The Housemaid

The Housemaid
Jn_keluarga bahagia


__ADS_3

semua yang melihat keduanya pun merasa begitu terharu, pasalnya Vita dan Jimmy terus kehilangan satu persatu orang yang mereka cintai.


dan kini tuhan memberikan mereka kebahagiaan dengan kehadiran dua putra yang tampan itu.


"baiklah, sudah nangis-nangisnya, sekarang ayo kita makan dulu, kebetulan nih tuan Jimmy bawa nasi Padang kesukaan semua orang," kata Jefry.


"baiklah, ayo kita makan bareng semuanya, tenang semua orang kebagian kok," kata Jimmy.


akhirnya mereka pun makan bersama, setelah itu Jimmy melihat suasana rumah yang sangat berbeda.


bukan hanya itu, suasana rumah juga berubah menjadi sangat nyaman.


"kamu sangat pintar dalam interior sayang," puji Jimmy.


"terima kasih sayang, sekarang kita pulang dulu, karena aku tadi meninggalkan anak-anak dan sekarang sudah waktunya untuk memberi mereka asu lagi,"


"baiklah ayo kita pulang," ajak Jimmy.


"eh ... bukankah mas masih harus ke kantor?"


"aku pulang setengah hari, dan sekarang ingin menemani mu sayang merawat anak-anak bersama mu," jawab Jimmy yang langsung mendapatkan pelukan dari Vita.


"aku sangat mencintaimu," kata Vita


Farah yang ingin pamit pun mengurungkan niatnya, "mas Jefry, tolong nanti sampaikan pamit ku ya, karena ini sudah terlalu siang, dan acara kami pasti juga sudah mulai," kata Farah.


"baiklah aku akan sampaikan," kata Jefry.


Farah pun pamit dulu bersama dengan Steve, mendengar ada suara mobil pergi.


Vita dan Jimmy pun turun, "aduh yang serasa pengantin baru, tadi Farah mau ganggu malu, jadi dia pergi karena acara yang harus di hadiri tidak bisa di tunda,"


"aduh... aku juga harus ke tempat acara itu, tapi bagaimana dengan di kembar," bingung Vita yang ingat.

__ADS_1


"begini saja, kamu berangkat ke tempat itu, biar aku dan dia orang ini ambil anak-anak, biarkan mobil yang kamu bawa, biarkan tetap di rumah ini," kata Jimmy.


"baiklah sayang, aku mencintaimu," kata Vita yang mengecup pipi suaminya itu sekilas.


mereka pun berpisah untuk menuju ke tempat masing-masing, Vita bergegas pergi karena dia tak ingin telat lagi.


karena hari ini untuk pertama kalinya dia menyumbangkan bantuan mengatasnamakan kedua putranya.


dia pun sampai di tempat yang di gunakan untuk menjadi sekolah anak jalanan.


Vita datang ke sana dan langsung bergabung bersama dengan Farah.


dia sebenarnya tidak nyaman karena ini jam menyusui, tak lama Jimmy datang bersama Nat dan Jefry.


"Daha kamu lanjutkan di bantu bay dan Jefry ya, mbak harus menyusui dulu," bisik Vita.


"siap mbak,", jawab Farah.


dia pun bergegas masuk kedalam mobil, Nat memberikan Jayden yang. mulai rewel.


"kamu nyaman sayang?" tanya Jimmy.


"iya mas, tapi bisakah menolong ku mengambil minum itu, aku sangat haus," kata Vita.


Jimmy pun dengan senang hati, dia bahkan masih tak percaya jika Vita bisa langsung menyusui dua putranya sekaligus.


Jimmy juga menawarkan cemilan, lumayan untuk menambah asupan ASI.


setelah setengah jam, kedua bayi itu sudah kenyang,terlihat keduanya susah tersenyum lagi.


"uluh-uluh Jason bau susu nih, ayo sekarang kumpul bareng yang lain," ajak Jimmy


akhirnya siang hingga sore di habiskan dengan bermain dan memberikan beberapa bingkisan untuk anak-anak jalanan.

__ADS_1


sedang di rumah Benny, Dwi tak mau keluar kamar kalau suaminya belum pulang dari kantor.


tapi sayangnya, Benny hari ini tak bisa pulang cepat karena harus lembur.


satu-satunya cara Dwi meminta bantuan dari Rika dan dokter Iwan, dan beruntung keduanya mau.


keduanya sudah sampai di rumah Benny, kepala pelayan itu membukakan pintu untuk tamu.


"selamat datang, ingin bertemu siapa dokter Iwan?" tanya pria itu dengan dingin.


"aku hanya mengantarkan kekasihku yang ingin menemui nyonya rumah, apa boleh kami masuk?" tanya dokter Iwan yang juga tak nyaman dengan Henry yang menahannya di luar seperti ini.


"ah silahkan, biar saya panggilkan nyonya," kata pria itu yang kemudian menyingkir dari pintu.


Dwi sudah turun dari lantai dua, Rika yang melihat raut wajahnya pun mengerti, "apa kamu baik-baik saja?"


"aku hanya sedang tak nyaman?" jawab Dwi


"kalau begitu kita ke rumah sakit, aku harus melihat kondisi mu," kata dokter Iwan.


"tapi perintah tuan, nyonya tak boleh pergi dari rumah," tahan Hendry.


tapi dokter Iwan mendorongnya, "ingat batasan mu, dia akan sangat marah jika kandungan istrinya bermasalah, kamu tau itu!!"


dokter Iwan pun mengajak Dwi untuk keluar, dia yang seorang pria saja tak nyaman.


bagaimana dengan Dwi yang kondisinya kadang bisa naik turun karena hormon kehamilan.


"sudah aku antar ke apartemen milik Benny yang berdekatan dengan ku, setidaknya di sana kamu bisa aman.


ya meski pun mungkin sedikit berantakan, karena sudah cukup lama tidak di tinggali lagi." kata dokter Iwan.


"terima kasih dokter, untunglah kalian mau datang untuk membantuku, karena aku sangat takut padanya," terang Dwi.

__ADS_1


"memangnya dia sampai mana kenapa kamu begitu ketakutan," tanya Rika.


"dia bisa sangat berkuasa di rumah, aku yang hanya gadis kampung tak di anggap nyonya oleh beberapa pelayan, jadi mereka menutup mata dengan apa yang aku alami, terlebih Hendry adalah putra mantan kepala pelayan yang sudah melayani keluarga itu bertahun-tahun,sedang aku hanya wanita aneh yang di pilih tuan secara acak dan kemudian di nikahi, terbukti tuan bahkan masih belum berubah meski sudah menikah dengan ku," kata Dwi mengeluarkan semua keluh kesahnya


__ADS_2