The Housemaid

The Housemaid
barang unik


__ADS_3

Jefry pun sudah memberikan uang dan akan membawa pulang dua barang antik itu.


kapal pun berlabuh, semua orang turun James memberikan sebuah kartu nama untuk Yulia.


"wah babu ganteng pertama ya, tiga hari oke ganteng," ledek Yulia.


"tentu nona, aku akan menepati janjiku," kata James mencium tangan Yulia.


"oke di tunggu ya ganteng," kata Yulia.


sedang Jefry merasa kesal melihat James yang menggoda Yulia, bahkan gadis di sampingnya itu nampak begitu bahagia.


"hei, James itu punya lima orang wanita di mansionnya, jadi kamu bisa jadi yang ke enam," kata Jefry.


"terus penting buatku, apa bedanya dengan mu yang kemarin hampir setiap hari ganti wanita, hei kamu lebih parah bung," ledek Yulia.


"dasar sialan, kamu ini di bilangin, sudahlah aku tak peduli padamu jika terjadi sesuatu padamu, yang aku katakan ini benar, karena sekali masuk mansion milik James, maka tak akan pernah keluar lagi," kata Jefry.


"iya iya tuan muda, terima kasih atas penjelasannya," kata Yulia tertawa.


mereka pun sampai di rumah pukul tiga dini hari, rumah Jimmy sudah sepi.


tapi mereka di sambut Bu Kim, ternyata Jimmy dan Vita sudah berada di ruangan tertentu.


"halo semuanya," sapa Jefry.


tak terduga Jimmy langsung menggeplak kepala adiknya itu, "beruntung kamu bisa bawa pulang barang ini, jika tidak gue potong tuh burung,"


"ya elah kejam amat, udah nih barangnya," kata Jefry.


tak terduga Bu Kim dan Vita yang langsung memakai sarung tangan, begitupun dengan Yulia.


mereka pun membuka bungkus lukisan itu, "bagaimana Bu Kim apa benar ini lukisan mama saat muda?"


"iya nyonya, dan ini kita harus membuka lukisan ini tapi harus perlahan," kata Bu Kim.


Vita langsung membantu Bu Kim membuka lukisan itu perlahan dan membaliknya.


ternyata di balik lukisan itu ada sebuah surat warisan yang di tinggalkan untuk Vita.


"apa ini ibu Kim?"


"ini adalah warisan dari orang tua nyonya, dan wasiat terakhirnya sebelum dia depresi, itulah kenapa ibu meminta nyonya untuk menemukan lukisan ini, karena hanya orang-orang tertentu yang tau masalah ini," kata Bu Kim.

__ADS_1


"baiklah terima kasih," jawab Vita.


ternyata benar di dua benda itu ada warisan untuk Vita, Jimmy yang membaca semua surat wasiat itu ternyata itu juga sudah di sahkan dengan notaris.


bahkan Jimmy heran karena semua surat-surat terlihat lama tapi semua sah.


"sayang, sepertinya kamu keturunan orang kaya ya," kata Jimmy.


"entahlah sayang aku tak tau," jawab Vita.


ternyata ada tiga serifikat kepemilikan pulau pribadi yang sedang di incar oleh beberapa orang kaya.


"kamu harus menjaga pulau ini, karena pulau-pulau itu sangat berharga,"


"iya sayang," jawab Vita memeluk Jimmy.


"sudah-sudah sekarang istirahat yuk, terutama kalian berdua," kata Vita.


"baik bos," jawab Yulia.


para baby sitter menjaga kedua putra Vita, terlebih mereka semua kelelahan.


tuan Zein datang ke rumah utama dan melihat semua orang sedang menjaga kedua cucunya.


"karena semalam kami semua ada pekerjaan, jadi semuanya kelelahan," jawab Bu Kim.


"baiklah, biar Opa dan Oma cantik yang jaga, dan juga om kecil," kata tuan Zein.


