The Housemaid

The Housemaid
JN_wanita ku hebat


__ADS_3

saat semua orang sudah pergi, Jimmy langsung menarik Vira menuju ke arah kamar tamu yang kosong.


di sana Jimmy menatap istrinya itu dengan tatapan yang tak bisa di tebak, "ada apa sayang? kamu marah?" suara Vita menggoda.


"rencana kita berhasil honey... aku bahkan tak mengira jika kamu bisa berakting dengan begitu natural," kata Jimmy.


"kamu memang pembuat strategi yang sempurna sayang, satu dua pulau terlampaui dan aku bisa menyingkirkan wanita parasit itu," kata Vita yang tersenyum senang.


Jimmy pun memeluk istrinya itu dengan. erat, "sekarang tak akan ada lagi, wanita yang bisa merusak rumah tangga seseorang, dan Ferdi sudah menemukan wanita yang tepat untuk nya, bukan wanita seperti Yuniar yang menjijikan itu," kata Jimmy.


"benar honey, aku tak mengira dia malah ingin menguasai Benny, padahal Dwi sedang hamil, dan kegilaannya terhadap s*x berakhir sekarang," kata Vita.


keduanya pun berciuman dengan mesra, Bu Kim dan para pelayan membersihkan darah yang mengenang itu.


bahkan tubuh dari Yuniar begitu buruk dan hancur, beberapa tulang bahkan sampai merobek kulit dan keluar.


wanita itu mati dengan mata yang melotot, "Bu Kim ... kondisinya mengerikan," kata seorang pelayan.


"bereskan atau kamu ingin bernasib sama seperti dia," ancam Bu Kim.


mereka pun lanjut membersihkan, dan sekarang para pelayan tak akan ada yang berani menatap Jimmy karena takut kondisinya bisa seperti Yuniar.


sedang di dalam mobil yang di bawa oleh Dimas, terlihat Ferdi dan Farah nampak diam membisu.


mereka pun sampai di rumah mewah milik Ferdi, terlihat Steve turun menyambut Farah.


"kakak..." sapanya dengan akrab.


melihat hal itu Ferdi merasa aneh, "kamu mengenalnya Steve?"


"tentu, karena aku mengikutinya di Instagram, dan lagi dia itu seorang model dan juga motivator untuk orang yang pernah mengalami pelecehan seksual secara fisik maupun verbal," kata Steve


Ferdi pun tak mengira jika wanita itu bukan orang biasa, di bandingkan Yuniar yang begitu liar, gadis ini memang sangat unggul dari segala aspek.


"ya sudah ajak dia ke kamar tamu, dan besok ayah akan menikah dengannya," kata Ferdi menghela nafas.


"benarkah, wah aku sangat setuju, sebenarnya aku tak suka dengan Tante Yuniar, karena dia ..." kata Steve diam.

__ADS_1


"ada apa Steve? kamu menyembunyikan apa dari ayah?" tanya Ferdi yang melihat putranya itu sedih.


"tolong jangan memaksa dia, dia bisa mengenalku juga bukan karena tidak ada sebab," kata Farah melindungi Steve.


"aku tak bicara padamu, Minggir!!" bentak Ferdi.


kini pria itu mencengkram lengan putranya itu, "jawab ayah, kamu kenapa Steve?!!"


"Tante Yuniar memaksaku untuk memuaskannya saat ayah tak ada, bahkan saat aku tak mau, dia mengancam ku dengan mengatakan jika ayah akan memilihnya karena ayah sudah cinta buta padanya," kata Steve yang menangis.


Ferdi pun terduduk frustasi, dia tak mengira jika wanita yang dia gilai bisa melakukan ini pada putranya.


"Yuniar!!!" marah Ferdi tak berguna.


"beruntung Steve bisa bertemu dengan kak Vita dan kak Jimmy saat mereka mengunjungi makan tian, jadi mereka membuat aku dan Steve berhubungan, dan perlahan aku membantu Steve untuk bangkit," kata Farah.


"aku ayah yang buruk, bahkan kondisi putraku saja aku tak tau..." gumam Ferdi sedih.


