
Jimmy pun tak mengira semuanya terjadi, "berarti anak yang mati bersama dengan Agustinus Purnomo saat itu..."
"dia putra mu, dan dia mati karena virnie, dia yang memaksanya untuk membawa Leon ku pergi, saat dia sedang sakit parah," kata Vita marah.
Jimmy pun memeluk Vita, dia tak mengira jika dia dan Vita saking terhubung, bahkan begitu rumit.
dia bahkan tak menyangka jika virnie yang dia kenal selama ini, memiliki masalalu yang begitu menjijikan.
selingkuh terus di belakangnya dan dia terus menutup mata, bahkan sampai akhirnya dia kehilangan semuanya.
putra yang tak pernah dia peluk, dan wanita yang hancur karena perbuatan virnie.
"tuan Jimmy dan bos Vita, Vika sudah di pesan, tolong kalian istirahat dulu," panggil Yulia.
Jimmy mengajak Vita beristirahat untuk menenangkan diri, wanita itu sangat terguncang saat ini.
menceritakan segala masa lalu kelamnya, adalah mengorek luka yang harus kembali menggangga.
Jimmy pun merangkul Vita yang nampak begitu emosional, karena merasa kasihan.
Jimmy pun mengangkatnya, Vita pun memeluk leher Jimmy yang menggendongnya.
"tolong jangan bawa putraku... aku mau melakukan apapun itu, tapi jangan bawa dia.... aku mohon..." tangis Vita lirih.
"memang pria itu melakukan apa hingga bisa memisahkan anak dari ibunya?" gumam Jimmy.
dia pun menidurkan Vita di ranjang, dan dia sendiri memastikan wanita itu tidur dengan tenang.
Jimmy pun pergi setelah memberikan kecupan selamat malam.
dia mengambil anggur di meja dan langsung meminumnya langsung dari botol.
"Yulio apa kamu bisa menceritakan apa yang di alami Vita, setelah melahirkan putra kami," tanya Jimmy.
"tentu tuan, kami berdua adalah saksi hidup dan juga Miss Yuniar," jawab Yulio.
Jimmy pun mengangguk dan menyuruh pria itu duduk di depannya, begitupun dengan Yulia.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Vita yang memiliki seorang putra kecil membuka sebuah butik kecil bersama dengan Yuniar.
__ADS_1
Keduanya pun memiliki pesanan khusus dari para orang penting dan itu berkat dari Yuniar.
Yulio dan Yulia hanya remaja yang bekerja di toko itu dan menjadi adik angkat keduanya.
Keduanya hanya anak yatim piatu yang selama ini terlunta-lunta tapi berkat bantuan Vita yang mengizinkan keduanya tinggal di butik dan membantu menjaga Leon.
bayi berusia satu tahun itu, seri g di bawa Vita kemana-mana, awalnya mereka heran kenapa Vita yang istri seorang dokter penyakit dalam yang begitu terkenal harus melakukan semua ini.
bahkan pria itu sering datang untuk menjemput Vita, karena rasa penasaran itu, Yulio memberanikan diri untuk bertanya.
"mbak Vita, kenapa mbak Vita membuka butik ini dan bersusah-susah, bukankah suami mbak sudah sangat kaya," tanya Yulio.
bukannya marah, Vita malah tersenyum melihat pemuda itu, "kamu tau Yukio, tak selamanya aku bahagia di rumah, aku melakukan ini juga demi menunjukkan jika aku mandiri," kata Vita tersenyum.
"bukannya kamu di musuhi keluarga suamimu, terlebih kamu memiliki bayi laki-laki yang akan mewarisi kekayaan ayahnya, itulah mereka berulah dengan memusuhi mu," kata Yuniar yang menyahut.
"aih... dasar mulut ember dan lemes," kata Vita tersenyum.
Yulio yak mengira jika kehidupan Vita begitu keras, perlahan butik itu menjadi besar dengan kerja keras Vita.
dia dan Yulia juga di sekolahkan ke sekolah bisnis, bahkan sekarang tempat itu melatih beberapa model untuk berjalan di catwalk.
