
"aku tak percaya padamu tuan, kamu itu tukang bohong," kata Nat kesal.
"sayang jangan marah, kamu kan tau jika adikku tak berguna selain pada mu!!" teriaknya dengan suara lantang.
Nat langsung berlari karena malu, sedang Jefry tertawa dan langsung memeluk kekasihnya itu.
malam itu mereka pun menyiapkan acara bakar-bakar di samping rumah.
untuk si kembar di titipkan pada suster keduanya, ya terpaksa sekarang Vita memakai jasa baby sitter karena kesibukannya begitupun dengan Jimmy yang semakin sibuk belakangan ini.
"kita mulai barbeque!!"kata Jimmy yang terlihat senang sambil memeluk Vita.
"siap!!" jawab semuanya
mereka semua pun larut dalam kesenangan itu, setelah puas mereka pun minum anggur buatan dari Nat.
karena tak mengandung alkohol, jadi Vita juga ikut minum jus anggur merah itu.
"jadi mama dengar kamu memanggil Ferdi dan Yuniar, ada apa Vita," tanya Bu Elva.
"karena Yuniar berani melakukan kesalahan yang seharusnya tak dia lakukan," kata Vita dengan dingin.
"memang kesalahan apa?" tanya Bu Elva.
"saat aku tinggal di jalanan, aku kemudian di rawat di sebuah panti asuhan bersama Yuniar, hingga sebuah malam yang penuh badai aku melihat ada seorang wanita yang membuang sebuah keranjang di depan panti, dan aku meminta suster untuk mengambil keranjang itu, dan ternyata di dalam sana ada bayi mungil yang hampir mati kedinginan, dan saat itu aku terus menjaganya seperti dia itu bayi milikku, dan menganggapnya adikku sendiri, tapi sekarang Yuniar berani menggunakan adikku itu untuk kepentingannya hingga membuat masa depannya hancur," marah Vita.
"tenang sayang,Farah sebentar lagi akan take off menuju ke bandara bersama Ferdi,dan aku juga memastikan beberapa orang untuk memastikan mereka tak kabur," kata Jimmy.
"terima kasih sayang, aku beruntung memiliki mu, karena kehidupan ku yang keras,aku selalu melindungi apa yang aku miliki dengan sepenuhnya," jawab Vita.
sedang tuan Zein nampak sedih, "sudah ayah jangan sedih, karena itu semua sudah berlaku,"
__ADS_1
"iya nak, ayah tau Daan maafkan atas kekhilafan ayah selama ini," jawab Vita yang tersenyum.
mereka pun memilih beristirahat karena besok akan ada hari besar yang akan terjadi.
Vita sudah ingin tidur, tapi sebelum itu dia memastikan kedua putranya itu kenyang.
setelah itu dia pun bersiap-siap untuk tidur, tapi dia malah duduk di pangkuan Jimmy dengan senyum menggoda.
"ada apa nyonya, kenapa kamu bergaya begitu, aku sedang tak ingin melakukannya," kata jimmy melepas kaca matanya.
"anda serius tuan, ah... padahal aku sedang sangat ingin, atau aku cari pria lain yang bisa memuaskan aku sepertinya," kata Vita yang bersiap-siap untuk turun.
tapi Jimmy langsung menariknya hingga jatuh di ranjang dan langsung menindihnya.
mereka pun berciuman dengan sangat mesra, ab benar saja Jimmy lagi-lagi tak bisa menahan dirinya terhadap godaan dari istrinya itu.
hari ini Vita yang memimpin permainan mereka, bahkan Jimmy di buat tak berdaya dengan servis yang diberikan istrinya itu.
mereka pun terus melakukannya sampai Jimmy puas, dan kemudian memeluk Vita untuk menikmati tidur malam mereka sambil berpelukan.
mereka langsung di arahkan untuk menuju ke ruang milik Jimmy, tapi sebelum itu mereka di minta untuk sarapan bersama terlebih dahulu.
