The Housemaid

The Housemaid
JN_dua babu ganteng


__ADS_3

Yulia sedang duduk di lobi apartemen miliknya, dia pria itu datang hampir bersamaan.


tapi Jefry tidak membawa mobilnya,"hei kamu tumben jalan kaki, sudah bangkrut?"


"benarkah, padahal aku belum melakukan apapun?" kata Yulia bangkit dan menyalami keduanya.


"mobilku habis di cium mobil lain jadi sedang ada di bengkel nanti kalau sudah selesai, pasti akan di antar ke sini sini kok, jadi tenang saja," kata Jefry.


sedang di rumah peternakan Jefry, Nat sedang melihat empat kuda peliharaan dari keluarga itu.


dia tertarik dengan kuda yang berwarna putih itu,"hei siapa namamu, kamu terlihat begitu elegan tapi begitu gagah, meski terlihat tenang,"


"itu adalah kuda milik tuan Jefry, dan dia satu-satunya kuda yang paling sulit di jinakkan jika tuan Jefry tak ada," saut pak Edi penjaga kuda-kuda mahal itu.


"baiklah lain kali aku ingin melihat dia berlari, tapi tidak sekarang karena aku harus memastikan rumah itu bersih dari barang yang berbau s*x menjijikkan," kata Nat


"yang sabar ya mbak, karena tun Jefry memang terlalu liar," kata pak Edi.


Nat hanya tertawa dan masuk kedalam rumah, dia harus mulai membersihkan rumah peternakan yang termasuk mewah itu.


sedang di kota, Yulia sudah siap untuk ke kantor, Yulio sudah berangkat mengunakan motor miliknya.


sedang James dan juga Jefry mengantarkan Yulia ke kantor menggunakan mobil yang di pinjam dari Jimmy.


Krena mobil James adalah mobil sports jadi akan riweh, jadi mereka meminjam mobil jenis sedan mewah.


sesampainya di perusahaan itu, Yulia di kawal hingga ke lobi, dan setelah itu keduanya menunggu di cafe sekitar perusahaan.


Yuniar yang tau pun merasa tak percaya, dia pria tampan menjadi bahu dari Yulia.


"hei Yulia, boleh aku meminjam babu mu itu, setidaknya untuk sehati?" tanya Yuniar.


"boleh saja, aku juga merasa sedikit kesal karena mereka begitu berisik, tapi kalau boleh jangan James, aku suka pria itu lebih menantang," kata Yulia.


"tapi sayangnya aku tak suka Jefry karena pria itu sebenarnya anak mami, ha-ha-ha," kata Yuniar yang masuk kedalam ruangannya.


di cafe, Jefry memeriksa beberapa berita tentang saham hari ini, sedang James sibuk dengan usahanya.


"kamu masih sibuk dengan pasar saham mu itu, padahal itu tak bisa menjamin masa depan mu," kata James.

__ADS_1


"benarkah, ya memang sih, aku juga memilih ini agar lebih santai saja, karena aku tak mau mengurus perusahaan besar itu sendirian, itulah kenapa aku sering membaut masalah untuk kakak ku, ha-ha-ha," kata Jefry.


sedang James memang tak tau apa yang di pikirkan temannya itu, pasalnya Jefry adalah pria paling santai yang dia kenal.


biasanya orang akan bingung saat harta atau uang yang di miliki di sita, tapi tidak dengan Jefry, dia tetap santai meski uangnya tinggal seratus ribu.


Nat sedang merasa bosan, pasalnya tak ada yang bisa dia ganggu, terlebih rumah itu cukup jauh dari sisi manapun.


"aku harus melakukan apa? aku bosan sekali," kata wanita itu.


dia kini sedang tidur di lantai ruang keluarga sambil menonton tv, pasalnya semua karpet sedang dia cuci.


dia pun tak lupa memberi laporan pada Vita, tapi wanita itu terlihat begitu bosan.


