The Housemaid

The Housemaid
perlahan terbongkar


__ADS_3

kedua remaja itu pulang dengan wajah lesu, Jimmy turun melihat keadaan kedua anaknya.


"ada apa sayang," tanya Jimmy.


"hari ini menyebalkan, aku butuh asupan gula, karena aku sangat lelah masih belum mau sekolah, masih butuh liburan," kata Tian.


"aku juga," kata Kris.


"wah padahal Minggu depan ada pesta perusahaan penerbitan yang menaungi papa, dan sekeluarga kita di undang, jadi kalau kalian gak mau sekolah, jadi kalian gak usah ikut ya," kata Jimmy dengan enteng.


"apa pesta, kami mau ikut, baiklah kami akan semangat sekolah, mbak mau makan dong," kata Kris.


"makan Mulu kamu Kris, aku juga mau, mie seafood ya mbak," kata Tian.


"yey kamu sama saja Tian, aku juga deh mbak Vita yang cantik," kata Jimmy di depan dua putranya.


"yey... papa ganjen, masak menggoda mbak Vita," kata Kris meledek Jimmy.


"gak papa dong, seandainya bisa malah aku ingin melihat Mbak Vita jadi mamaku, karena dia itu sempurna dan penuh kasih sayang untuk kita," kata Tian.


"hei kenapa ngomong seperti itu, nanti kedengaran mama marah loh," kata Jimmy mengingatkan putrinya.


"karena mama tak setia, aku benci mama," jawab Tian keceplosan.


"Tian!!" teriak Kris.


"apa maksud mu Tian? apa maksudnya, cepat bilang?" tanya Jimmy yang terkejut karena putrinya itu keceplosan.


sebenarnya dia sudah tau, tapi dia harus berpura-pura tak tau demi memancing kedua anaknya.


"sudahlah pa, kamu ganti baju dulu sebelum makan, ayo Tian," ajak Kris menarik adiknya itu.


Tian pun terpaksa ikut, meski dia sebenarnya tak ingin, terlebih Kris selalu ingin menutupi semua kesalahan dari mama mereka.


"bukan sekarang Tian, kita tunggu waktu yang tepat, biarkan papa memilih jalannya sendiri," kata Kris pada adiknya itu.


sedang Jimmy mendekati Vita yang sedang memasak, "kamu benar jika Tian sudah tau, dan sepertinya aku harus segera mencari bukti, agar bisa lepas dari Anita itu,"


"santai saja, aku yakin semua bukti itu pasti akan datang," kata Vita.


akhirnya mereka berempat makan bersama, tuan sangat menyukai mie goreng seafood itu karena rasanya yang begitu pas.

__ADS_1


Kris juga menyukainya, setelah makan mereka memilih berenang bersama.


bahkan Vita dan Tian mengenakan baju renang yang mirip, Kris dan Jimmy memamerkan tubuh mereka yang begitu seksi.


keduanya juga berlomba beberapa kali, setelah itu mereka duduk untuk menikmati suasana sore hari.


malam hari, semua sedang santai dan Vita baru selesai mandi karena harus bersih-bersih rumah.


bahkan dia juga telah menyelesaikan cucian yang sudah menumpuk.


"halo Semuanya, hari ini mau makan apa?" tanya Vita pada ketiga orang yang sedang fokus main video game itu.


"terserah mbak saja," jawab ketiganya.


"nasi goreng daging bagaimana, pedes ya," kata Vita


"boleh mbak, kebetulan Tian mau makan yang pedes-pedes," jawab Tian.


"baiklah, apapun masakan mu akan kami makan," jawab Jimmy


Vita langsung masak lagi, tak lupa dia juga menggoreng kerupuk dan membuat acar.


setelah matang, dia memanggil ketiganya, "ayo makan Semuanya,"panggil Vita.


Vita melihat jam, Jimmy pun ikutan, tapi dia bingung, "ada apa kamu melihat jam,"


"tuan tak khawatir, nyonya belum pulang, coba telpon," kata Vita pada pria itu.


"tidak mau," kata Jimmy.


