The Housemaid

The Housemaid
surat ancaman


__ADS_3

Jimmy dan yang lain menunggu di ruang rapat, dua orang yang di panggil pun datang, Vera dan Yoga tak tau kenapa mereka di panggil ke ruang rapat itu.


mereka berdua kaget melihat wajah marah dari tiga orang yang duduk di kursi, begitupun dengan enam orang yang berdiri di belakang ketiganya.


"ada apa bos memanggil kami, apa kami membuat kesalahan?" tanya Vera yang merasa masih benar.


"kamu bertanya, aku sudah bilang cari kepala tim yang kompeten untuk menanggani semua proyek bersama dengan perusahaan Sky internasional corp, tapi kenapa kamu memilih dua orang itu, jawab," tanya Jimmy.


"mereka kompeten bos, perusahaan sana saja kebanyakan mau," jawab wanita itu.


Vita dan Yuniar Menatap tajam menoleh ke arah Jimmy, "ternyata begini cara kerja perusahaan kalian tuan Jimmy, menyalahkan rekan investasi yang bonafit, wah hebat sekali anda," kata Yuniar.


"maafkan aku, Fredi lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, kenapa perusahan ini berisi orang-orang bodoh yang begitu menjengkelkan seperti ini," kesal Jimmy.


"baik tuan," jawab Fredi.


akhirnya asistennya itu melakukan pemecatan besar-besaran, mereka bahkan melihat kinerja satu tahun ini dan semua pegawai yang malas langsung di pecat tanpa hormat.


tak menunggu lama, ada lima puluh orang yang di pecat tanpa hormat hari itu.


semua tak terima awalnya, tapi saat di tunjukkan semua kesalahan mereka dan ganti rugi yang harus di bayar, semuanya pun menurut untuk menerima apa yang di lakukan Jimmy.


akhirnya mereka membuka penerimaan calon pegawai baru dan Vita menempatkan Yulio untuk membantunya.


"jadi nyonya Yuniar, apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat anda puas, dengan kinerja perusahaan kami?" tanya Jimmy.


"aku mau desain dan perubahan di beberapa naskah, kalian bisa membacanya karena aku sudah menandai semua yang ingin ada perubahan sedikit, aku rasa plot twist ini kurang bagus, jujur saja aku kurang dapat emosi dari adegan itu," jawab Yuniar.


"baiklah nanti akan ku perbaharui, apa ada lagi nyonya?" tanya Jimmy melihat Yuniar.


"tidak ada, jika kamu butuh apa pun untuk di tanya lagi, tanya pada nyonya Jimmy, dia biasanya punya ide brilian," kata yuniar.


"ah ... ide ya,maaf kepala ku sedang kosong dan hanya berisi ingin makan, maklum aku sedang kelaparan saat ini," kata Vita menaruh kepalanya di meja.


"kenapa tak bilang," kata Jimmy yang panik.


dia langsung memesan makanan pada office boy yang bekerja di tempatnya.


dia membeli semua makanan kesukaan Vita, "sabar ya sayang, masih di belikan, dan Miss Yuniar kita bisa melanjutkan rapatnya?"


"tentu tuan, dengan senang hati," jawab Wanita itu.

__ADS_1


mereka pun membahas tentang pekerjaan lain, bukan hanya tentang buku dan film, kini mereka juga berencana membuat hotel.


bahkan hotel itu akan di buat seperti hunian di desa, karena mereka berhasil membeli sebuah pulau untuk di jadikan obyek wisata.


di sebuah restoran, tuan Zein sedang sibuk di dapur, meski sudah ada chef yang menanggani semuanya.


tapi dia tak ingin cuma duduk diam saja, dari pada begong di bagian kasir dia pun memilih untuk memasak meski tak bisa terlalu banyak membantu.


"bos lebih baik anda di depan saja, biarkan kami yang memasak di sini," kata Rudi selaku kepala chef.


"tak masalah Rudi, aku juga tak ingin cuma duduk diam,"


"baiklah tapi jangan sampai anda kelelahan jika tidak kami semua dalam masalah, karena nyonya sangat seram kalau marah," jawab Rudi.


