
sore hari, Jimmy dan Vita serta anak-anak memutuskan untuk berolahraga sekalian mencari jajanan diluar.
terlebih tadi virnie sudah mengatakan jika dia tak bisa pulang karena lembut.
pasalnya dokter yang bergantian dengan dirinya tiba-tiba mengalami masalah.
mereka sampai di sebuah taman yang memsng sering fi gunakan untuk olahraga, dan taman itu begitu terjebak di kalangan masyarakat di kota.
Vita dan Tian lari terlebih dahulu di ikuti oleh Jimmy dan Kris di belakangnya.
mereka terus berbincang bersama sambil tertawa, semua mata tertuju pada sosok Vita yang begitu seksi dengan setelan olahraga.
"aduh sepertinya satu taman melirik mbak Vita, aku heran kenapa tubuh mbak begitu indah bahkan bagian depan belakang, huh-" kata Tian merangkul lengan Vita.
"selain keturunan, sebagai wanita kita harus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita, jadi harus rajin istirahat ya," kata Vita.
__ADS_1
"biar do sayang suami, dan membuat dia tergila-gila kan Vita," tambah Jimmy.
"harus dong, selama itu enak dan tak terlalu berbau, pasti suami senang bukan main," tambah Vita menjawab.
"cocok, sekarang kita beli minum yuk, haus," kata Jimmy mengajak ketiganya melipir membeli air minum.
setelah membeli minum mereka ingin pergi dari taman, tapi sebuah tangan menarik Vita dan langsung menampar wanita itu.
"ada apa ibu!!" bentak Jimmy yang melihat Vita di tampar di depan sua orang.
"apa maksud ibu, ibu juga tau jika mas meninggal dunia karena kecelakaan, bahkan anda tau jika dia berselingkuh tapi terus memojokkan duduk diam dan malah menyalahkan aku, aku capek dia egois bahkan bisa-bisanya pria itu mati membawa putra ku," kata Vita yang hilang kendali
"dasar wanita tak tau malu, itu karena kamu itu terlalu lusuh dan kotor, putraku dokter terkenal pantas saja dia memilih wanita lain,"kata wanita itu
"aduh anda ini tak tau malu ya, sudah anaknya salah malah menghina menantu sebaik ini, jika memang tak suka tak perlu menghinanya, putra mu itu yang salah makannya dia menghukum pria itu," kata Jimmy membela Vita.
__ADS_1
"eh nenek-nenek seharusnya sudah bau tanah itu kalau ngomong ngerem dong, gitu kok merasa orang kaya, hei mulut anda itu persis sampah yang tak di ambil seminggu, bau busuk," kata Tian yang berani menantang
"dasar anak ingusan," kata suami Wanita itu ingin memukul Tian.
"jangan pernah berani mengangkat tangan pada putriku, dasar mertua kejam, aku selalu berusaha jadi menantu yang baik dulu, tapi kalian terus menghinaku dan menginjak ku, bahkan bilang lebih baik aku menjual diri agar bisa membantu suamiku, aku juga bekerja tanpa henti akhirnya, tapi apa yang aku dapat, penghianatan putra mu bahkan dia berani merebut semua uang yang aku kumpulkan dari pekerjaan ku, apa kalian masih pantas di sebut manusia, kurasa tidak bukan!" kata Vita yang tegas berani membela dirinya.
"wah kejam ya," kata beres orang yang menyaksikan.
"yey... dasar mertua tak tau diri, bahkan berani menghina wanita yang bahkan berkorban untuknya, dan sekarang tak suka dengan dia yang sudah bahagia, dasar keluarga tak tau malu," hina para pengunjung.
Jimmy merangkul Vita, Tian menekuk Vita, "sekarang dia punya keluarga yang menjaganya, dan kalian semua mending pergi ke neraka," usir Kris yang juga tak suka buta di hina.
akhirnya mereka pergi karena malu, terlebih semua orang mulai mengunjingkan mereka, "hei bukankah mereka adalah pemilik toko bangunan di samping komplek mewah itu, lebih baik berhenti jangan beli apapun di toko itu, karena pemiliknya begitu kejam, cih..." kata seseorang yang ternyata merekam semuanya dan menjadikannya viral.
Yuniar mengirimkan laporan pada bosnya, pasalnya model yang mereka dapatkan harus melalui make over dan itu harus semua arahan dan persetujuan dari bos besarnya.
__ADS_1