The Housemaid

The Housemaid
kesedihan Benny


__ADS_3

setelah makan malam, tuan Zein sedang bekerja di meja miliknya di lantai dua yang memang sangat terbuka.


sedang Riana mengajak putranya bermain dengan senang hati, terlebih dahulu.


tuan Zein menyelesaikan semua pekerjaan dan laporan tentang keuntungan dan kerugian restorannya.


hingga sebuah pesan masuk ke ponselnya, ternyata pesan dari Vita, yang meminta Tuan Zein untuk ke rumah utama.


tuan Zein pun turun ke bawah dan langsung ingin pergi, tapi suara Rio menghentikan langkahnya.


"ayah mau kemana?" tanya bocah itu.


"ini sayang, ayah ingin ke rumah utama, karena kak Vita memanggil ayah, jadi Rio di rumah bersama ibu dulu ya," kata tuan Zein.


"baik ayah," jawab Rio.


dia pun langsung pergi menuju ke rumah utama, ternyata Vita sedang ingin membuat krim sup.


"ada apa Vita?"


"ayah bisa membuatkan aku krim sup," kata wanita itu.


"tentu, apapun untuk mu sayang," jawab tuan Zein.


dia tau jika putrinya itu sedang ngidam, Vita melihat bagaimana tuan Zein memasak krim sup itu.


pria itu sangat cekatan,bahkan terlihat begitu ahli, "aku tak mengira jika ayah pintar memasak,"


"ya ayah mempelajari semuanya waktu panti jompo, ya saat tak ada kegiatan ayah melakukan dan mencari hobi baru," jawab tuan Zein.


krim sup sudah di masukkan kedalam oven, dan tinggal menunggu empat puluh Menit dengan dua kali oven.


Vita pun mengajak tuan Zein berbincang sambil menunggu makanan mereka siap.


"sayang aku dari tadi tak melihat Jimmy, suamimu itu kemana?" tanya tuan Zein.


"mas Jimmy sedang keluar untuk bertemu dengan tiga temannya Daddy,ada apa memangnya?" tanya Vita sedikit penasaran.

__ADS_1


"aish.... kenapa dia bisa-bisanya keluar saat istrinya sedang hamil besar begini, malam hari pula, apa mereka ke tempat diskotik milik Benny?" tanya tuan Zein.


"sepertinya, itu memang markas mereka, tenang Daddy mas Jimmy tak mu bikin melakukan kesalahan kok," jawab Vita.


"memang dulu tidak, tapi setan lebih kuat dari iman seseorang itu bahaya, terlebih kondisimu yang hamil, sudah kamu makan di temani Rio dan Riana,biar ayah jemput suamimu itu," kata tuan Zein.


"baiklah, tapi ayah jangan melakukan kesalahan lagi nanti, ingat sebarang ayah susah punya keluarga," kata Vita mengingatkan.


"aku mengerti," jawab tuan Zein


Nat memanggil Riana dan Rio, sedang Bu Kim mengeluarkan krim sup dari oven.


"halo ibu dan adik kecil, ayo duduk kita makan masakan ayah, karena tadi buat banyak,kalian semua juga ayo ikut makan," ajak Vita .


"baik nyonya," jawab semua pelayan.


tuan Zein di antar supir menuju ke diskotik langganan dari keempat pria itu.


saat sampai dia menunjukkan kartu VVIP yang di pegangnya hingga bisa masuk dengan mudah.


di dalam ruangan itu, sudah ada pada penari striptis, Benny benar-benar merindukan saat-saat bersama teman-temannya.