"baiklah aku mengerti," jawab tuan Zein.


di rumah beberapa pelayan memang di tugaskan khusus untuk mengurus paviliun.


seperti hari ini dia orang pelayan datang untuk mengurus paviliun yang akan di tempati oleh tan Syam dan Bu Elva.


keduanya juga memiliki sertifikat dalam penanganan jika ada kecelakaan dan juga memiliki pengetahuan khusus.


setelah itu bikin membawa mereka ke paviliun satu, dan mereka akan fokus di tempat itu seperti halnya Riana.


terlebih semua penghuni sedang tak ada,"Riana kamu tak takut jika nanti kamu bisa di apa-apain sama tuan Zein, bagaimana pun dia masih terlihat tampan dan gagah loh meski berusia enam puluh tahun," kata pelayan di rumah utama.


"kalian ini ngomong apa sih, meski aku di apa-apain yang tinggal nikmatin, orang enak loh, kalian kayak gak pernah saja," jawab Riana


"hahaha kamu benar, tapi sayangnya kami tak bisa sepertinya, karena nyonya Vita tak pernah jauh dari tuan Jimmy, jadi tak mungkin kami bisa menggodanya," kata seorang wanita pelayan dengan sombong.


tanpa di duga Bu Kim langsung menjambak wanita itu dan mendorongnya hingga tersungkur.


"ada apa Bu?" bingung wanita itu sambil kesakitan.


semua pelayan pun langsung berdiri dan menunduk takut, terlebih wanita tua itu tak bisa diremehkan.


"coba ulangi kata-kata mu, kau ingin menggoda siapa? sudah tertulis di perjanjian jika kalian semua tak boleh berfikiran picik terhadap nyonya atau terlebih tuan, kalian lupa hukuman yang ada di surat perjanjian yang kalian tanda tangani, jika lupa aku bisa menginggatkan kalian," kata Bu Kim.


"maaf aku Bu Kim, aku hanya bercanda," jawab wanita itu memohon.


"tapi sayangnya aku tak peduli kamu bercanda atau tidak, tapi yang aku tau kamu sudah memiliki pemikiran buruk pada tuan," kata wanita itu.

__ADS_1


"Riana, cepat bantu dia mengemas barang-barangnya dan seret di keluar, segera!!" teriak bu kim.


"baik Bu," jawab Riana yang buru-buru pergi.


sedang pelayan itu pun tak bisa berbuat apa-apa, dia tak mengira bercandaannya membawa petaka.


tak butuh waktu lama untuk mendatangkan seorang pelayan baru, dan kaki ini sepertinya seorang gadis dari timur.


tapi wajah itu telihat begitu kasar, bahkan Bu Kim sangat menyambutnya.


wanita itu di peluk dan di perlakukan seperti mereka sudah kenal lama, terdengar suara deru mobil dari Jimmy.


"kamu masuk dulu, Riana tolong bantu dia, aku akan menyapa nyonya," kata Bu Kim.


"baik Bu," jawab Riana.


Vita dan Jimmy baru pulang dari kantor, mereka terlihat begitu bahagia, bahkan kandungan Vita juga mulai terlihat membuncit.


"selamat datang nyonya," sapa Bu Kim.


"ah iya, Bu Kim tolong presto ini semua, biar nanti aku yang membuat bumbu, kalian boleh tolong buatkan cemilan, karena nanti kami akan mengadakan pesta minum di rumah, paham," kata Vita pada pelayan kepala itu.


"tentu nyonya kami paham, serahkan pada kami," jawab ibu Kim.


Vita pun naik ke lantai atas, tapi seorang satpam menelpon rumah utama mengatakan ada paket.


Bu Kim meminta mereka menerima dan kemudian memastikan pengirimnya.


karena tak tertera siapa nama pengirimnya, ibu Kim langsung merobek kardus itu.


ternyata benar itu adalah teror yang di tunjukkan untuk Vita, "buang Semuanya, ingat nyonya tak boleh tau,"


"baik ibu Kim," jawab wanita itu.


Jimmy sedang duduk sambil memangku istrinya itu, mereka berdua sedang bercumbu mesra.


Vita benar-benar bahagia pasalnya pria itu kini sepenuhnya miliknya, dia merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini.


"kenapa kamu begitu mesum sih sayang," tanya Vita yang sudah tak memakai blazer miliknya yang sudah terhempas entah kemana.


"karena jika tak mesum, kamu tak mungkin bisa mengilai ku seperti ini," jawab Jimmy tersenyum.

__ADS_1


"percaya diri sekali anda," jawab Vita yang langsung mengecup bibir suaminya.


__ADS_2