
Jimmy sampai di perusahaan miliknya, dia pun di sambut oleh Fredi yang memberikan semua kontrak yang sudah di tandai.
Jimmy membacanya sambil naik lift, dan saat sampai di lantai ruang rapat, dia sudah tau wow yang di inginkan oleh perusahaan keuangan itu.
"minta Juan memeriksa semua tentang klien, dan katakan padanya jangan mengacau," perintah Jimmy.
"dimengerti tuan," jawabnya, tapi Fredi yang memilih mengambil tugas itu karena takut jika Juan akan melakukan kesalahan.
Jimmy langsung masuk dan melihat ketiga pria itu yang sudah menunggunya, "maaf kota ini sangat macet,"
"tak masalah tuan, karena kamu yang salah tak memberi kabar saat ingin datang kesini, oh ya kami ingin bertemu dengan anda karena kami melihat jika perusahaan anda sangat berkembang," kata pria yang sepertinya adalah pimpinan mereka.
"terima kasih, tapi bagaimana anda tau jika perusahaan ini dalam keadaan yang sangat baik, karena kamu jarang mengekspos semua yang di lakukan dalam perusahan ku," kata Jimmy tanpa basa basi lagi.
"ya kami bisa memprediksi karena anda baru saja bergabung dengan perusahaan yang sangat bonafit, dan itu bisa pasti membuat perusahaan anda bangkit dengan cepat untuk di pasar global," jawab pria itu.
"baiklah, sebelum kita bicarakan lebih lanjut, kita seharusnya berkenalan terlebih dahulu," kata Jimmy yang mengulurkan tangannya.
"perkenalkan saya Mark, dan ini dua asisten ku Vin dan Ken," kata pria itu.
"Slam kenal tuan Mark," jawab Jimmy.
mereka pun mulai melakukan pemaparan dan penjelasan tentang pendanaan dari perusahaan asal Singapura itu.
Fredi mengetuk pintu dan membisikkan sesuatu kepada Jimmy, dan pria itu langsung membuka iPad miliknya.
"ada apa? silahkan lanjutkan," kata Jimmy pada Ken yang masih menjelaskan.
mereka pun mulai melanjutkan rapat itu dan Jimmy merasa marah, karena pria itu ingin mendekati Vita melalui dirinya.
sebenarnya perusahaan Jimmy sangat sehat dan tak butuh suntikan dana dari mana pun, tapi tanpa undangan pria itu datang bak jalankung.
"mohon maaf, kenapa anda yang menawarkan pendanaan pada kami tapi memberikan presentasi bunga yang sangat tinggi, seperti ada yang salah karena kami tidak mencari perusahaan anda dari awal, apa ada rencana terselubung?" kata Jimmy yang menghentikan presentasi.
"ah bukan, saya hanya menyesuaikan dengan bunga saat ini," jawab Ken yang terkejut karena mengira Jimmy tak menyimak.
__ADS_1
"maksud anda, bunga pinjaman bank di negara ini tak sebesar itu, dan jangan samakan negara ini dengan negara anda," kata Jimmy yang mulai tak nyaman.
"maafkan asisten saya, sepertinya dia kurang mencari referensi, dan Jia di ijinkan saya akan menawarkan jaminan dengan bunga satu persen," jawab Mark.
"ah itu malah semakin mengelikan, ayolah Tian tak usah bertele-tele lagi, aku tau kedatangan kalian kesini tak murni untuk melakukan kerja sama bukan," kata Jimmy yang menatap tajam.
"ternyata anda sadar ya, baiklah aku tak akan menyembunyikan semuanya lagi, ya semua yang anda katakan benar, aku ingin mendekati perusahaan Sky internasional corp melalui perusahaan kecil ini," jawab Mark.
"meski kecil perusahaan ini berdiri tanpa sokongan siapapun, tidak seperti perusahaan anda yang sebenarnya akan segera bangkrut, terlebih kasus yang sedang di selidiki tentang penggelapan pajak. jadi anda ingin menjebak perusahaan ku agar perusahaan sky turun tangan dan mau ikut membantumu, dasar penjahat," kata Jimmy.