"kamu kenapa seperti itu? apa kamu butuh kegiatan di sana?" tanya Vita yang terhubung melalui video call


"iya nyonya, aku butuh kegiatan, terlebih di sini hanya ada perkebunan di mana-mana, dan lagi aku butuh asupan adrenalin agar tetap hidup," jawab Nat lesu.


Vita tertawa mendengar ucapan pelaysn setianya itu, ternyata pengaruh Vita sangat melekat pada gadis itu.


"minta pak Edi untuk menunjukkan air terjun di sekitar peternakan, dan kamu bisa membuat anggur karena menurut perhitungan, di sana sedang panen anggur," kata Vita memberikan ide.


mereka pun saling menutup telpon, dan Nat langsung ke area perkebunan anggur, ternyata benar.


"halo mbak Nat, nyonya bilang anda bisa membuat anggur dari panen kali ini, jadi biar aku bersihkan dulu alat-alatnya," kata pak Edi.


"baiklah pak, tapi tolong pisahkan antara yang putih dan merah ya," kata Nat.


"baiklah mbak," jawab pak Edi.


Nat membantu panen, dan mencicipi anggur itu, dan keduanya memiliki rasa yang berbeda.


anggur hijau cenderung manis dengan rasa sedikit segar, dan anggur hitam cenderung asam dan segar.


"ini akan terasa sangat menyenangkan jika jadi anggur," kata Nat setelah mencicipi kedua anggur itu.


akhirnya Nat, di bantu pak Edi dan dua pekerja lain mulai membuat anggur, dan ternyata dia harus menunggu lama.


"pak Edi bisa antar aku untuk menikmati air terjun yang di ceritakan oleh nyonya?" kata Nat.

__ADS_1


"boleh mbak, mati ikut saya, tapi perjalanan ke sana cukup lama," kata pak Edi.


"tak masalah," jawab Nat.


akhirnya mereka pun mengikuti jalan setapak untuk mencari air terjun alami yang cukup tinggi.


tinggi air terjun itu setidaknya ada dua puluh lima meter, dan arusnya cukup deras.


"tapi jangan pernah mendaki dengan tangan kosong, terlebih melompat dari atas, meski di bawah air terjun kedalamnya cukup dalam, tapi tolong sayangi nyawa anda," kata pak Edi.


tapi pria itu melongo saat dengan gesit Nat sudah memanjat batu-batu licin itu.


bahkan wanita itu sempat melihat kebawah sebelum melanjutkan untuk memanjat.


setelah itu Nat melompat ke bawah dan wanita itu berhasil hidup dan tak terluka.


kini suasana hatinya langsung senang, pasalnya hobinya Yang selalu mengecoh malaikat maut pun terasa menyenangkan.


setelah puas dia pun memutuskan kembali dan mengikuti pohon yang sudah dia beri tanda.


ternyata anggur juga sudah selesai di peras, "pak Edi tolong bawa ke tempat penyimpanan, biar besok aku yang masukkan ke botol kaca,"


"baik mbak," jawab pria itu.


sedang di kota, Yulia sedang menatap kearah Jefry kesal, pasalnya mereka sekarang sedang berada di sebuah taman.


karena James kalah bertanding dengan pria itu, jadi mereka harus mengikuti keinginan dari Jefry yang ingin main di taman.


tak hanya itu, mereka juga membeli beberapa cemilan kaki lima. awalnya Jane merasa asing, tapi saat mencicipinya.


dia pun merasa begitu menyukainya karena rasanya yang begitu menyenangkan baginya.


"apa nama makanan ini?"


"itu namanya bakso bakar, dan yang aku makan ini somay, mau coba?" tawar Jimmy.


"enak ya, aku di Vietnam jarang makan seperti ini," jawab pria itu.


"Vietnam? bukankah yang terkenal dengan mafia itu Hongkong?" tanya Yulia

__ADS_1


"tidak, aku terus berpindah-pindah dan mengikuti keinginan ku ingin tinggal di mana saja," jawab pria itu.


__ADS_2