The Housemaid

The Housemaid
tak bisa bebas


__ADS_3

setelah kencan seharian, mereka makan malam di sebuah restoran di pinggir jalan.


Virnie sebenarnya tak suka, tapi mau bagaimana lagi, Jimmy yang mentraktir mereka semua kali ini.


jadi Virnie pun terpaksa turun untuk menghormati suaminya, meski dia jijik makan di tempat seperti itu, tak butuh waktu lama pesanan mereka datang.


Virnie terkejut karena mereka memesan makanan bebek goreng. bahkan Vita langsung mencuci tangan dan makan dengan lahap.


"kenapa tak pakai sendok?" tanya Virnie.


"ini lebih nikmat kalau di makan pakai tangan nyonya," jawab Vita.


Jimmy juga terlihat sangat terbiasa, sedang dia dan dokter Iwan sedikit kesulitan.


tapi lama-lama mereka mulai terbiasa, bahkan Jimmy dan dokter Iwan nambah porsi.


setelah kenyang mereka pun pulang, sebelum turun, dokter Iwan memberikan sebuah hadiah indah untuk Vita.


sebuah kalung emas yang tadi di beli saat wanita itu sibuk dengan Virnie.


"apa ini dokter?"


"hadiah kecil untuk wanita cantik yang sudah menemani hariku," jawab dokter Iwan.


"terima kasih, tapi seharusnya tak usah, karena hari ini aku sangat bagus bisa menemani anda," jawab Vita.


"tidak masalah, tolong di simpan ya," kata dokter Iwan.


Vita pun mengangguk dan turun dari mobil, setelah itu mobil dari dokter Iwan pun pergi.


Vita masuk kedalam rumah, baru mobil Jimmy masuk ke garasi, karena tadi mereka berhenti terlebih dahulu di minimarket untuk membeli rokok.


Vita sudah menyalakan AC dan pengharum ruangan, setelah itu dia langsung mandi.


sedang Jimmy membuat sesuatu yang spesial untuk istrinya, setelah mandi.


Vita sedang mencuci baju kotor, virnie dan Jimmy menikmati minuman yang spesial buatan Jimmy, tanpa curiga sedikit pun.


Virnie merasa tubuhnya begitu lelah dan kemudian mengantuk, akhirnya dia pun tertidur.


Jimmy pun tersenyum melihat istrinya itu yang tertidur, "maaf Virnie, kamu sudah membuatku menahan amarah ku seharian ini, jadi maaf kamu harus tidur terlebih dahulu ya sayang," gumam Jimmy tersenyum menang.


Vita sedang menjemur pakaian di balkon, dia mengenakan gaun untuk tidur toh pekerjaannya sedikit ini.


pasalnya sudah cukup malam juga, Jimmy naik ke roof top, dan langsung memeluk Vita.


"ah.. tuan jangan seperti ini, nyonya di bawah nanti curiga," kata Vita berusaha untuk melepaskan diri dari Jimmy.

__ADS_1


"tenang saja, dia sudah nyenyak, karena aku memberikan minuman spesial padanya," jawab Jimmy yang langsung membalik tubuh Vita hingga menghadapnya.


"kalau begitu bantu aku agar cepat selesai," bisik Vita menggoda.


Jimmy pun dengan semangat empat lima langsung membantu pelayannya itu menjemur pakaian, sedang Vita tertawa geli melihat tingkah Jimmy.


pria itu kadang begitu lucu dan konyol, tapi kadang begitu serius dan begitu sempurna saat bekerja.


"sudah selesai nyonya," jawab Jimmy.


Vita langsung melakukan sesuatu yang membuat pria itu senang , Jimmy tersenyum penuh arti dan langsung mendekati Vita.


Jimmy dan Vita menikmati waktu mereka di roof top, mereka tak peduli dengan siapapun.


seandainya ada orang yang melihat pun mereka tak peduli, karena saat ini yang mereka cari adalah kesenangan, tapi karena sudah tengah malam jadi lingkungan itu sudah sepi.


keduanya pun tidur sambil menikmati pemandangan malam, Jimmy pun memeluk Vita setelah selesai.


bahkan di temani hamparan bintang di langit, Jimmy sengaja menaruh kursi panjang di roof top.


"masuk yuk tuan, dingin ini," bisik Vita.