Jimmy hanya minum soda karena dia tak ingin mabuk saat ini. sedang Iwan sudah mendapat pesan dari Rika.


wanita itu terus mengiriminya doktor berbagai pose dalam berbagai warna lingerie seksinya.


dan meminta pria itu memilih, dokter Iwan yang sudah tergila-gila dengan gadis itu pun memilih warna crem untuk malam ini.


sedang Ferdi juga sudah mendapatkan pesan dari kekasihnya Yuniar yang melakukan Selfi saat sedang mandi.


tak berhenti di sana, Yuniar bahkan terus memamerkan tubuhnya agar kekasihnya itu tergoda dan segera pulang.


para penari itu mendekat ke arah ketiganya, tapi dengan cepat Jimmy menghindar, "cukup aku tak tahan lagi,"


"ada apa Jimmy, kamu berubah dulu kamu selalu senang ada pesta seperti ini, tapi sekarang berubah," kata Benny.


"aku sudah menikah, Vita sangat sensitif terhadap aroma tubuh,aku tak mau membuatnya kecewa terlebih dia sedang hamil anakku," jawab Jimmy.

__ADS_1


"ayolah cuma malam ini, kenapa kamu begitu serius," kata Benny membujuk pria itu


"tidak bisa, jika kamu memaksa, maaf lebih baik kita putuskan saja pertemanan ini, karena aku ingin menghargai ikatan pernikahan ku," jawab Jimmy yang marah.


"aku juga harus pulang karena Rika sudah menungguku, aku sudah tak mau bermain dengan sembarang wanita, dan sepertinya kamu juga harus berhenti Benny," kata dokter Iwan menepuk bahu temannya itu.


"iya aku juga, maaf Benny, pesta kali ini sudah sangat keterlaluan, dan aku tak bisa ikut kegilaan ini," jawab Ferdi.


tuan Zein menemukan mereka semua, "owh... ternyata kalian sedang pesta seperti ini, Jimmy ayo pulang kamu tak kasihan pada Vita yang sedang hamil besar di rumah, dan Benny jangan membuat pesta seperti ini, kalian seharusnya sudah mulai menikah dan mulai hidup baru, dan Benny jangan larut dalam kemarahan mu, ingat permintaan dari orang tuamu itu baik untuk mu,"


mereka pun bubar meninggalkan Benny, "kalian semua juga pergi!!" teriak Benny


dia sedang marah besar karena apa yang dia rencanakan gagal total, bayi yang dilahirkan oleh wanita yang dia bayar akhirnya tak bisa di selamatkan.


terlebih wanita itu sengaja melakukan itu karena ingin balas dendam pada Benny.


dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, karena permintaan mereka.


ternyata saat Benny sampai, dia melihat ada seorang gadis muda yang sedang menyajikan minuman.


"kau sudah pulang, ku kira aku harus mencari anak lain, dasar pria tua, cepatlah menikah dan berikan kami cucu, tak perlu memilih status cukup beri kami cucu meski dari orang miskin tak masalah, asal jangan wanita malam milik mu itu," marah ayah Benny.


"iya iya jangan terus mengomel, dasar pria tua," kesal Benny.


"apa, dasar anak luknat berani menghina ayah mu, dan berhentilah bertingkah kamu bisa hidup lama," kesal ayah Benny.


"tentu, karena aku belum bisa menikmati setiap wanita di dunia ini, sudah tutup mulut dan jangan mengangguku," kata Benny yang memilih pergi


sedang istri dari ayah Benny hanya merasa jika putra sambungnya itu keterlaluan, terlebih dia terus menantang suaminya, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena semua perusahaan dan kekayaan jatuh ke tangan Benny.


terlebih selama mereka bisa menikmati kemewahan itu sudah cukup, dan Benny tak tau jika di usianya yang ke empat puluh lima jika belum menikah, maka itu keuntungan baginya dan ayah Benny.


"sayang lusa Benny berusia empat puluh lima, dan jika dia belum menikah, kita akan memiliki semua harta ini kan," tanya Atik.


"tentu, dan Benny saja tak tau hal itu,jadi kita bisa memanfaatkan itu semua, dan setelah itu kita buat pria busuk itu lenyap dari dunia ini," kata ayah Benny.


sayangnya pelayan baru itu mendengar percakapan mereka yang ingin mencelakai Benny.

__ADS_1


__ADS_2