The Housemaid

The Housemaid
JN_gadis ini beda


__ADS_3

Jefry langsung turun untuk makan, dia kaget melihat sosok Nat yang menggunakan baju olahraga yang cukup ketat.


"hei kamu mau kemana?" tanya Jefry yang duduk di meja makan.


"mau baik tebing di sekitar sini, mau ikut, lumayan menantang adrenalin tuan," jawab Nat cuek


"boleh saja, tapi mana telur rebus milikku?" tanya Jefry yang tak mendapati makanan kesukaannya itu.


"oh masih aku rendam di air dingin agar bisa di kupas, aku ambilkan,"


Nat pun ke dapur dan langsung mengambil tiga telur ayam kampung itu.


Nat pun mengupas dengan telaten dan membuat Jefry terkejut karena telur itu matang dengan sangat bagus.


"wah ini sangat enak, aku juga tak mengira jika kamu begitu pintar memasak," kata Jefry.


"terima kasih," jawab Nat mendengar pujian untuknya.


mereka telah kenyang setelah makan, tapi mereka malah duduk santai di teras.


"kita jadi berangkat jalan ke air terjun kapan?" tanya Jefry.


"tiba-tiba aku malas, terlebih langit juga mendung, lebih baik duduk dan menikmati hujan yang sudah mulai turun," kata Nat yang menikmati kopi di tangannya.


tak terduga hujan benar-benar turun Jefry pun melongo di buatnya, pasalnya ucapan dari wanita itu benar-benar terjadi.


"kalau begitu kenapa hanya duduk, ayo kita main hujan," kata Jefry menarik Nat untuk bermain.


hujan turun cukup lebat, bahkan Jefry terlihat begitu senang dengan kubangan air.


dan yang tak terduga adalah Jefry mengambil tong penampung air hujan dan menyiramkan ke arah Nat.


"ya kau cari mati!!" teriak Nat.


"kau bisa membalas ku, jika bisa menangkap ku," ledek dari Jefry.


mereka berdua pun saling berlari mengejar, Nat tak boleh melepaskan Jefry.


sedang pria itu malah berlari ke arah kebun anggur, dan Nat mengambil lumpur dan langsung melemparkannya ke tubuh Jefry hingga tersungkur.


melihat hal itu Nat tertawa, dan kini giliran Nat yang di kejar oleh Jefry, mereka pun akhirnya berlumuran lumpur.


setelah hujan sedikit reda, mereka pun mulai mandi dan kemudian duduk di depan perapian.


"ini tuan," kata Nat yang memberikan susu jahe pada Jefry.

__ADS_1


"uh terima kasih, tubuhku benar-benar dingin, tapi aku senang karena sudah lama tak melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu, terlebih setelah kakak menikah," terang Jefry.


"memang kenapa? bukankah Anda tetap anak kesayangan keluarga?" tanya Nat.


"itu benar Nat, aku memang putra kesayangan mereka, tapi setelah kakak ku menikah, aku melihat dia terus murung, terlebih aku dulu selalu memergoki istrinya selingkuh, aku ingin memberitahukan pada kak Jimmy, tapi karena aku takut dia terluka, jadi aku memendamnya sendiri, dan aku mengunakan bercanda untuk memintanya bercerai, dan lihatlah sekarang dia sudah bahagia bersama kak Vita," kata Jefry senang.


"iya nyonya memang wanita yang menyenangkan, tapi sayang jalan hidupnya terlalu berat," kata Nat.


"ya kami tau itu, setelah semuanya, kini mereka berhak bahagia," saut Jefry.


mereka pun melanjutkan menghangatkan tubuh di depan perapian.


pasalnya suhu di desa ini cukup dingin terlebih habis hujan juga, Nat tidak berani memberikan minuman beralkohol karena takut terjadi hal yang tak di inginkan.


tak terasa mereka berdua ketiduran di depan perapian sampai siang hari, Nat terbangun dan kaget dia berada di pelukan Jefry.


terlebih wajah pria itu terlalu dekat dengannya. "kamu tampan tapi sayang sangat menyebalkan, seandainya saja kamu memiliki dua puluh persen sifat tuan Jimmy pasti kamu begitu menyenangkan," batin Nat


siang itu dia mengikat rambutnya dan mulai membuat makan siang simpel karena sudah terlewat untuk makan berat.


jagi dia memutuskan untuk membuat berbagai macam dimsum yang lebih nutrisi.


setelah selesai, Nat membangunkan Jefry, "tuan muda, kita makan siang dulu,"


"sudah jam tiga, kebetulan aku membuat dimsum sederhana saja," jawab Nat.