"tuan jimmy tolong jaga bicaramu, perusahaan ini aku yakin tak akan bertahan meski telah bersama Sky, jadi kau tak perlu sombong," kata Mark tak suka
"kalau begitu kita lihat saja, keyakinan ku yang menang, atau perusahaan mu yang hampir bangkrut itu," kata Jimmy dingin.
"Juan persilahkan mereka keluar dari sini karena aku tak butuh para tamu tak di undang seperti mereka," perintah Jimmy.
"baik tuan," jawab Juan.
Jimmy pun langsung menuju ke ruangannya dan duduk dan menghela nafas.
"memikirkan dia saja, sudah membuatku rindu, tidak Jimmy kamu harus bekerja dengan giat dan membuktikan jika kamu bisa berjaya," gumam Jimmy yang mulai bekerja.
sedang Vita bekerja dari rumah, karena dia dari dulu memang seperti ini,dan Yuniar yang sesungguhnya pimpinan perusahaan mereka.
Vita sedang bekerja di lantai dua, saat seorang satpam mengatakan jika di bawa ada kiriman paket.
Vita sedikit heran dan meminta satpam menerima paket itu, dan nanti dia akan turun mengambilnya.
terlebih keduanya baru pindah tapi kenapa sudah ada yang mengirimnya paket.
Vita merasa tiba-tiba dia lapar dan ingin makan yang pedas-pedas, tapi di rumah belum ada makanan.
"ya Tuhan Jimmy, kamu tak mengisi penthouse ini dengan makanan," kata Vita tak habis pikir.
dia pun mengambil jaket miliknya dan kunci mobil mewah yang tersedia di sana.
__ADS_1
dia turun dan ternyata pak satpam sudah menunggu dengan sebuah kotak besar di meja.
"jadi siapa yang mengirimkannya pak?" tanya Vita heran sendiri.
"saya juga kurang tau nyonya, dan tak tertera pengirim juga di kotaknya," jawab satpam.
Vita pun meminjam gunting dan mencoba untuk membukanya, dan saat terbuka ternyata itu berbagai jenis makanan ringan.
ternyata yang mengirim adalah Fredi yang di suruh Jimmy, Vira pun menghela nafas.
"pak titip dulu ya, anda kalau mau boleh mengambilnya tapi jangan semua ya," kata Vita tersenyum.
"iya nyonya," Jawab satpam itu senang
Vita memutuskan akan tetap pergi mencari makan siang yang dia inginkan.
dia menuju ke area parkir basemen apartemen mewah itu dan sedikit bingung karena banyak mobil mewah yang terparkir di sana.
dia pun mulai mencari dan menyalakan alarm mobil agar mudah menemukannya.
ternyata sebuah mobil BMW keluaran terbaru berwarna putih yang menyala.
"wah... ternyata kesukaan mu sangat mewah ya sayang," gumam Vita yang langsung mengendarai mobil itu.
tak butuh waktu lama dia sudah pergi mengendarai mobil itu membelah jalanan siang kota yang cukup padat itu.
dia memarkirkan mobilnya di sebuah restoran bakso yang cukup terkenal dengan kuah pedasnya.
dia memilih semua yang di inginkan dan makan di tempat, tak lupa juga membungkus untuk di rumah.
setelah puas dia memutuskan pulang tapi tak lupa dia juga berbelanja sayur dan kebutuhan yang lain.
Vita langsung naik ke penthouse miliknya di bantu satpam karena barang bawaannya cukup banyak.
tak lupa Vita juga memberikan uang rokok pada pria itu,Vita langsung menatap segalanya.
__ADS_1
Jimmy pun melihat jam dan ternyata waktunya pulang kantor, dan dia memutuskan pulang karena dia sudah merindukan Vita.