"telpon atau aku membencimu, setidaknya tunjukkan jika kalian baik-baik saja di depan kedua anak mu," busuk Vita sedikit mengancam.


"baiklah-baiklah," jawab Jimmy pasrah.


dia memang tak pernah bisa menang sari Vita, pasalnya wanita itu kalau ngambek dua sendiri yang susah.


Jimmy menelpon virnie, ternyata wanita itu sedang di parkiran basemen rumah sakit.


dia baru saja selesai melakukan hal yang buruk bersama dokter Bram, dia bahkan masih sempat membersihkan dirinya dengan tisu yang di bawanya.


"iya sayang ada apa?" jawab virnie dari dalam mobil.

__ADS_1


"kapan kamu pulang,ini sudah sangat terlambat,kami bahkan harus makan malam terlebih dahulu,"kata Jimmy.


"tak apa-apa sayang, aku sudah makan kok, sebentar lagi aku pulang, aku juga sudah beli cemilan jadi telat pulangnya, maaf ya," kata virnie dari sebrang telpon.


"baiklah, kami makan malam dulu, hati-hati di jalan," jawab Jimmy sebelum mematikan ponselnya.


"pasti tuh sedang bersenang-senang, kenapa sih papa ganggu, lebih naik makan dulu yuk, jangan ngobrol terus mama pasti pulang kok,udah gede ini," kata Tian.


"ssttss... Tian tidak boleh seperti itu pada mamanya sendiri, sekarang kalian makan ya," kata Vita


"siap mbak Vita," jawab Tian


Virnie pun mengendarai mobilnya untuk menuju rumah, begitupun dengan dokter Bram.


tapi mereka tak tau ada direktur rumah sakit yang mengetahui semuanya, bahkan pria itu langsung mengambil semua buktinya pada temannya itu.


dia tak mengira jika sosok yang selalu jadi kebanggaan dari tuan Syam itu.


jadi dia tak ingin pria itu percaya buta pada menantunya itu, terlebih Jimmy sepertinya tak bahagia terbukti dari pria itu yang menarik semua perlindungannya untuk Virnie.


jadi dia memiliki insting jika mereka ada masalah yang di sembunyikan dari keluarga.


tuan Syam yang menerima semua bukti itu tak percaya, bahkan dia dengan jelas dapat melihat bagaimana Virnie yang masuk mobil pria lain di parkiran basemen itu.


bahkan mereka dengan berani melakukannya di luar mobil juga, dan setelah itu berpisah begitu saja.


"sialan, ku kira dia wanita baik, tapi nyatanya hanya wanita tak bermoral seperti ini, kenapa aku menyesal menikahkan Jimmy dengannya, bahkan putra terbaikku itu harus tinggal dengan wanita seperti ini," gumamnya frustasi.


dia juga akhirnya menarik semua perlindungannya untuk Virnie, dan membiarkan wanita itu hidup dengan kemampuannya yang sesungguhnya.


dia terlalu kecewa, tapi dia tak bisa membuat istrinya itu tau apa yang di lakukan oleh menantunya itu.


jadi dia merahasiakan terlebih dahulu, dan menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan segalanya.


sesampainya virnie di rumah dia membawa dua kresek besar cemilan dari kesukaan anak-anaknya.


"mama pulang," kata Virnie tapi mereka mereka terlihat cuek saja.


"hai sayang, kamu baru pulang, mending sekarang kamu mandi dan makan terlebih dahulu," kata Jimmy.


"aku mandi saja sayang, aku sangat Lelah, maaf ya sayang," jawab Virnie yang langsung naik ke atas.

__ADS_1


sedang Vita memberi sebuah isyarat dan membuat Jimmy melihat kaki istrinya.


"brengsek, wanita ini setiap hari melakukannya, bahkan aku saja kalah, wah... dia makin gila ternyata, aku makin tak mau melihatnya lagi sebenarnya, tapi demi anak-anak aku akan bertahan sedikit lagi untuk bukti yang akan ku berikan pada papa," batin Jimmy.


__ADS_2