The Housemaid

The Housemaid
JN_pernikahan Ferdi


__ADS_3

pengawal Ferdi mengantar dokter Iwan sampai di rumah, tentang bagaimana Bella bisa keluar dari kamarnya.


Rika juga turun saat mendengar suara mobil dokter Iwan, Bella yang melihat dokter Iwan mabuk, punya rencana busuk.


"berikan dokter padaku, aku adalah wanitanya," kata Bella ingin menyentuh dokter Iwan


"maaf tapi setahu kami, anda bukan wanita dohre Iwan," jawab kedua pengawal itu.


"jangan berani menyentuh tuan Bella, atau aku akan lupa jika kamu itu tamu di sini," kata Rika yang turun dengan baju tidur satin yang cukup seksi.


"sayangku... maaf aku mabuk, karena anggur yang di bawa Jimmy sangat enak, dan sempurna rasanya," kata dokte Iwan.


"tapi seharusnya anda tidak mabuk tuan, terima kasih pak, kalian bisa pulang," kata Rika.


"terima kasih nyonya, kami permisi," pamit mereka.


"Yo... gadis jelek dari mana itu, kenapa dia mengaku sebagai dirimu, wanita ku yang paling cantik dan seksi," kata dokter Iwan yang meremas pantat Rika.


"dasar kamu tuan, pelayan sela cepat seret Bella ke gudang, dan ingat jangan ada yang berani mengeluarkan dia, sebelum aku menyuruhnya," perintah Rika.


"baik mbak," jawab kedua pelayan itu.


"aku akan ingat penghinaan ini, dan suatu saat aku akan membuatmu menyesal dan membayarnya dengan mahal, setelah kau di depak oleh dokter Iwan!!" teriak Bella.


kini dia pun memapah dokter Iwan untuk istirahat, tapi tiba-tiba dia merasakan mual.


setelah muntah dia pun kembali merasa lapar, tapi dia memutuskan untuk tidur.


keesokan harinya, Rika sudah muntah-muntah di kamar mandi, entah kenapa dan apa yang terjadi.


"ya Tuhan... aku tidak meriang, tapi kenapa malah muntah gak jelas gini," gumam Rika.


"Rika kamu dimana? uh kepala ku pusing, tolong ambilkan air lemon dan madu," teriak dokter Iwan.


"ada di meja tuan, aku sedang di kamar mandi," saut Rika yang kembali muntah.


dokter Iwan perlahan mulai sadar dan mendengar Rija muntah, dia pun bergegas ke kamar mandi.


dia mengecek suhu tubuh Rika normal, kemudian mencoba untuk mengetahui dari detak jantung Rika.


dia pun mengambil sebuah benda dan meminta Rika untuk menggunakannya.

__ADS_1


"apa ini,"


"sudah gunakan sesuai instruksi, dan jangan membantah," jawab dokter Iwan.


dia pun pasrah dan mulai mengunakan benda itu, dan dokter Iwan menunggui di dalam kamar mandi.


kemudian mengambil benda itu dari tangan Rika, dia pun kaget melihat hasil dari tes kehamilan itu.


"tuan ada apa? kenapa ekspresi mu seperti itu, aku minta maaf jika melakukan kesalahan..."


"tidak, kita akan jadi orang tua, ah selamat Rika kamu sedang hamil," kata dokter Iwan senang dan memeluk Rika.


dia tak menyangka jika dokter Iwan akan bereaksi senang seperti itu, bahkan mereka pun sangat senang.


"baiklah kita lihat kondisi baby-nya dulu baru bersiap-siap ke pesta pernikahan Ferdi."


di rumah itu memang ada ruangan khusus seperti klinik dan alatnya begitu lengkap, dokter Iwan pun memastikan usia kandungan dari Rika.


ternyata kandungan Rika sudah berjalan dua belas Minggu, dan Rika baru mengalami morning sicknees.


"apa kondisi ku baik dan bayinya?"


"tak apa-apa, asal dia tetap sehat di dalam sana, dan papanya selalu menjenguknya dan dia terbukti tangguh tak tergoyahkan," ledek Rika.