"baiklah, kita masuk yuk," jawab Jimmy.


Vita langsung turun ke kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket bahkan aroma tubuhnya sedikit menyengat.


Jimmy masuk kedalam kamar dan memastikan jika Virnie sedang tertidur pulas.


Virnie pun mengeluarkan suara-suara aneh dalam tidurnya, sedang Jimmy memilih mandi dan hanya tertawa saja.


setelah membersihkan dirinya, dia melihat jika Virnie sudah terlihat tak berdaya.


"dasar wanita haus sentuhan, bagaimana bisa kamu begitu men-ji-jik-kan seperti ini," gumam Jimmy melihat hal seperti itu.


dia pun menghentikan perbuatannya tadi, setelah itu dia memastikan jika wanita itu masih belum sadar dari minuman yang dia berikan.


dia pun segera keluar dan masuk ke kamar Vita, dan melanjutkan kegiatannya sampai pagi.


keesokan harinya, Virnie bangun dan merasakan jika area sensitifnya sedikit bengkak dan sakit.


"sayang semalam kita melakukannya lagi? tapi aku tak ingat?" tanya Virnie.


"iya, maaf aku sedang mabuk semalam, dan aku melakukan dengan kasar," kata Jimmy berbohong.


"tak masalah, ah aku suka, tapi sayang aku terlalu lelah saat ini," jawab Virnie dengan manja.


"sudahlah tak apa-apa, sekarang bersiaplah karena kamu bisa telat," kata Jimmy yang juga sudah bersiap dengan kemeja berwarna brown itu.

__ADS_1


"tapi ngomong-ngomong kamu mau kemana?" tanya Virnie.


"biasa ada pertemuan dengan editor dan sutradara yang ingin mengangkat buku ku jadi sinetron," kata Jimmy.


"benarkah, wah sekarang kamu akan terkenal dong, bagus... itu sangat bagus," kata virnie.


"belum lagi, karena ada lima novel yang akan di seleksi, jadi jangan senang dulu," jawab Jimmy.


"tapi aku yakin suamiku ini akan bisa terpilih," jawab virnie.


Jimmy hanya mengangkat bahunya, Virnie dan Jimmy turun dan melihat Vita sudah selesai membuat sarapan.


"ikut sarapan dengan kami saja Vita," ajak Virnie.


"baik nyonya," jawab Vita yang duduk di depan Virnie.


Jimmy pun sarapan dengan tenang, tapi Virnie sudah dapat telpon dari rumah sakit, jadi dia buru-buru keluar dari rumah.


tak lupa dia memberikan kecupan di pipi Jimmy, "aku pergi dulu, semangat sayang," kata Virnie yang pergi tergesa-gesa.


Vita pun mengantar wanita itu ke depan, setelah mobil Virnie pergi, Vita kembali masuk kedalam rumah.


tapi Vita tersenyum melihat Jimmy yang mengusap pipinya, "tuan anda bisa telat," bisik Vita pada pria itu.


"tidak akan, dia merindukan mu," bisik Jimmy.


mereka pun menyempatkan diri untuk menyiram air terlebih dahulu.


setelah puas, jimmy pun berangkat ke perusahaannya untuk menghadiri rapat.


dia sudah semangat karena memiliki wanita yang membuatnya hidup makin semangat lagi.


Vita pun duduk santai sambil melihat semua laporan dari seseorang.


dia bisa istirahat sekarang karena tugasnya sudah berjalan setengah jalan.


dan sebentar lagi semuanya akan tercapai, virnie berada di parkiran basemen.


di sana ada parkiran khusus untuk mobil para dokter, dan dia tak memperhatikan sekitarnya.


tiba-tiba tubuhnya di tarik dan di himpit di tembok, dia terkejut saat melihat dokter Bram.


"apa yang kamu lakukan?" bentak virnie.


"diam saja virnie, aku ingin meminta bayaran ku, kamu tau bukan," kata Bram yang tanpa basa-basi langsung melakukannya.


awalnya virnie berontak, tapi perlahan dia pun hanyut juga dalam permainan itu.

__ADS_1


"tolong jangan meninggalkan bekas, jika tidak suamiku akan marah," kata virnie memohon.


"em... baiklah cantik, sesuai keinginanmu" kata dokter Bram.


__ADS_2