The Housemaid

The Housemaid
JN_memberikan batas


__ADS_3

malam setelah suasana yang cukup sedih itu, mereka berdua makan malam dalam keadaan hening.


beberapa kali Jefry melirik kearah Nat, tapi wanita itu seperti tak bergeming sedikitpun.


dia tau jika ini tak enak, tapi dia juga tak bisa mencairkan suasana cangung ini.


"Nat apa kamu mau minum malam ini?" tanya Jefry


"maaf tuan, saya ingin beristirahat saja, karena tubuh saja lelah," jawabnya dingin.


Jefry pun merasa sedih, terlebih Nat yang kembali begitu dingin padanya, bahkan wanita itu terlihat acuh padanya.


setelah makan malam, Nat benar-benar tak keluar kamarnya, sedang Jefry memilih menonton TV di ruang tengah.


"aih.... kenapa suasana rumah ini kembali dingin, apa aku melakukan kesalahan tanpa aku sadari padanya, ya Tuhan aku harus bagaimana lagi untuk menghadapinya, aku tak ingin Nat berpikiran aneh-aneh padaku," gumam Jefry.


sedang di kamar, Nat sedang diam sambil merutuki kebodohannya yang perlahan mulai menyukai Jefry.


padahal awalnya dia membenci pria itu yang selalu semena-mena dan terkenal playboy.


tapi setelah tinggal bersama pria itu, Nat menyadari jika semua yang dia pikirkan itu salah.


Jefry ternyata lebih soft dan baik dari Jimmy, dan itulah yang membuat perlahan hatinya tergerak untuk menyukai pria itu.


tapi kesadarannya datang, hati kecilnya tak mengizinkan dirinya memasuki hidup pria itu.


sedang di rumah Vita, Jimmy dan istrinya itu sedang berpelukan sambil berciuman di balkon kamarnya.


"dua setan kecil itu sudah tidur?" tanya Jimmy.


"tentu, dan berhenti memanggil kedua putra mu itu setan kecil," marah Vita.


Jimmy tertawa tapi dia kemudian diam karena Vita yang mulai menggoda Jimmy, dan langsung membawa istrinya itu ke ranjang dan melakukan apa yang harus dilakukan.


Yulia masih tak menyangka dia bisa di ajak James ke tempat mansion milik pria itu.


bahkan Yulia juga bertemu dengan lima orang yang di jadikan tawanan oleh James.


"wah ada penghuni baru? sepertinya aku tak pernah melihat mu?" tanya Seca.


"apa maksudnya, aku adalah kekasih James," jawab Yulia.


"benarkah, tapi kami juga semuanya kekasih pria itu, jadi tak perlu merasa dirimu hebat, terlebih kamu bahkan bukan seperti wanita yang dia cintai," hina Deva.

__ADS_1


"pasti kalian juga sama bukan, buktinya kalian ada di sini dan sedang membicarakan omong kosong," saut Yulia.


dia tak bisa di gertak, karena baginya hidup keras itu sudah sering jadi menghadapi model wanita seperti itu sangat mudah.


James keluar dan mrligay Yulia sedang berhadapan dengan kelima wanita yang ada di mansionnya.


"alah lihat saja, besok kamu juga sudah di buang olehnya," kata Vika.


"mau di buah atau tidak, itu urusan ku dan James, sedang kalian yang hanya tawanan nikmati saja, toh sampai mati pun dia tak akan menyentuh kalian semua," kata Yulia menantang mereka.


Seca dan Deva merasa jika Yulia itu terlalu sombong, dan itu juga yang di pikiran James saat ini.


"ternyata asisten dari Vita tak sebaik dia ya, Burhan... bawa dia pergi antar dia pulang bagaimana pun caranya, dan pastikan dia tak ingat apapun, karena aku sudah muak, dan tak ingin dia mengganggu ku lagi," perintah James.


"baik bos, aku akan membereskannya," jawab orang kepercayaan James.


Burhan berjalan perlahan menuju tumis dan kemudian membekap mulut wanita itu hingga pingsan.


setelah itu dia mengeluarkan obat dan menyuntikkannya pada Yulia, "ini terjadi jika kalian berlima berulah, ingat selalu patuhi peraturan di mansion ini," kata Burhan mengingatkan kelima wanita itu.


mereka pun hanya bisa mengangguk, tubuh Yulia pun di bawa keluar dengan mengunakan helikopter.


"maaf Yulia aku tak menyukai tingkat ke sombongan mu setelah merasa jadi Wanita ku," kata James yang melihat helikopter itu berangkat pergi.