"nona makanlah dulu, jika tidak aku bisa dalam masalah besar jika nyonya sampai tau," kata asisten Vi memohon.
"ya, Vi benar jika tidak kita semua dalam masalah besar karena nyonya sangat mudah marah," kata asisten Yoo.
"jika kamu kakak ku seperti itu, kenapa kalian bisa-bisanya membantu kak Yuniar melemparkan aku ke ranjang pria itu, apa aku memperlakukan kalian begitu buruk, atau hanya karena uang yang bahkan tak seberapa itu, kalian menghianati ku, aku benci kalian berdua, pak tolong bawa aku pulang... aku tak tahan lagi..." kata Farah yang kembali menangis.
"baik nona, mati ikut saya, anda juga tuan Ferdi, karena tuan besar juga ingin bertemu dengan anda, dan untuk kalian bertiga sebagai asisten tolong ikut mobil lain," kata para pengawal.
ternyata mobil yang membawa asisten sengaja di buat datang terlebih dahulu, sedang mobil Farah dan Ferdi di buat berputar-putar di kota beberapa kali.
__ADS_1
Vita dan Jimmy sudah duduk menantikan dari ketiga asisten itu, asisten Dimas, asisten Yoo dan juga asisten Vi.
ketiganya masuk kedalam rumah mewah itu, dan langsung di sambut oleh wajah dingin dari Jimmy dan Vita.
"selamat pagi nyonya," sapa ketiganya.
"kenapa berdiri, duduklah..." perintah Vita.
asisten Dimas yang merasa tidak melakukan kesalahan langsung duduk sedang kedua asisten Fatah tetap berdiri.
Vita meminta rotan pada ibu Kim, "kenapa tak berani duduk, apa kalian melakukan kesalahan-kesalahan yang tak aku ketahui," kata Vita dingin.
"maafkan kami nyonya," jawab asisten Vi.
tanpa bicara sebuah cambukan membuat pria gemulai itu d
tersungkur di lantai Kesakitan.
"sedang jamu asisten Yoo, atas dasar apa berani melakukan perbuatan buruk itu, aku mempercayai mu untuk menjaga adikku,tapi ini balasan mu, hanya karena uang aku bisa memberimu lebih banyak asal kamu tak melakukannya, tapi kamu dengan berani memilih jalan itu, jadi Hannan salahkan aku!!!" kata Vita yang langsung menghajar pria itu tanpa ampun.
sudah di pastikan tubuh dari asisten Yoo sudah terluka parah, terlebih rotan itu bukan rotan biasa.
pria itu sudah terkapar dan berdarah, "satpam, bawa keduanya masuk dan obati mereka," perintah Jimmy.
sedang Vita menghela nafas dan masih terlihat marah, "tenang sayang, jadi Dimas, bagaimana bos mu bisa berakhir di kamar hotel dengan adik iparku?"
"apa? model cantik itu adik ipar nyonya Vita, aku kira hanya model Sky internasional corp,karena dia tak mengatakan apapun, terlebih Miss Yuniar bilang jika kamar itu milik mereka dan sepertinya tuan di berikan obat,dan aku sempat tertahan di imigrasi karena masalah visa," kata asisten Dimas jujur.
"tidak!!! Yuniar aku akan membuat mu tau dimana batas kesabaran ku!!!"marah Vita.
Fatah berlari turun saat mobil berhenti, dan langsung memeluk Vita erat.
__ADS_1
Ferdi juga masuk dan kaget melihat Vita yang menatapnya tajam,"kamu berani menyentuh adikku fan memberinya uang agar dia tutup mulut, memang sekaya apa hingga kami merasa bisa membelinya!!! akan ku tunjukkan apa hukuman bagi pria yang berani melecehkan adikku!!" teriak Vita yang langsung menampar pipi Ferdi dengan keras.
Ferdi hanya menerimanya saja, "tapi ini bukan salahku, aku di arahkan ke kamar itu oleh asisten dari Yuniar yang bernama Yoo," jawab Ferdi.