"tentu, menjadi anak dari dokter Iwan harus kuat, dan setelah pernikahan Ferdi, kita daftarkan pernikahan juga, karena aku ingin anak kita tumbuh dalam keluarga yang lengkap," kata dokter Iwan.


"anda tidak bohong tuan?" tanya Rika tak percaya.


"tentu, aku tak akan membohongimu," terang dokter Iwan.


semua tamu mulai berdatangan, meski di undang secara mendadak, mereka pun bisa datang.


Jimmy dan Vita, seta keluarga mereka sudah datang, begitupun dengan Benny yang membawa istrinya yang sedang hamil.


tinggal menunggu kedatangan dari dokter Iwan dan pasangan, tak lama mobil mewah berwarna putih itu masuk dan turunlah dokter Iwan dan Rika.


mereka terlihat begitu senang dan bahagia, Farah pun di dampingi oleh Steve keluar dari rumah Ferdi.


tadi sebenarnya Vita membawakan gaun untuk pemberkatan, tapi tanpa di duga Ferdi sudah menyiapkan gaun pilihannya sendiri.


"gaun pemberian kakak mu memang bagus, tapi sebelumnya aku memilih gaun ini untuk pernikahan ku dengan Yuniar, tapi setelah penghianatan itu, aku tak tau apa kamu mau memakainya atau tidak," kata Ferdi.

__ADS_1


Vita mengangguk, dan Farah memilih gaun yang di pilih oleh Ferdi, "aku akan memakai gaun pilihan mu,"


Steve memberikan tangan darah pada Ferdi, dan acara pun di mulai dengan pemberkatan.


setelah itu Ferdi membuka kerudung pengantin dan mencium darah di saksikan oleh semua tamu.


pesta pun berlanjut dengan pesta kebun yang terlihat begitu akrab, tapi yang mengejutkan adalah Rika dan dokter Iwan juga melakukan pemberkatan meski bukan pernikahan.


melainkan untuk doa anak di kandungan Rika, semua pun menyambut senang dengan apa yang mereka dengar karena grub mereka akan ketambahan anggota baru.


pesta berlanjut dengan pesta dansa, bahkan Ferdi dan Vita sempat berdansa berdua.


"aku mempercayakan adikku padamu, tolong jangan khianati kepercayaan itu ya, karena aku tak ingin melihat dia menangis seperti kemarin, dan kamu tentu tau kejadian kemarin bukan saat aku marah, bahkan itu belum sepenuhnya kemarahan ku keluar, jadi hati-hati ya tuan," kata Vita tersenyum.


"baiklah nyonya, aku mengerti," jawab Ferdi.


pesta berlanjut sampai malam hari, kedua bayi milik Vita sudah di bawa pulang oleh suster dan kedua mertuanya.


karena mereka ingin Jimmy dan Vita menikmati pesta pernikahan dari adik dan sahabat mereka.


"oh ya kapan kami dapat undangan dari kalian berdua," tanya Jimmy pada dokter Iwan


"sepertinya secepat mungkin, karena aku tak mau anak kami lahir tapi kami belum menikah," kata dokter Iwan.


"selamat ya Rika,"


"terima kasih mbak, ini semua berkat ilmu yang kamu ajarkan, hingga dia tergila-gila padamu," kata Rika tertawa.


"wah ilmu apa ini?" tanya dokter Iwan penasaran.


"ilmu hebat di ranjang," kata Rika.


"hanya berbagi saja, jika ada yang mau belajar, silahkan saja datang ke tempat ku untuk pelajaran yang sangat berguna untuk mengikat suami kalian," kata Vita melihat Dwi.


"sayang jika lain kali ada les, tolong jangan di kamar kita, aku yang melihat sampai tak bisa menahannya, karena kalian saat praktek begitu menggoda," bisik Jimmy.


"siapa? kamu tergoda oleh Rika?" tanya Vita kesal.


"bukan begitu sayang, bukan Rija tapi aku ingat saat kamu melakukannya, ah ... begitu nikmatnya," kata Jimmy ambigu.


"dasar pria sialan!!!" teriak semuanya melempar kertas kearah Jimmy.

__ADS_1


__ADS_2