"baiklah, aku cuci muka dulu," pamit Jefry.


mereka pun kembali makan bersama sambil menonton tv, dan menikmati acara cartoon sore itu.


sedang di tempat Yulia, dia dan Jane's sudah sangat jauh, bahkan Yulia yang selama ini menjaga dirinya pun takluk di pelukan pria itu.


"hentikan James, kamu jangan menggangguku," kesal Yulia.


"tapi aku ingin memakan dirimu," bisik Jane mencium tengkuk dari Yulia.


Yulia pun berbalik dan mengalungkan tangannya di leher James dan kemudian berciuman dengan panas.


keduanya pun begitu mesra, tapi sayang kemesraan itu terhalang sebuah bel rumah yang berbunyi.


"siapa sih menganggu saja," kesal James


"mungkin Yulio, kamu pakai baju mu cepat," kata Yulia yang panik.


James pun mengikuti perintah Yulia, karena hanya wanita itu yang bisa menyuruhnya.

__ADS_1


Yulia membuka pintu, ternyata itu adalah Vita dan Jimmy yang datang serta kedua putranya.


"halo... maaf jika di hari libur kami datang tanpa kabar," kata Vita menunjukkan bawaannya.


"iya nyonya, silahkan masuk," ajak Yulia.


tapi saat keduanya masuk, Vita kaget melihat James, begitupun pria itu yang langsung berdiri melihat sosok Vita yang mengendong seorang bayi.


"hai James, kamu di sini? bukankah yang kena hukum itu Jefry?" tanya Jimmy.


"ah dia menebus janjinya dengan ganti rugi," jawab James yang menatap Vita dengan dalam.


bahkan tatapan James penuh dengan cinta, "oh ya perkenalkan dia istriku, Vita Alexander,"


"Arvita, kamu lupa padaku?" tanya James mengulurkan tangannya.


"hai James, tentu saja tidak, ternyata kemarin yang kalah dari Yulia yang di sebut pimpinan mafia itu kamu," kata Vita yang mencoba untuk tersenyum.


tapi Jimmy bisa melihat gelagat aneh dari wanita itu, entah itu perasaannya saja.


atau memang banyak yang dia sembunyikan, tak biasa Vita terlihat gugup seperti ini.


padahal dengan tuan Kareem saja yang jujur dengan mengatakan suka dia bisa bersikap biasa.


tapi James seperti memiliki sesuatu yang spesial, bahkan Yulia yang asistennya saja tak tau.


"apa Yulio belum pulang? padahal kami pulang bersama tadi?" tanya Jimmy.


"belum tuan, sepertinya dia pergi ke tempat kesukaannya dulu seperti biasa, kalau tidak dia tidur di apartemen miliknya," jawab Yulia.


"jadi James bagaimana bisa kamu mengenal istriku, sepertinya hubungan kalian berdua sangat dekat?" tanya Jimmy penasaran.


"hanya seorang teman lama, dia sering membantuku,bahkan dia yang membantuku mengenal cara berbisnis mandiri seperti ini," kata Vita .


"ya...wanita hebat yang selalu ku kagumi," jawab James.


"sudahlah jangan membahas masa lalu, jadi sekarang kalian bersama?"


"ah tidak nyonya," jawab Yulia


"jadi di lehermu itu bekas apa, kenapa warnanya begitu merah dan besar?" goda Vita meledek asistennya itu.


"ah nyonya, hentikan ... bukankah ini biasa toh aku sudah dewasa," jawab Yulia


"tentu saja, asalkan kamu mengenal dan mengetahui latar belakang kekasih mu jadi tak akan ada masalah di kemudian hari," pungkas Jimmy

__ADS_1


__ADS_2