaf maaf aku hanya bercanda Tian, jangan jadi ngambek begitu dong," kata Steve yang tak ingin kena masalah.


terlebih jika sampai Tian menangis, maka dia dalam masalah besar dan harus menghadapi Kris yang murka.


siang itu latihan basket di tiadakan, dan di ganti dengan kelas seni, dan siang itu mereka belajar drama.

__ADS_1


Tian tak berminat untuk ikut, pasalnya dia sedang sedih, karena kondisi di rumah sangat tak kondusif.


terlebih setelah dia mengetahui perselingkuhan dari mamanya dengan dokter Bram yang selama ini sudah seperti om-nya sendiri.


tapi beruntung masih ada Vita yang membuat harinya tak bosen di rumah, terlebih Kris yang jarang mengobrol.


"hei cewek jangan sedih sendirian di pojokan, ayo ikut main drama yuk," ajak Steve.


"gak ah males, lihat saja saudara kembar ku itu begitu senang berperan, cih... nurun dari siapa sih ," kata Tian.


"ya gak papa dong, memang kamu sedang memikirkan apa sih, bagi-bagi dong biar tidak sedih sendirian," kata Steve.


"bagaimana seandainya jika kamu melihat ayah mu selingkuh di belakang mama mu," tanya Tian.


"apa om Jimmy berselingkuh?" kaget Steve.


Tian langsung menutup mulut pria itu karena kesal, "diamlah, aku kan bilang seandainya, dasar bodoh," kesal tian.


Steve mengangguk, "habis kamu mengatakan hal seperti itu, membuatku terkejut saja," jawab Steve.


"tidak begitu, jadi tolong berikan penilaian mu?" tanya Tian gemas sambil mencubit pipi Steve.


"kalau aku jadi kamu yang melihat hal seperti itu, aku akan meminta mereka berpisah saja, toh sudah tak ada kebahagiaan lagi, lebih baik mereka bahagia dengan hidup mereka sendiri, dan untuk ku, aku bisa mengurus hidupku, lihat saja aku sekarang, aku memang kekurangan kasih sayang dari orang tua, tapi aku tetap bahagia bukan," kata Steve.


"tapi aku tak memiliki kemampuan untuk berbuat seperti dirimu, aku hanya gadis lemah," kata Tian.


"tidak, aku yakin kamu adalah gadis yang kuat, itu sudah terbukti dari kemandirian mu yang kamu tunjukkan selama ini, jadi jangan minder," jawab Steve.


"terima kasih sudah memberikan aku semangat," kata Tian yang merasa senang bisa berbincang dengan pemuda itu.


"sama-sama gadis manis," kata Steve.


mereka pun melanjutkan untuk melakukan dansa gaya kerajaan.


Kris berdansa dengan guru drama, sedang Tian berdansa dengan Steve, keduanya nampak begitu serasi.


sedang guru drama itu tergoda oleh wajah tampan dari Kris, keduanya berdansa begitu dekat dan sangat menempel.


Kris juga merasakan getaran yang berbeda saat menekuk tubuh indah guru muda itu.


tapi dia sebisa mungkin menampiknya, dan tak baik memiliki perasaan untuk guru yang mengajarinya.

__ADS_1


__ADS_2