Burhan sampai di Surabaya, dan langsung mengantarkan wanita itu ke apartemen miliknya.


setelah itu, dia memastikan tak ada jejak yang menunjukkan jika wanita itu telah berhubungan dengan James.


setelah itu anak buah James pun pergi, dan Yulia di pastikan mungkin akan linglung selama sehari.


dan dia juga mungkin tak akan bisa punya anak lagi, karena wanita yang berhubungan dengan James pasti di beri obat untuk membuat wanita itu mandul.


jadi benar apa yang di ucapkan Jefry jika James adalah pria berbahaya tapi sayangnya penampilan yang sudah menarik Yulia.


Yulio pulang ke apartemen miliknya dan Yulia, dan dia kaget melihat Yulia yang tertidur di sofa.


"hei dasar gadis ceroboh, katanya bilang mau bertemu dengan James malah ketiduran di sini," gumam Yulio.


pasalnya dia baru sempat pulang setelah mengikuti perjalanan bisnis bersama Yuniar, ya wanita itu cukup merepotkan dirinya.


terlebih jika sudah Ferdi yang menghubunginya, Yuniar itu wanita mandiri tapi Ferdi mencoba mengekangnya.


dia pun memutuskan untuk tidur dan besok saja bertanya pada Yulia tentang hubungannya dan James.

__ADS_1


keesokan harinya, vita sudah bangun dan tengah membantu di dapur.


sedang Jimmy bersama kedua putranya itu sedang berjalan-jalan di depan rumah.


tak terduga, Yuniar pagi ini datang dengan wajah super kesal, Jimmy pun tak menghentikan wanita itu karena tau pasti ini ada hubungannya dengan Ferdi.


"Vita.... aku tak tahan lagi..." kata Yuniar yang langsung memeluk temannya itu.


"sabar Yuniar, kamu tak tahan apa? coba ceritakan pelan-pelan," kata Vita.


"aku tak tahan dengan Ferdi, dia berusaha terus mengekang ku, bahkan aku sekarang terus di awasi oleh semua orang yang di kirimnya, aku muak dengan perilakunya," kata Yuniar frustasi.


"kenapa tidak coba kalian bicarakan?" tanya Vita


"aku sudah mencobanya, dan dia beralasan jika dia melakukan ini demi keselamatan ku, tapi aku tak yakin, jadi aku harus bagaimana, aku tak bisa lagi menahan segalanya..." mohon Yuniar.


"kalau begitu selesaikan dengan cara seorang Yuniar, tentu kamu tau bukan?" kata Vita memberikan ide gila.


"ya kamu benar, kenapa aku tiba-tiba menjadi bodoh, padahal aku bisa membuatnya membenciku dengan sifat ku yang buruk," kata Yuniar.


"tapi kamu harus siap konsekuensinya, karena Ferdi memiliki memiliki sisi kejam, dia tak segan membunuhmu jika kamu menghianati ya secara sengaja," kata Jimmy.


"terus aku harus bagaimana," bingung Yuniar.


"buat dia membencimu dengan cara selingkuh dengan Benny, itu satu-satunya cara agar Ferdi tak murka dan menyakitimu," kata Jimmy


"kamu gila, tapi Benny baru saja menikah, bagaimana jika dia bercerai dengan istrinya?"


"tentu kamu tak bodoh Yuniar, sebenarnya Benny itu hanya butuh seorang pewaris dari darah dagingnya, dan untuk Dwi sepertinya kamu belum dengar ya, jika itu adalah rahasia...." kata Jimmy yang membuat Vita seta Yuniar kesal dengan ulahnya.


"dasar pria menyebalkan," gerutu Yuniar.


"sudah sana pergi, jika tidak kamu pasti akan kehilangan kebebasan mu secepat mungkin karena Ferdi bukan pria yang bisa di lawan," terang Jimmy.


Yuniar pun mengikuti perkataan dari suami temannya itu dan bergegas menuju ke perusahaan Benny.


tapi sayang dia tak di izinkan masuk, tapi beruntung saat dia akan pulang, Benny baru datang.


"Yuniar,ada apa kesini sayang?" tanya Benny yang memang cukup akrab.


"aku membutuhkan bantuan ku sayang, bisa kita bicara?" tanya Yuniar.


"tentu, ayo ke ruangan ku, tapi lewat alat detektor dulu, karena aku tak mau obrolan kita di ketahui orang lain."bisik Benny.

__ADS_1


__ADS_2