"maafkan aku ayah, seharusnya Steve dari awal mengatakannya," kata pria muda itu.


asisten Dimas tak mengira jika wanita seperti Yuniar itu berani berbuat gila.


sekarang Ferdi sadar kenapa Yuniar tak merasa marah saat dia meninggalkan dirinya untuk tugas di luar kota atau luar negeri.


ternyata di kesempatan seperti itu dia berani menyentuh putranya Steve yang masih berduka dan tak bisa melupakan tian.


sekarang tuan Syam dan Bu Elva melihat kearah Nat yang nampak menunjukkan wajah dingin tanpa ekspresi.


"hei sayang, berhenti memasang wajah dingin milikmu, bantu aku mengurus Jayden dan Jason," panggil Jefry.


"oleh iya, aktingnya sudah selesai, aku terlalu menikmati suasana tegang tadi," kata Nat tersenyum mengendong Jason.


"jadi apa yang sebenarnya tejadi, kenapa tadi semua itu?" bingung tuan Syam.


"sebenarnya papa, kami cuma berakting, kamu sudah ingin menyingkirkan wanita bernama Yuniar itu, tapi dengan alasan yang tepat, dan kebetulan waktunya tepat, jadi ya seperti yang kalian lihat tadi," kata Jefry.


"terus maksudnya dengan James cacat?" bingung bu Elva.

__ADS_1


"dia yang membuat kondisi Yulia asisten mbak Vita seperti itu terlebih dahulu, jadi mbak Vita hanya mengembalikannya saja," kata Nat.


"ya Tuhan ... permainan kalian semua tak ada yang lucu, terlebih Vita yang begitu menyeramkan," kata tuan Syam.


Nat hanya tersenyum saja, mereka memang berakting, tapi yang sebenarnya mereka hanya menunjukkan watak asli mereka tadi, tapi di buat seperti akting.


Nat ingat bagaimana dia membuat Sekar di hajar sampai jadi di penjara karena orang suruhan.


begitupun dengan Vita yang membayar orang rumah sakit untuk membuat Virnie benar-benar gila.


seluruhnya sudah tertata rapi dalam rahasia besar mereka, bahkan jika Vita wanita baik, tak mungkin dia bisa melihat pria yang dia cintai meregang nyawa dengan tangannya sendiri.


akhirnya siang itu suasana rumah kembali kondusif, dan Yuniar sudah terhapus dari dunia ini, dan sekarang Yulio dan Kevin yang di angkat sebagai penanggung jawab perusahaan yang baru.


Vita ingin menikmati waktu luangnya bersama kedua putranya, sedang Jimmy juga memberikan perusahaan yang sudah mulai kondusif pada Jefry dan dia akan bekerja di balik layar.


dia tak ingin waktunya tersita oleh pekerjaan, terlebih Jimmy ingin membantu Vita untuk membesarkan putra mereka.


"kalian yakin ingin ingin pindah rumah?" tanya Vita pada tuan Zein dan Riana yang sedang memberanikan diri untuk pisah rumah.


Riana mengalami ketakutan setelah menyaksikan semua yang terjadi, bahkan Vita yang dia kenal juga bisa berubah mengerikan.


"iya nak, agar lebih dekat dengan kafe dan juga sekolah Rio, ayah menemukan sebuah rumah kecil dan sederhana untuk keluarga ku," kata tuan Zein.


"baiklah jika itu pilihan ayah, aku tak bisa melarangnya, tapi berikan aku alamatnya, jika sewaktu-waktu aku ingin main bersama kedua cucu. ku, boleh bukan?" kata Vita yang mengerti.


"tentu, aku akan memberikannya, kalau kamu tak keberatan mungkin secepatnya kami akan pindah,"


"baiklah ayah,biar para pengawal membantumu bersiap bersama pelayan, benar kan ibu sambung Riana," kata Vita penuh penekanan.


"iya mbak, dan saya akan menjaga ayah mbak dengan sangat baik," kata Riana.


"itu harus, jika aku tau kamu membuat ayah ku tersakiti sedikit saja, kamu tak mau kondisimu seperti Yuniar tadi bukan," ancam Vita.


"iya mbak ... saya mengerti," jawab wanita itu ketakutan.


Vita Daan jimmy hanya tersenyum, ternyata perbuatan tadi bisa berdampak secepat ini pada tuan Zein dan Riana.

__ADS_1


__ADS_2