"halo adek Jason dan Jayden kalian sudah minum, atau mau makan?" tanya Rio dengan polos.


"aduh keponakannya belum bisa makan om kecil, jadi bantu minum susu saja ya om," kata Riana.


"baiklah," jawab Rio.


James berada di mansionnya terlihat ada beberapa wanita datang "selamat datang tuan,"


James langsung masuk tanpa menyapa mereka berlima, dia langsung menuju kamar miliknya.


meski terkenal sebagai pria yang memiliki banyak wanita, tapi nyatanya dia tak tertarik dengan kelima orang itu.


mereka itu adalah anak-anak dari para musuhnya yang di tahan, meski begitu dia memberikan kemewahan pada mereka.


tapi James tak pernah menyentuh mereka sedikitpun, bahkan di mansion itu dia terkenal sebagai pria yang impoten.

__ADS_1


Yulia pun bangun dan langsung mandi, setelah itu dia langsung menuju dapur karena lapar.


"Bu bos sudah bangun?" tanya Yulia.


"iya nih, saya kelaparan karena menyusui dua bayi loh, jadi makan yuk," ajak Vita yang selesai membuat spaghetti bolognese.


mereka pun makan berdua tapi masakan cukup banyak. tak lama Jimmy dan Jefry bangun juga.


mereka juga makan nimbrung bersama kedua wanita itu. tak lama tuan Zein dan Riana datang setelah mengajak kedua bayi itu di jemur.


"akhirnya kalian semua bangun, memang semalam ada pekerjaan apa sih kok sampai bangun sesiang ini?"


"ya biasalah ayah, pekerjaan penting yang terbengkalai, oh ya biar anak-anak minum asi lagi, karena aku sudah pompa asi tadi," kata Vita.


"baiklah kebetulan ayah juga harus ke restoran, ayo Rio mau ikut ayah tidak biar tau pekerjaan ayah," ajak tuan pada putranya itu.


"siap ayah, aku ikut!!", teriak bocah itu dengan semangat.


mereka pun berangkat, tak terduga di restoran itu sudah ada Nia, wanita itu benar-benar tak tau malu, padahal sudah beberapa hari ini dia datang dan tuan Zein tak mau menemui wanita itu.


tapi sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Nia, tanpa sengaja tuan Zein melihat pria incarannya.


"mas akhirnya aku bisa berenang dengan mu," kata wanita itu dengan sangat senang.


Nia langsung memeluk tuan Zein, Rio yang melihat pun bingung, "minggir Tante, dia ayah Rio,"


"apa, mas ini anak haram mu, kamu ternyata produktif sekali ya, tapi kenapa dia tak bisa setampan jamu, jangan bilang ibunya jelek atau pembantu mungkin," kata Nia menghina Rio.


"tutup mulutmu Nia, dia putraku!!" bentak tuan Zein.


"apa, kenapa kamu berteriak padaku demi bocah itu," kata Nia tak terima.


"jaga batasan mu, jika aku tak memiliki bekas kasihan pada kedua istriku, aku bahkan bisa membuat mu membusuk di penjara karena Hinaan dan juga pelecehan terhadap putraku, ingat itu," marah tuan Zein


Nia pun tak mengira jika akan di permalukan seperti ini, dan dia akan datang dan melihat wanita mana lagi yang merebut tuan Zein dari tangannya.


dan hanya ada satu cara yaitu membujuk Vita agar bisa mendukungnya, karena dia juga baru tau jika Vita pemilik dari perusahaan besar.


jadi dia ingin mendekati wanita itu, karena dia butuh seseorang untuk jadi inang yang kuat.


karena suami tuanya itu sudah habis dan dia sudah membuangnya, suami tak berguna bahkan harta yang katanya tak habis tujuh turunan.


buktinya habis saat dia masih muda, jadi terpaksalah dia mencari semua orang di masa lalunya dan merebut pria kaya agar bisa menguasai semua hartanya.

__ADS_1


__ADS_2