Vita dan Yuniar bahkan menerima panggilan menjadi model untuk beberapa acara fashion.
Vita yang panik membawanya ke rumah sakit, dan dokter bilang jika bayi itu terkena demam berdarah dan kelelahan.
mereka membutuhkan golongan darah AB negatif, Vita terkejut pasalnya dia memiliki golongan darah B positif dan golongan darah dari Agust adalah O positif.
"maaf dokter, bisakah kami mencarinya dulu, tapi tolong selamatkan putra ku," kata Vita yang tak boleh terpuruk saat ini.
"baiklah, tapi cepatlah karena kondisinya begitu kritis," jawab dokter.
dia dan Yulio mencari golongan darah yang cocok, dan beruntung di palang merah sedang ada.
akhirnya nyawa Leon pun tertolong, tapi masalah baru muncul bagi Vita, bayi itu milik siapa jika bukan milik suaminya.
tak mungkin jika Vita hamil setelah pelecehan itu, dia pun harus menginggat semuanya.
Yuniar datang bersamaan dengan Agust, pria itu nampak begitu khawatir.
"bagaimana keadaannya?" tanya Agust.
__ADS_1
"dia selamat, sesaat aku takut jika dia akan tiada..." tangis Vita.
mereka di izinkan untuk masuk kedalam ruang rawat, terlihat Agust begitu menyayangi bocah itu.
tapi sebuah pesan menghancurkan Vita, setelah membaca pesan itu, Agust menyeret Vita keluar ruangan.
tanpa bertanya Agust menampar Vita dengan keras, bahkan sampai membuatnya menabrak tiang sampah dan menimbulkan keributan .
"tuan tolong kasar terhadap mbak Vita," mohon Yulio.
sedang Yulia membantu wanita itu, "denger ya bocah tak berguna, kalian berdua tak perlu ikut campur, ini urusan ku dengannya," bentak Agus yang mendorong Yulio hingga terpental.
Agust langsung menarik Vira dan mendorongnya hingga terbentur ke dinding.
Vita pun kesakitan, tapi saat Yulia ingin membantu, dia juga terkena tamparan dari pria itu.
bahkan Yuniar yang membantu pun di dorong hingga Yukio harus menyelamatkan wanita itu agar tak terbentur kursi tunggu.
"sekarang jawab, Leon itu anak siapa? kenapa golongan darahnya tak sana dengan ku!! jawab wanita sial!!!" teriak Agust yang mencekik leher Vita.
Vita hanya berusaha melepaskan diri dari pria itu, karena marah, Agust langsung membenturkan kepala Vita ke dinding.
"jawab goblok," bentak Agust.
"malam dimana kamu meninggalkan aku di bar, aku mendapatkan pelecehan, dan setelah itu, kamu menyentuhku setelah satu bulan, dan setelah sebulan kemudian aku tau jika aku hamil," jawab Vita jujur.
mendengar itu, Agust makin marah dan langsung menarik Vita dan membenturkan wanita itu ke dinding rumah sakit hingga terluka parah.
"tolong ... disini ada penyiksaan!!!" teriak Yuniar panik.
semua dokter datang dan menahan Agust, "ingat dokter, kamu masih di rumah sakit, jangan sampai membunuh istrimu, ingat dia itu istrimu," kata dokter yang menangani leon.
"istri, wanita ****** sepertinya, aku tak Sudi cih..." marah Agust berontak melepaskan pegangan semua orang.
Yuniar menghampiri Vita yang sudah terluka parah, dan wanita itu di bawa ke UGD untuk mendapatkan perawatan.
Yulia menjaga Leon di kamar, sedang Agust di bawa ke tempat lain.
Yuniar dan Yukio menjaga Vita, dan saat wanita itu sadar, dia pun langsung berlari seperti orang gila ke ruangan rawat dari Putranya.
"Vita kamu jangan gila, kamu masih terluka parah, Leon akan sedih melihat mu seperti ini," kata Yuniar.
__ADS_1
"tidak!!! kamu tak tau bagaimana Agustinus yang sedang marah," panik buta yang terus berlari tanpa memperdulikan kesehatannya.